Preguntar a Google

Usted buscó: rumah (Indonesio - Javanés)

Contribuciones humanas

De traductores profesionales, empresas, páginas web y repositorios de traducción de libre uso.

Añadir una traducción

Indonesio

Javanés

Información

Indonesio

rumah

Javanés

translet

Última actualización: 2015-09-13
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

liburan di rumah

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-08-19
Frecuencia de uso: 2
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

sya pulang ke rumah

Javanés

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Última actualización: 2014-09-27
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Sudah sampai gambir melanjutkan ke citayem perjalan akhir rumah

Javanés

Kepiting

Última actualización: 2013-08-13
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

setelah pulang sekolah tadakuni dan dua orang temannya bermain di rumah tadakuni

Javanés

Indonesian translation into Jepang basa

Última actualización: 2014-09-05
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Rumah Joglo adalah jenis rumah yang membutuhkan banyak bahan materi rumah yang mahal, terutama dari kayu.

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-09-23
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

lo Karso mau lihat wayang sama Jarwo mengapa ? wayang saja kog mau dilihat, melihat tv ya di rumah saja

Javanés

google translation dayak

Última actualización: 2016-02-24
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

beli kue ke toko paman beli buku ke rumah rika eh hanya mengingatkan hanya pantai tempat yang paling indah cinta itu indah orang itu sakitnya parah ikut indah ke rumah tiah hanya pantai tempat yang paling cerah buah belimbing buah pepaya hai kawan lagi apa ambil pencil ke rumah ria hanya pantai yang paling kusuka via pergi ke rumah ila ada anak berbaju merah hanya pantai tempat yang paling istim ewa

Javanés

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara, siap beroperasi tahun 2013. "Tahun depan, Bandara Kuala Namu selesai," kata Bambang ketika ditemui dalam acara "Global Airports Indonesia 2012" di Jakarta, Selasa, 26 Juni 2012. Angkasa Pura II berniat meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh bandara yang ia kelola. Salah satunya Kuala Namu, yang ditargetkan sebagai bandara transit internasional. Angkasa Pura II menggandeng perusahaan pengelola bandar udara asal Korea Selatan, Incheon International Airport Corporation. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengatakan Incheon dipilih karena bandara di Korea Selatan ini termasuk terbaik di dunia. "Kami juga bercita-cita menjadi perusahaan kelas dunia. Angkasa Pura ingin belajar dari Incheon," kata Tri seusai penandatanganan kerja sama dengan Incheon kemarin. Tri menuturkan kerja sama ini masih tahap konsultasi. Rencananya, Incheon akan memberikan dukungan teknis kepada Angkasa Pura II dalam hal pengoperasian, manajemen, pembangunan, pemasaran, strategi, serta pendidikan dan pelatihan. Dalam bidang evaluasi pasar, Incheon dan Angkasa Pura II melakukan pemasaran bersama, program pertukaran personel, serta studi banding. Perjanjian sister airport tersebut berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan. Jika Kuala Namu sudah beroperasi, penumpang dari Jakarta hanya perlu transit di Kuala Namu untuk kemudian meneruskan perjalanan ke negara tujuan. Penumpang juga memiliki pilihan untuk meneruskan perjalanan dari Kuala Namu ke Bandara Incheon, sebelum terbang ke negara yang dituju. Bambang mengimbuhkan, fasilitas kereta ke Bandara Kuala Namu pun ditargetkan beroperasi ketika bandara dibuka. Pembebasan tanah sudah dilakukan. Kini tanah sepanjang wilayah Aras Kabu hingga Kuala Namu yang akan dilalui jalur kereta sudah seratus persen milik PT Kereta Api Indonesia. "Pembangunan jalur kereta memasuki tahap konstruksi awal," ujarnya.

Última actualización: 2013-04-04
Frecuencia de uso: 2
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Pahlawan Pandemi Mereka bekerja baik siang maupun malam Menyimpan lelah dalam-dalam Mereka tak bisa berkumpul bersama keluarga Demi menyelamatkan banyak raga Mereka satu per satu gugur Namun semangatnya tak pernah luntur Mereka berkorban susah payah Kita bantu dengan tetap di rumah Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Contoh Puisi Bertema Covid-19", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/23/174327369/contoh-puisi-bertema-covid-19?page=all. Penulis : Rosy Dewi Arianti Saptoyo Editor : Nibras Nada Nailufar Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Javanés

Última actualización: 2021-03-05
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Asalamualaikum wr wb nama saya... saya dari sekolahan.... untuk guru2 dan teman2 yang saya cintai dan saya hormati kali ini saya ingin berpidato tentang "Menjaga diri dari covid-19'' pertama menjaga kesehatan dan kebugaran ke2 mencuci tangan dengan benar dan mengunakan sabun serta air mengalir ke3 hindari kontak dengan orang lain/asing ke4 tidak berpergian ke luar rumah ke5 bila keluar pakai masker ke6 hal ini yang paling penting yaitu mengomsumsi jahe/rempah2 lainya dan minum-minum an yang mengandung vitaminC Sekian dari saya bila ada salah kata/kekurangan kata saya minta maaf sebesar-besar ny

Javanés

Última actualización: 2020-11-25
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Liburan ke rumah kakek .tak terasa 4 jam sudah berlalu kami sudah memasuki daerah perbukitan.aku dan adik mulai memperhatikan pemandangan dengan seksama,aku dan adik terpesona melihat hamparan sawah dan gunung yang indah.di jalan aku menikmati pemandangan yang begitu indah ,hawanya yang sejuk dan suhunya yang dingin.kami sekeluarga telah tiba di Kabupaten Malang desa Pujon Kidul kami segera menuju ke gazebo kecil yang ada di lokasi sawah,sambil menikmati angin sawah,kami sekeluarga makan bersama dulu.Aku dan adikku tak sabar untuk bermain di sana,aku dan adikku melihat lihat kebun yang ditanami berbagai sayuran dan buah-buahan.Setelah bermain dan melihat kebun,aku dan adikku pulang ke rumah kakek untuk istirahat,di rumah kakek,aku dan keluargaku sedang bercanda tawa . Akhirnya malam pukul tiba,didanai aku berpamitan ke kakek dan nenek untuk pulang ke Kota Kraksaan.Aku merasa senang sekali bisa bertemu dengan kakek dan nenek yang sudah lama tidak bertemu

Javanés

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Última actualización: 2018-04-20
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Biografi Merry Riana - Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda. Ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, ayahnya bernama Ir. Suanto Sosrosaputro dan ibunya bernama Lynda Sanian. Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Adiknya bernama Aris dan juga Erick. Sebagai anak tertua dalam keluarga, ia harus menjadi panutan dalam keluarganya agar adik-adiknya dapat mencontohnya. Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Pulomas, tamat dari sana ia kemudian masuk di SMP Santa Ursula dan juga SMA ia lanjutkan di sekolah yang sama yaitu SMA Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat. Setelah lulus dari SMA, Merry Riana ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti. Namun, cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kerusuhan besar di tahun 1998. Hal inilah yang kemudian akan merubah takdirnya. Karena kondisi yang tidak aman akibat kerusahan tersebut, Merry Riana kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ayah Merry yaitu Suanto Sosrosaputro memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus. Mulai Kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja. Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya. Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar. Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel. Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ....Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut, - Merry Riana. Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Biografi Merry Riana Jatuh Bangun Dalam Berbisnis Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Diapun mencoba peruntungan dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yg semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat. Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Bersama Alva Tjenderasa yang merupakan temannya ketika kuliah dulu dan kini menjadi suaminya, Berdua mereka mulai menjalankan usaha bersama, Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses. Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko. Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih Advertisement memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya. Tapi Merry sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampe tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari, belum lagi pendapatan yang tidak pasti membuatnya terpaksa kembali berhemat untuk mengatur kebutuhan sehari-hari. Sukses Sebagai Konsultan Keuangan Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura. Tepat satu tahun pertamanya ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah. Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003. Kemudian di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri kemudian ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motvasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura. Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya. Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia. Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun). Media-mediapun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses. Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar. Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain. Buku " Mimpi Sejuta Dolar " sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul "She's made her first million at just age 26" ("Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun"). Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana Biodata Merry Riana Nama lahir : Merry Riana Tempat/Tanggal lahir : Jakarta, 29 Mei 1980 Orang tua : Ir. Suanto Sosrosaputro (Ayah), Lynda Sanian (Ibu) Suami : Alva Christopher Tjenderasa Anak : Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu Pekerjaan : Motivator, Penulis, Pengusaha, Aktris Agama : Katolik Almamater : Nanyang Technological University, Singapura Kata-kata Motivasi dari Merry Riana Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’. Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya. Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda. Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya. Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa. Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain. KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya. Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara jangan menyerah karena penderitaan sementara. Jika kita menunggu sampai semua keadaan sudah sempurna baru kita mengambil tindakan, mungkin kesempatannya sudah hilang. Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan. Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu. Itulah sekelumit kisah perjuangan hidup seorang merry Riana yang terangk

Javanés

translation google Indonesia Jawa

Última actualización: 2016-07-28
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Pada liburan sekolah ini saya tidak libur ke mana-mana.hanya sekedar jalan-jalan dan berkumpul-kumpul dengan teman.Disitu kami saling bercanda tawa.Saya cukup senang dengan liburan kali ini,meskipun tidak keluar kota.Waktu pun berjalan seiring liburan hampir habis.Dan pada waktu itu,di rumah saya tidak ada kegiatan apa-apa.Pastinya liburan ini sangat membosankan.Pada waktu liburan mau selesai,saya di suruh ibu untuk pergi ke rumah nenek saya.,yaaaaa lumayan bosen juga sih. tapi untung ada temen-temen aku waktu sd meskipun ketemu Cuma bentar tapi gak apa deh buat ngilangin bosen.pada intinya liburan kali ini cukup seru .

Javanés

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Última actualización: 2016-01-12
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Lalu saya mandi, kamar mandi saya tidak terlalu luas Saya tidak suka mandi pagi karena saya masih ngantuk, saya lebih suka mandi sore Setelah mandi saya ganti baju lalu berangkat sekolah. Saya tidak sarapan karena saya sarapan di sekolah saat istirahat pertama Saya pergi ke sekolah naik sepeda motor, Sampai di sekolah jam 6.30 am. pelajaran di mulai jam 7.00 am Kelas saya cukup luas. Saya duduk di bangku paling belakang Biasanya kelas masih sepi saat saya datang. Saya pulang sekolah jam 02.00pm saya pulang naik sepeda motor. Sampai di rumah saya makan siang, saya makan tidak terlalu banyak karena di sekolah sudah makan saat istirahat ke dua Setelah makan siang saya menonton tv. Suasana rumah saya sepi karena saya sendiri di rumah Jam 4 pm saya mandi lalu menyiapkan buku untuk pelajaran besok, Saya tidak suka membawa banyak buku paket karena berat Saya belajar jam 6.30pm dan selesai jam 8.00pm saya tidak suka belajar terlalu lama karena membosankan

Javanés

Terjemahan Indonesia menyang basa Jepang

Última actualización: 2015-09-15
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

[PROLOG: dulu, hiduplah seorang wanita tua dengan anaknya yang bernama Malin. Mereka hidup menderita dan bergantung pada hasil hutan.] Ibu: "Malin, datang ke sini anak, membantu saya untuk membawa kayu bakar ini. " Malin: "Ya ibu, tunggu sebentar." (Malin membantu ibunya) Malin: "Ibu, berapa lama kita akan bertahan dengan kondisi ini? Saya ingin ada perubahan dalam hidup kita." Ibu: "Entahlah, Ibu tidak tahu Malin, kita harus bersabar dan jangan berhenti berdoa kepada Allah. " Malin: "Ibu, aku punya ide, biarkan aku pergi untuk mengubah keberuntungan saya? Siapa tahu aku akan menjadi orang kaya." Ibu: ... [Malin dan ibunya kembali ke rumah, tapi ibunya hanya diam tentang ide. Setelah mereka tiba di rumah.] Malin: "Bu, bagaimana dengan ide saya?" Ibu: "Saya pikir itu bukan ide yang baik anakku. Karena, jika kamu pergi, siapa yang akan menjagaku di sini." Malin: "Tapi Ibu, jika saya tidak mengubah peruntungan, bagaimana kita bisa bertahan? Saya berjanji Ibu, jika bisa menjadi orang kaya, saya akan kembali. Tenang saja Ibu, saya akan berbicara dengan Dayat, supaya menengok Ibu setiap hari hingga saya kembali ke rumah." [Ibu Malin tidak bisa melarang apa Malin inginkan. Akhirnya, dia setuju dengan ide Malin.] Ibu: "Baiklah, jika itu memang keinginanmu, Malin! Tapi, kamu harus pegang janjimu untuk kembali ke kampung ini." [Malin pergi ke rumah Dayat untuk memintanya menjaga ibunya, hingga ia kembali dari perantauan membawa uang yang banyak. Dayat merupakan sahabat Malin, yang selalu ke mana-mana suka maupun duka.] Dayat: "Kamu mau ke mana, Malin?" Malin: "Besok, aku akan merantau untuk mengubah nasib." Dayat: "Apa? Jika kamu pergi merantau, siapa yang akan menjaga Ibumu di sini?" Malin: "Karena itu, aku mendatangimu. Aku ingin menjaga Ibuku—tengoklah ia setiap hari itu sudah cukup baginya—hingga aku kembali.” Dayat: "Oh, baiklah kalau begitu. Ingat pesanku untukmu, jangan lupakan kita yang ada di sini, Malin." [Keesokan harinya, Ibu Malin mengantarkan anaknya ke pelabuhan.] Ibu: "Jaga dirimu baik-baik, Nak. Cepatlah pulang, setelah kamu sukses di rantau.” Malin: "Ya Ibu, doakan saya supaya saya cepat mendapat rezeki yang banyak.” Malin: “Dayat, tolong kamu jaga Ibu saya baik-baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat tinggal.” Dayat: "Jangan khawatirkan soal itu, Malin. Saya berjanji akan merawat ibumu sepenuh jiwa raga saya. Jaga dirimu baik-baik. " Ibu: "Selamat jalan, Anakku." Dayat: "Selamat jalan, Malin." [Akhirnya, Malin memulai peruntungannya di perantauan. Ia pergi berlayar dengan saudagar kaya. Di kapal, Kapten memberinya pekerjaan sebagai kru. Kapten memiliki putri semata wayang, yang telah menjadi seorang anak gadis cantik. Nama anak gadis Kapten adalah Ningrum. Ketika Malin melihatnya, ia jatuh hati. Hal ini memberikan semangat kepada Malin untuk bekerja lebih giat lagi.] Malin: (Berkata di dalam hati, saat melihat Ningrum mendatanginya) "Ningrum sangat cantik. Aku menyukainya, dan harus menikahinya. Dengan begitu, jika sesuatu terjadi pada ayahnya, warisannya akan jatuh ke tanganku, sehingga aku akan menjadi orang kaya.” Ningrum: "Apakah kamu melihat ayahku?” Malin: "Hmm, saya tidak melihatnya. Mungkin ia pergi ke dapur. Cobalah ke sana untuk melihatnya." Ningrum: "Oh, baiklah. Saya akan ke sana menemuinya." Malin: [Tersenyum] "Ya, silakan Nona. Apakah perlu kuantar?” Ningrum: [Hanya tersenyum, sambil berjalan meninggalkan Malin.] [Sementara itu, di kampung halaman Malin, Ibu Malin sangat gelisah. Ia resah bagaimana Malin menjalani kehidupannya di perantauan. Apakah Malin sehat? Apakah Malin bisa menjaga dirinya baik-baik? Semua pertanyaan-pertanyaan khas orang tua yang khawatir akan anaknya menggelayut menjadi beban pikiran Ibu Malin. Sementara itu, ia juga khawatir Malin tidak pulang kembali ke kampung halamannya, dan melupakan dirinya.] Ibu: "Dayat, saya rindu sekali dengan Malin. Kira-kira, kapankah ia kembali? Apakah ia baik-baik saja saat ini? Dayat: "Jangan takut, Ibu. Malin akan pulang. Ia telah berjanji. Sementara itu, biarkan saya menjaga Ibu.” Ibu: "Ya, terima kasih, Dayat. Entah, apa jadinya saya tanpa bantuanmu." Dayat: “Jangan terlalu dipikirkan, Ibu.” [Suatu hari, kapten memanggil Malin, karena ia akan menaikkan jabatan Malin atas prestasi kerjanya selama ini. Dengan jabatan ini, dalam beberapa tahun, membuat Malin menjadi orang kaya.] Malin: "Sekarang, saya kaya raya. Saya dapat membeli semuanya dengan uang saya. Karena itu, Ningrum harus menikah dengan saya.” [Semakin hari, Ibu Malin semakin merindukan anaknya. Ketuaannya membuat ia lelah menunggu Malin. Namun, Dayat selalu memberikan dukungan untuk Ibu Malin, bahwa Malin yang akan datang kembali dan orang kaya.] Dayat: "Jangan sedih, Ibu." Ibu: "Saya lelah, Dayat. Saya lelah menunggu Malin. Kita tidak pernah mendapatkan berita dari Malin sedikit pun.” Dayat: "Saya percaya Ibu, bahwa Malin akan datang kembali dan menjadi orang kaya.” Ibu: "Apakah kamu yakin, Dayat?" Dayat: "Ya, Ibu. Jangan sedih lagi ibu." [Setelah Malin telah menjadi orang kaya, Malin menikahi Ningrum. Mereka hidup bahagia dan menjadi pasangan yang romantis.] Malin: “Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?” Ningrum: “Malin suamiku, kita kan sudah menikah. Bagaimana kalau kita berbulan madu?” Malin: “Sepertinya, itu ide bagus, bagaimana kalau kita Pulau Dua Angsa?” Ningrum: “Wah, pulau itu sangat bagus. Saya setuju.” Malin: “Oke! Kalau begitu, kita ke sana besok.” [Keesokan harinya, Malin serta istrinya berlayar ke Pulau Dua Angsa. Dalam perjalanannya, mereka singgah ke kampung halaman Malin, untuk mengisi berbagai perbekalan. Tapi, Malin tidak menemui Ibunya seperti yang telah dijanjikan. Ia hanya berjalan-jalan di sekitar dermaga saja. Ketika itu, Dayat – sahabat Malin – melihatnya.] Dayat: "Malin? Apakah dia Malin? Ya, seperti dia adalah Malin. Saya harus mengatakan itu kepada Ibunya." [Dayat pergi ke rumah Ibu Malin untuk mengabarkan kedatangan Malin. Ia sangat senang mengetahui Malin datang ke kampung halamannya. Jika, Ibu Malin mengetahui berita ini, tentu hatinya bahagia.] Dayat: "Ibu... Ibu ..." Ibu: "Ya, saya di sini, Dayat." Dayat: "Ibu, Malin pulang. Ia ada di pelabuhan sekarang. Tampaknya, ia telah menjadi orang kaya sekarang!" Ibu: "Apa kamu yakin kalau yang kamu lihat adalah Malin?" Dayat: "Ya, saya yakin Bu. Saya tidak mungkin bisa melupakan wajahnya. Saya masih ingat wajah Malin." Ibu: "Jika apa yang kamu lihat benar, ayo temani saya pergi ke sana." [Dayat mendampingi Ibu Malin untuk menemui anaknya. Sesampainya di pelabuhan, Ibu Malin memang melihat anaknya. Saking harunya, air mata keluar dari matanya. Ia memanggil Malin dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya.] Ibu: "Malin, Malin, anakku! Malin …" Ningrum: "Siapa itu wanita tua, Suamiku?" [Malin tidak menjawab pertanyaan Ningrum, karena tenggorokannya tercekat tidak bisa menjawab pertanyaannya dari istrinya.] Ningrum: "Siapa dia, Suamiku?" Ibu: “Malin, siapa ia? Apakah ia Istrimu? Ia sungguh wanita yang sangat cantik.“ [Ibu Malin membuka tangannya untuk memeluk menantunya.] Ningrum: [Tapi, Ningrum menepis pelukan itu.] "Issh, jangan sentuh aku!" Malin: "Jangan kamu menyentuhnya! Dasar wanita kotor! Kulitmu bisa mengotori kulitnya!" Ningrum: "Siapa wanita tua ini, Malin? Benarkah ia Ibumu? Uh, ia benar-benar sangat kotor." Malin: "Saya tidak tahu. Saya tidak mengenal wanita ini. " Ibu: "Malin, anakku. Kenapa kamu ini, Nak? Apa salah Ibu? Aku ini Ibumu. Ibumu. Kamu telah berjanji untuk kembali ke kampung ini untuk menemuiku, jika kamu sudah kaya. Sekarang kamu sudah kaya, dan bukankah kedatanganmu ke sini untuk menemuiku?” Malin: "Cih, Ibuku? Mengaku-ngaku saja kamu sebagai Ibu? Saya tidak mengenal kamu. Jika saya kaya, tentu Ibu saya juga kaya. Tidak sepertimu, kotor dan bau!” Ibu: "MALIN!!!” [Ibu Malin berkata keras.] Ibu: “Saya Ibumu—ibu yang telah melahirkanmu! Saya bisa mengatakan fakta tentang dirimu." Ningrum: "Pergi saja kamu, wanita tua." Ibu: "Malin ... Malin ..." Malin: "Pergi. Pergilah sekarang, kamu!" Dayat: "MALIN! Lupakah kamu terhadap Ibumu? Lupakah kamu terhadap saya—sahabat baikmu? Ini Ibumu, Malin. Ibumu." Malin: "Tidak, saya tidak lupa. Saya benar-benar tidak mengenal kamu dan wanita tua itu. Seingat saya, saya tidak pernah memiliki sahabat sepertimu." Dayat: "Jahat, kamu! Celakalah kamu, Malin." Ibu: "Ingat saya, Nak? Saya adalah ibumu." Dayat: "Tolong, ingat ibumu, Malin. Ia selalu menunggumu kembali ke kampung halamanmu. Ingatlah janjimu, Malin." [Malin tidak peduli. Ia menyeret Ibunya dengan kasar, hingga wanita tua itu jatuh tersungkur.] Malin: Jangan panggil aku sebagai anakmu, wanita kotor! Ayo, Ningrum, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini sebelum wanita ini mengotori wajah kita." Ningrum: "Ya, Suamiku." [Setelah mendorong paksa Ibunya pergi, Malin kembali ke kapalnya. Sementara Ibunya, masih berteriak memanggil-manggil namanya.] Ibu: “Malin ... Malin ... Jangan biarkan Ibumu Malin!!!“ [Hilang sudah kesabaran Ibu Malin melihat tingkah anaknya. Lalu, dengan kesal ia mengucap asal kalimat “jadilah batu!”. Kata-kata seorang Ibu yang sedang marah menjadi doa yang didengar oleh Tuhan.] Ibu: “Ya Tuhan, kenapa anakku seperti itu? Apa salahku? Apa dosaku? Ia sama sekali melupakanku. Saya tidak terima perlakuan itu darinya. Sekarang hilang sudah kesabaranku. Aku mengutuknya: Jadilah batu!!!” [Setelah itu, tiba-tiba datanglah badai menghancurkan Kapal Malin, petir menyambar tubuhnya. Dan ...] Malin: “Apa yang terjadi? Tubuh saya tidak bisa digerakkan! Maafkan saya, Ibu. Maafkan saya ...!” Ningrum: “Apa yang terjadi? Apa yang terjadimu, Malin? Kamu kenapa?” [EPILOG: Malin pun berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada Ibunya. Kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. Itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.]

Javanés

Basa Jawa drama maling kundang

Última actualización: 2015-08-27
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

drama bahasa jawa maling kundang [ADEGAN 1 – Rumah Ibu Malin] Narator : Di suatu desa hiduplah anak laki-laki bersama dengan ibunya. Hidupnya sengsara dan miskin. Anak itu bernama Malin. Malin sangat disayang ibunya karna sejak kecil, Malin sudah di tinggal mati oleh ayahnya. Ketika Malin sudah tumbuh dewasa, ia mulai berpikir untuk merubah kehidupan ekonomi keluarganya.

Javanés

Basa Jawa drama maling kundang

Última actualización: 2015-08-10
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Maaf, halaman ini isn't tersedia Link yang Anda ikuti mungkin rusak, atau halaman mungkin telah dihapus.'; /* Months */ $lang['january'] = 'Januari'; $lang['february'] = 'Februari'; $lang['march'] = 'Maret'; $lang['april'] = 'April'; $lang['may'] = 'May'; $lang['june'] = 'Juni'; $lang['july'] = 'Juli'; $lang['august'] = 'Agustus'; $lang['september'] = 'September'; $lang['october'] = 'Oktober'; $lang['november'] = 'November'; $lang['december'] = 'Desember';

Javanés

terima kasih

Última actualización: 2015-03-23
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

ASAL USUL BEDUG KRAMAT JATISAWIT (JOKO BAJUL) Alfaqih Warsono Pada zaman dahulu di desa Jatisawit tinggallah seorang laki-laki bernama Ki Kamal dengan isterinya Nyi Santi. Pada waktu itu yang menjadi lurah adalah Ki Sardana yang hanya mempunyai seorang anak gadis bernama Katijah. Pekerjaan Ki Kamal adalah mencari ikan di sungai atau laut. Kedua suami isteri itu hidup dengan sangat sederhana, sabar dan tawakkal walaupun tidak mempunyai anak. Tiap pagi sekitar jam 05.00, Ki Kamal pergi dengan membawa jala untuk mencari ikan. Sore harinya ikan itu dijual oleh Nyi Santi, isterinya. Pada suatu hari, malam Kamis, Nyi Santi bermimpi kejatuhan pulung (mendapat rejeki). Pada pagi harinya, ternyata tak satupun ikan yang diperolehnya. Krn hari sudah sore, maka ia pulang dg membawa kembu (tempat ikan) yang kosong. Di tengah jalan ia menemukan anak buaya. Setibanya di rumah, anak buaya tersebut ditaruh di suatu tempat dan dipeilhara seperti layaknya manusia. Buaya tersebut memiliki keanehan, yaitu suka sekali makan nasi, sambal dan segala yang biasa dimakan manusia. Beberapa bulan kemudian, buaya tersebut tumbuh besar dan tak pernah mengganggu manusia. Pada waktu terang bulan, ketika Ki Kamal dan Nyi santi sudah tidur, buaya itu menjelma menjadi manusia yang ganteng dan menamakan dirinya Joko Bajul. Kemudian ia pergi mencari teman sampai ke rumah Ki Kuwu Sardana. Di situ terdapat banayak muda-mudi yang sedang berkumpul. Lama kelamaan Katijah, anak Ki Kuwu, jatuh cinta kepada Joko Bajul. Oleh karena kegantengan Joko Bajul itu, Katijah minta supaya ayahnya mengawinkannya dengan Joko Bajul yg berpura-pura menjadi anak Ki Kamal. Beberapa hari kemudian, Ki Sardana datang ke rumah Ki Kamal untuk meminta anaknya supaya mengawini Katijah. Ki Kamal mengatakan bahwa ia tdk mempunyai anak laki-laki, tetpai Ki Kuwu tidak percaya. Secara diam-diam Ki Kamal dan Nyi Santi menyelidiki perbuatan buaya itu, karena ia mengira bahwa buayalah yang menjelma menjadi manusia. Setelah diadakan penyelidikan, terbuktilah benar apa yang diperkirakan Ki kamal. Karena kasihan melihat sikap Ki Kuwu itu, akhirnya Joko Bajul dikawinkan dengan Katijah. Karena senangnya, maka pesta perkawinan itu diadakan selama tujuh hari tujuh malam. Lama-kelamaan Jko Bajul bermaksud akan membawa isterinya ke negaranya sendiri, yaitu di dasar laut. Setelah diijinkan oleh orang tuanya, Katijah mengikti suaminya. Bajul mengajaknya ke tepi sungai, lalu Bajul membaca mantera sehingga air laut itu seakan tidak tampak lagi dan membantuk jalan besar. Di situ kedua suami-isteri dihormati oleh seluruh keluarga beserta teman-temannya dari dasar laut. Joko Bajul tidak memiliki pekerjaan tetap, ia jarang tinggal di rumah. Sebelum pergi meninggalkan riumah, ia berpesan pada istrinya supaya tidak naik ke para (bagian atas langit-langit rumah). Memang sudah menjadi kebiasaan manusia melanggar sesuatu yang dilarangnya. Katijah naik ke atas para meski sudah dilarang suaminya. Ia ingin tahu mengapa suaminya melarangnya. Begitu sampai di atas para, sampailah ia ke daratan. Katijah merasa bingung dengan kejadian itu. Ia menangis sambil pulang ke rumah ayahnya. Seminggu setelah kejadian itu, Joko Bajul datang ke rumah Ki Kuwu Jatisawit untuk menanyakan isterinya. Sesudah bertemu, Katijah tidak mau diajak kembali. Akhirnya ia berpesan kepada rakyat Jatisawit: “Kalau nanti ada ribut-ribut di desa Jatisawit atau ada serangan dari desa lain, bunyikan bedug ini, nanti saya akan datang memberi bantuan”. Bedug itu dibuat oleh Joko Bajul sendiri da diserahkan kepada Kuwu Jatisawit. Sesudah pesan tersebut Bajul pulang ke negaranya, yaitu di dasar laut. Karena merasa takut akan adanya peristiwa datangnya buaya itu, maka sampai sekarang di desa Jatisawit tidak pernah dibunyikan bedug. Akhirnya bedug tersebut dihanyutkan ke sungai, dan masjid Jatisawit tidak memiliki bedug lagi.

Javanés

ASAL USUL BEDUG KRAMAT JATISAWIT (JOKO BAJUL) Alfaqih Warsono Pada zaman dahulu di desa Jatisawit tinggallah seorang laki-laki bernama Ki Kamal dengan isterinya Nyi Santi. Pada waktu itu yang menjadi lurah adalah Ki Sardana yang hanya mempunyai seorang anak gadis bernama Katijah. Pekerjaan Ki Kamal adalah mencari ikan di sungai atau laut. Kedua suami isteri itu hidup dengan sangat sederhana, sabar dan tawakkal walaupun tidak mempunyai anak. Tiap pagi sekitar jam 05.00, Ki Kamal pergi dengan membawa jala untuk mencari ikan. Sore harinya ikan itu dijual oleh Nyi Santi, isterinya. Pada suatu hari, malam Kamis, Nyi Santi bermimpi kejatuhan pulung (mendapat rejeki). Pada pagi harinya, ternyata tak satupun ikan yang diperolehnya. Krn hari sudah sore, maka ia pulang dg membawa kembu (tempat ikan) yang kosong. Di tengah jalan ia menemukan anak buaya. Setibanya di rumah, anak buaya tersebut ditaruh di suatu tempat dan dipeilhara seperti layaknya manusia. Buaya tersebut memiliki keanehan, yaitu suka sekali makan nasi, sambal dan segala yang biasa dimakan manusia. Beberapa bulan kemudian, buaya tersebut tumbuh besar dan tak pernah mengganggu manusia. Pada waktu terang bulan, ketika Ki Kamal dan Nyi santi sudah tidur, buaya itu menjelma menjadi manusia yang ganteng dan menamakan dirinya Joko Bajul. Kemudian ia pergi mencari teman sampai ke rumah Ki Kuwu Sardana. Di situ terdapat banayak muda-mudi yang sedang berkumpul. Lama kelamaan Katijah, anak Ki Kuwu, jatuh cinta kepada Joko Bajul. Oleh karena kegantengan Joko Bajul itu, Katijah minta supaya ayahnya mengawinkannya dengan Joko Bajul yg berpura-pura menjadi anak Ki Kamal. Beberapa hari kemudian, Ki Sardana datang ke rumah Ki Kamal untuk meminta anaknya supaya mengawini Katijah. Ki Kamal mengatakan bahwa ia tdk mempunyai anak laki-laki, tetpai Ki Kuwu tidak percaya. Secara diam-diam Ki Kamal dan Nyi Santi menyelidiki perbuatan buaya itu, karena ia mengira bahwa buayalah yang menjelma menjadi manusia. Setelah diadakan penyelidikan, terbuktilah benar apa yang diperkirakan Ki kamal. Karena kasihan melihat sikap Ki Kuwu itu, akhirnya Joko Bajul dikawinkan dengan Katijah. Karena senangnya, maka pesta perkawinan itu diadakan selama tujuh hari tujuh malam. Lama-kelamaan Jko Bajul bermaksud akan membawa isterinya ke negaranya sendiri, yaitu di dasar laut. Setelah diijinkan oleh orang tuanya, Katijah mengikti suaminya. Bajul mengajaknya ke tepi sungai, lalu Bajul membaca mantera sehingga air laut itu seakan tidak tampak lagi dan membantuk jalan besar. Di situ kedua suami-isteri dihormati oleh seluruh keluarga beserta teman-temannya dari dasar laut. Joko Bajul tidak memiliki pekerjaan tetap, ia jarang tinggal di rumah. Sebelum pergi meninggalkan riumah, ia berpesan pada istrinya supaya tidak naik ke para (bagian atas langit-langit rumah). Memang sudah menjadi kebiasaan manusia melanggar sesuatu yang dilarangnya. Katijah naik ke atas para meski sudah dilarang suaminya. Ia ingin tahu mengapa suaminya melarangnya. Begitu sampai di atas para, sampailah ia ke daratan. Katijah merasa bingung dengan kejadian itu. Ia menangis sambil pulang ke rumah ayahnya. Seminggu setelah kejadian itu, Joko Bajul datang ke rumah Ki Kuwu Jatisawit untuk menanyakan isterinya. Sesudah bertemu, Katijah tidak mau diajak kembali. Akhirnya ia berpesan kepada rakyat Jatisawit: “Kalau nanti ada ribut-ribut di desa Jatisawit atau ada serangan dari desa lain, bunyikan bedug ini, nanti saya akan datang memberi bantuan”. Bedug itu dibuat oleh Joko Bajul sendiri da diserahkan kepada Kuwu Jatisawit. Sesudah pesan tersebut Bajul pulang ke negaranya, yaitu di dasar laut. Karena merasa takut akan adanya peristiwa datangnya buaya itu, maka sampai sekarang di desa Jatisawit tidak pernah dibunyikan bedug. Akhirnya bedug tersebut dihanyutkan ke sungai, dan masjid Jatisawit tidak memiliki bedug lagi.

Última actualización: 2015-02-28
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

google Cerita Rakyat Sumatera Utara Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. “Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu. Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Terimakasih telah membaca Cerita Rakyat Danau Toba dan semoga bermanfaat Cerita Rakyatnya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya... terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

Javanés

google translation Javanese Indonesian

Última actualización: 2015-01-27
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Pertemanan Itu Adalah Segalanya Teman adalah segalanya karena teman kita bisa meminta pertolongan dan kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain kita itu hidup berdampingan, walaupun ada cacian ada fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul Yuuhi wo miteruka (apakah kau melihat mentari senja?) Namaku cindy yuvia aku adalah orang yang miskin/kurang mampu dan di waktu dilahirkan aku pun dalam keadaan keluarga yang miskin/kurang mampu, aku sekolah di SMAN 48 jakarta dan di sekolah aku adalah anak yang pendiam karena aku malas berbicara apalagi berbicara yang kurang baik. Sejak kecil aku selalu diajarkan oleh orangtuaku untuk berbuat baik dan selalu sabar dalam menjalankan hidup ini dan selalu memaafkan kepada orang lain dan kepada orang yang telah menyakiti kita sekalipun. Pagi hari jam 6 pagi aku sudah berangkat ke sekolah, karena letak sekolahku yang agak jauh yaitu sekitar 6 km, aku memakai sepeda disaat berangkat sekolah, aku sengaja berangkat pagi-pagi kerana aku tidak mau terlambat di sekolah Bel pun berbunyi tanda masuk sekolah aku dan kawan-kawan masuk ke kelas dengan antusias dan rapih. Ibu guru memasuki ruang kelas dan tidak lupa mengucapkan salam "assalamualaikum anak-anak" ucap ibu guru disaat masuk kelas "walaikumsalam" ucap serentak siswa-siswi. Di hari itu juga di sekolah sedang mengadakan UAS (Ujian Akhir Semester) aku dan kawan-kawan berharap semoga saja ujian saat itu mudah dikerjakan. "Woy nomor 14 apa jawabanya" ucap temanku yang bernama dessi" karena mencontek itu tidak boleh aku pun tidak memberikan jawabanya ke dessi, lalu dessi pun ngambek karena tidak diberi jawabanya. Singkat cerita waktu ujian pun telah selesai siswa-siswi mengumpulkan hasil ujianya, ternyata dessi pun memandang wajahku dengan tajam dan penuh amarah, aku pun menanggapi itu dengan senyuman. Disaat pulang sekolah desi dan teman-temanya merencanakan sesuatu, dan ternyata sepedahku dikempesin pada akhirnya aku pun pulang sekolah dan mendorong sepedaku sampai rumah, capek juga sih tapi aku tidak merasa dendam sama sekali pada dessi dan teman-temanya. Waktu pun berlalu dengan begitu cepatnya yang tadinya siang ke malam sekarang tidak terasa sudah pagi lagi. Seperti biasa di pagi hari saya beranggkat sekolah dengan menggunakan sepeda karena sepedahku sudah aku kompa. Setiba di sekolah aku diledekin sama semua teman karena kemarin saya pulang sekolahnya mendorong sepedaku. Hati ini sakit tetapi aku hanya menyimpanya di dalam hati saja. dan bel pun berbunyi semua siswa-siswi masuk ke kelas, ternyata di kelas ada yang kehiilangan handphone yaitu sisil, dan guru pun menggeledah satu persatu siswa-siwi ternyata hal yang tak kuduga pun terjadi ternyata handphone sisil ada di tasku entah siapa yang memasukanya atau ada yang sengaja akhirnya aku pun menjadi tersangka dan aku pun dibawa oleh ibu guru ke kantor untuk menjelaskan semua ini, setiba di kantor saya menjelaskan semuanya tapi ibu guru tidak percaya pada semua penjelasanku akhirnya aku pun dikeluarkan dari sekolahan itu. Aku sangat sedih dan aku pun takut untuk bicara pada ayahku. Tanpa pikir panjang aku pun pulang dengan hati yang sangat berat dan setiba di rumah aku pun menjelaskan semua ini pada ayah dan ibuku. "Sudah, yang sabar ya pasti semua ini ada hikmahnya, ayah akan menjelaskan semua ini ke ibu guru" ucap ayahku. "terimakasih ayah" ucapku. Keesokan harinya ayah pun menjelaskan kejadiaan ini ke pihak sekolah setelah menjelaskan semuanya akhirnya aku pun tidak jadi dikeluarkan dari SMAN 48 jakarta. Hati ini senang sekali saat aku mendengar kabar itu dan sekarang aku pun bisa bersekolah lagi. Singkat cerita aku pun sudah di sekolah dan berkumpul dengan teman di sekolah dan aku pun menjelaskan kejadian ini kepada sisil yang kehilangan handphonenya. "Sil sebenarnya yang ngambil dompetku itu bukan aku. aku difitnah ada yang sengaja memasukanya ke dalam tasku" ucapku "oh ya aku minta maaf ya karena aku sudah menilaimu yang tidak-tidak dan seharusnya hal ini tidak terjadi" ucap sisil. Di kejauhan ada dessi dan teman-temanya sepertinya dia tidak suka dengan kembalinya aku di sekolahan. Aku pun menghampiri desi dan teman-temanya untuk berteman lagi tetapi mereka tidak mau dan mereka pun pergi meninggalkan ku dengan wajah yang cuek. "Aku tidak akan menyerah untuk bisa kembali berteman dengan dessi seperti dulu lagi" ucapku di dalam hati. Dengan tidak disangka ibu guru dan lainya menyelidiki siapa yang memasukan handphone ke dalam tasku, ternyata pelakunya ketemu yaitu dessi dan teman-temanya karena mereka tidak suka denganku. Akhirnya mereka pun dikeluarkan dari sekolahan, tetapi aku tidak tinggal diam aku kan sudah berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku akan mengembalikan pertemanan ini seperti dulu lagi, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengembalikan pertemanan kita seperti dulu lagi, lalu aku pun menghampiri ibu guru dan meminta untuk tidak mengeluarkan dessi dan teman-temanya. "ibu guru kenapa dessi dan teman-temanya dikeluarkan?" ucapku "karena mereka sudah memfitnahmu" ucap ibu guru "tidak bu mereka harus tetap bersekolah disini kan sebentar lagi akan UN dan aku tidak mau kalau mereka tidak lulus" ucapku "bukanya kamu hampir saja tidak bisa bersekolah lagi kerena ulah mereka" ucap ibu guru "bu aku sudah memaafkan perbuatan mereka kok dan aku ingin mengembalikan persahabatan kita seperti dulu lagi" ucapku "ya udah ibu tidak jadi mengeluarkan mereka dari sekolahan ini. Dan aku pun merasa bahagia karena mereka tidak jadi dikeluarkan dari sekolahan. "yuv aku minta maaf ya atas perbuatan semua ini yang telah berbuat tidak baik dan memfitnahmu" ucap dessi "iya yuv aku juga minta maaf" ucap teman-teman dessi. "Ya aku memaafkan kalian kok asalkan kita bisa berteman seperti dulu lagi" akhirnya kami pun berteman dan bersahabat seperti dulu lagi. Singkat cerita aku dan sisil, dessi dan teman-teman pun belajar dengan sungguh-sungguh kami belajar bersama dengan giat karena sebentar lagi akan tiba UN. Waktupun tiba kami semua mengerjakan UN dengan sangat hati-hati dan sungguh-sungguh karena kami ingin nilai yang bagus. Tidak terasa UN sudah berakhir dan tinggal menunggu hasilnya ternyata kami pun mendapat nilai yang bagus dan kami dinyatakan LULUS dari sekolahan. Pertemanan kita tidak sia-sia walupun banyak perpecahan dan sering kali menggoreskan rasa sakit di hatiku tetapi semua itu sudah kulalui dengan penuh keikhlasan dan berbuah menjadi pertemanan yang tidak terlupakan.

Javanés

cirebon basa

Última actualización: 2015-01-20
Frecuencia de uso: 3
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Obtenga una traducción de calidad con
4,401,923,520 contribuciones humanas

Usuarios que están solicitando ayuda en este momento:



Utilizamos cookies para mejorar nuestros servicios. Al continuar navegando está aceptando su uso. Más información. De acuerdo