Preguntar a Google

Usted buscó: hubungan (Inglés - Indonesio)

Contribuciones humanas

De traductores profesionales, empresas, páginas web y repositorios de traducción de libre uso.

Añadir una traducción

Inglés

Indonesio

Información

Inglés

danil hubungan kita berakhir bukan karena orang ketiga atau pun kemauan kita sendiri , tetapi hubungan kita berakhir karena orang tua

Indonesio

danill , hubungan kita berakhir bukan karena orang ketiga ataupun kemauan kita berdua , tetapi hubungan kita berakhir karena orang tua

Última actualización: 2016-05-25
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Inglés

simple past tense PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA SAINTIKA PADANG Skripsi, 06 September 2015 LILIS PRATAMI ZUSMAR Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Dan Senam Lansia Terhadap Penderita Hipertensi xiii + 94 Halaman + 2 Bagan + 10 tabel + 13 Lampiran ABSTRAK Menurut WHO satu milyar orang didunia menderita hipertensi, 2/3 diantaranya berada dinegara berpenghasilan rendah-sedang, kemungkinan menjadi 29,2% ditahun 2025 (WHO 2013). Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 26,5% dan di Kota Jambi mencapai 24,6% (RISKESDAS, 2013). Sedangkan di Puskesmas Koto Baru tahun 2015 (Triwulan I) jumlah hipertensi sebesar 159 kasus. Saat survey awal pada 15 lansia penderita hipertensi, 6 orang patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 9 lainnya menggunakan obat apabila ada keluhan, dan diantara 6 orang yang patuh, 3 rutin melakukan senam dan 3 lainnya tidak rutin. Sedangkan dari 9 orang yang tidak patuh, 2 rutin melaksanakan senam, dan 7 tidak rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi dan Senam Lansia pada Penderita Hipertensi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret – September 2015 di Poli Lansia Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia (55-70) yang dikelola dalam program obat antihipertensi dari 3 bulan terakhir (Mei, Juni, Juli 2015) sebanyak 70 orang. Teknik Pengambilan Sampel adalah dengan total populasi. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 28 Agustus–11 September 2015. Analisa data univariat dengan statistik deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 35,7% responden tidak patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 52,9% responden tidak rutin melakukan senam, dan 38,6% responden menderita hipertensi berat. Kemudian hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ada hubungan kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi (p = 0,000), senam (p = 0,002), dengan beratnya hipertensi pada lansia. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Koto Baru untuk melakukan penyuluhan hipertensi, dan mensosialisasikan bahwa pentingnya melakukan senam dengan teratur. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan melihat hubungan dukungan keluarga dan petugas kesehatan terhadap hipertensi. Daftar pustaka : 34 (2002 - 2014) Kata kunci : hipertensi, kepatuhan, senam lansia simple past tense

Indonesio

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA SAINTIKA PADANG Skripsi, 06 September 2015 LILIS PRATAMI ZUSMAR Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Dan Senam Lansia Terhadap Penderita Hipertensi xiii + 94 Halaman + 2 Bagan + 10 tabel + 13 Lampiran ABSTRAK Menurut WHO satu milyar orang didunia menderita hipertensi, 2/3 diantaranya berada dinegara berpenghasilan rendah-sedang, kemungkinan menjadi 29,2% ditahun 2025 (WHO 2013). Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 26,5% dan di Kota Jambi mencapai 24,6% (RISKESDAS, 2013). Sedangkan di Puskesmas Koto Baru tahun 2015 (Triwulan I) jumlah hipertensi sebesar 159 kasus. Saat survey awal pada 15 lansia penderita hipertensi, 6 orang patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 9 lainnya menggunakan obat apabila ada keluhan, dan diantara 6 orang yang patuh, 3 rutin melakukan senam dan 3 lainnya tidak rutin. Sedangkan dari 9 orang yang tidak patuh, 2 rutin melaksanakan senam, dan 7 tidak rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi dan Senam Lansia pada Penderita Hipertensi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret – September 2015 di Poli Lansia Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia (55-70) yang dikelola dalam program obat antihipertensi dari 3 bulan terakhir (Mei, Juni, Juli 2015) sebanyak 70 orang. Teknik Pengambilan Sampel adalah dengan total populasi. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 28 Agustus–11 September 2015. Analisa data univariat dengan statistik deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 35,7% responden tidak patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 52,9% responden tidak rutin melakukan senam, dan 38,6% responden menderita hipertensi berat. Kemudian hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ada hubungan kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi (p = 0,000), senam (p = 0,002), dengan beratnya hipertensi pada lansia. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Koto Baru untuk melakukan penyuluhan hipertensi, dan mensosialisasikan bahwa pentingnya melakukan senam dengan teratur. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan melihat hubungan dukungan keluarga dan petugas kesehatan terhadap hipertensi. Daftar pustaka : 34 (2002 - 2014) Kata kunci : hipertensi, kepatuhan, senam lansia

Última actualización: 2015-10-09
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Inglés

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA SAINTIKA PADANG Skripsi, 06 September 2015 LILIS PRATAMI ZUSMAR Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Dan Senam Lansia Terhadap Penderita Hipertensi xiii + 94 Halaman + 2 Bagan + 10 tabel + 13 Lampiran ABSTRAK Menurut WHO satu milyar orang didunia menderita hipertensi, 2/3 diantaranya berada dinegara berpenghasilan rendah-sedang, kemungkinan menjadi 29,2% ditahun 2025 (WHO 2013). Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 26,5% dan di Kota Jambi mencapai 24,6% (RISKESDAS, 2013). Sedangkan di Puskesmas Koto Baru tahun 2015 (Triwulan I) jumlah hipertensi sebesar 159 kasus. Saat survey awal pada 15 lansia penderita hipertensi, 6 orang patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 9 lainnya menggunakan obat apabila ada keluhan, dan diantara 6 orang yang patuh, 3 rutin melakukan senam dan 3 lainnya tidak rutin. Sedangkan dari 9 orang yang tidak patuh, 2 rutin melaksanakan senam, dan 7 tidak rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi dan Senam Lansia pada Penderita Hipertensi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret – September 2015 di Poli Lansia Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia (55-70) yang dikelola dalam program obat antihipertensi dari 3 bulan terakhir (Mei, Juni, Juli 2015) sebanyak 70 orang. Teknik Pengambilan Sampel adalah dengan total populasi. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 28 Agustus–11 September 2015. Analisa data univariat dengan statistik deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 35,7% responden tidak patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 52,9% responden tidak rutin melakukan senam, dan 38,6% responden menderita hipertensi berat. Kemudian hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ada hubungan kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi (p = 0,000), senam (p = 0,002), dengan beratnya hipertensi pada lansia. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Koto Baru untuk melakukan penyuluhan hipertensi, dan mensosialisasikan bahwa pentingnya melakukan senam dengan teratur. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan melihat hubungan dukungan keluarga dan petugas kesehatan terhadap hipertensi. Daftar pustaka : 34 (2002 - 2014) Kata kunci : hipertensi, kepatuhan, senam lansia simple past tense

Indonesio

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA SAINTIKA PADANG Skripsi, 06 September 2015 LILIS PRATAMI ZUSMAR Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Dan Senam Lansia Terhadap Penderita Hipertensi xiii + 94 Halaman + 2 Bagan + 10 tabel + 13 Lampiran ABSTRAK Menurut WHO satu milyar orang didunia menderita hipertensi, 2/3 diantaranya berada dinegara berpenghasilan rendah-sedang, kemungkinan menjadi 29,2% ditahun 2025 (WHO 2013). Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 26,5% dan di Kota Jambi mencapai 24,6% (RISKESDAS, 2013). Sedangkan di Puskesmas Koto Baru tahun 2015 (Triwulan I) jumlah hipertensi sebesar 159 kasus. Saat survey awal pada 15 lansia penderita hipertensi, 6 orang patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 9 lainnya menggunakan obat apabila ada keluhan, dan diantara 6 orang yang patuh, 3 rutin melakukan senam dan 3 lainnya tidak rutin. Sedangkan dari 9 orang yang tidak patuh, 2 rutin melaksanakan senam, dan 7 tidak rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi dan Senam Lansia pada Penderita Hipertensi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret – September 2015 di Poli Lansia Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia (55-70) yang dikelola dalam program obat antihipertensi dari 3 bulan terakhir (Mei, Juni, Juli 2015) sebanyak 70 orang. Teknik Pengambilan Sampel adalah dengan total populasi. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 28 Agustus–11 September 2015. Analisa data univariat dengan statistik deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 35,7% responden tidak patuh dalam penggunaan obat antihipertensi, 52,9% responden tidak rutin melakukan senam, dan 38,6% responden menderita hipertensi berat. Kemudian hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ada hubungan kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi (p = 0,000), senam (p = 0,002), dengan beratnya hipertensi pada lansia. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Koto Baru untuk melakukan penyuluhan hipertensi, dan mensosialisasikan bahwa pentingnya melakukan senam dengan teratur. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan melihat hubungan dukungan keluarga dan petugas kesehatan terhadap hipertensi. Daftar pustaka : 34 (2002 - 2014) Kata kunci : hipertensi, kepatuhan, senam lansia simple past tense

Última actualización: 2015-10-09
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Inglés

HUBUNGAN PERAN KADER (DILIHAT DARI PERSEPSI IBU BALITA) DENGAN KEAKTIFAN IBU BALITA DATANG KE POSYANDU DI DESA TEMBARAK KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2014 Oleh : IRA DARATIH Seorang kader posyandu tidak hanya melakukan kegiatan pada saat pelaksanaan posyandu, melainkan harus selalu tanggap dan peduli dengan masalah kesehatan ibu dan anak di lingkungannya. Kader mempunyai peran besar dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya sendiri untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Kader berperan juga dalam pembinaan masyarakat di bidang kesehatan melalui kegiatan yang dilakukan di posyandu. Metode yang dilakukan penulis adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple random sampling sebanyak 74 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan register bayi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan nilai ρ value < α (0,05). Berdasarkan tabulasi silang, dapat diinterpretasikan bahwa kader yang berperan dan ibu balita aktif sebanyak 54 (72,91%), kader yang berperan dan ibu balita tidak aktif sebanyak 5 (6,76%), kader yang tidak berperan dan ibu balita aktif sebanyak 7 (9,46%), kader yang tidak berperan dan ibu balita tidak aktif sebanyak 8 (10,87 %), terdapat responden yang mengatakan kader berperan namun ibu balita tidak aktif datang ke posyandu. Hal ini dikarenakan pada saat diadakannya kegiatan posyandu ibu balita sedang bekerja dan ada tingkat pendidikan ibu rendah. Maka ibu balita tersebut perlu diberikan penyuluhan dan konseling tentang pentingnya datang ke posyandu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah H0 ditolak, artinya ada hubungan peran kader (dilihat dari persepsi ibu balita) terhadap keaktifan ibu balita ke posyandu di Desa Tembarak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2014. Kunci : Peran Kader, Keaktifan Ibu Balita

Indonesio

saya dan teman-teman saya mengadakan acara sebulan yang lalu

Última actualización: 2014-07-18
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Inglés

Membahas tuntas Kota Banyuwangi, akan terkuak sebuah suku yang memiliki kesenian unik, yaitu Suku Using. Masyarakat Using adalah keturunan Kerajaan Blambangan, mereka memiliki kesenian Kebo-Keboan yang merupakan suatu permohonan kepada Tuhan agar panen mereka subur dan dijauhi dari malapetaka. Meski zaman kian beralih, namun setiap tahun masyarakat Banyuwangi berupaya keras mempertahankan kemurnian dan kesakralan kebudayaan mereka. Konon, tradisi ini dimulai sejak abad-18, ketika itu masyarakat Desa Alasmalang dilanda musibah wabah penyakit berkepanjangan yang disebut brindeng atau pagebluk. Peyakit ini tidak ditemukan obatnya, bagi yang terkena pada pagi hari, maka sore harinya akan mati, jika malam kena, paginya akan mati, begitulah seterusnya. Selain itu, masyarakat Alasmalang yang sebagian besar bermata pencaharian petani itu pun lahan pertaniannya dilanda hama tikus yang amat besar, mereka terancam gagal panen. Bertindaklah salah satu sepuh desa, yaitu Mbah Buyut Karti untuk mengambil tindakan, guna melenyapkan penyakit pagebluk dan hama tikus tersebut. Ia menggelar ruwatan atau ritual, beberapa orang manusia didandani seperti kerbau, dari sinilah kemudian nama “Kebo-Keboan” muncul. Mengapa kerbau? Ya, karena kerbau merupakan hewan yang diakui sebagai mitra petani di sawah, kerbau yang diperankan manusia itu melambangkan betapa hubungan mitra antara petani dengan kerbau harus dipertahankan. Seluruh tubuh didandani dengan coretan hitam dari arang, lengkap dengan tanduk kerbau, ini juga sebagai simbol yang menunjukan bahwa kerbau merupakan tumpuan mata pencaharian masyarakat Alasmalang yang mayoritas sebagai petani. Ritual Kebo-Keboan terbagi atas beberapa tahapan, tujuh hari sebelum pelaksanaan, sang pawang melakukan meditasi di beberapa tempat yang dianggap keramat, yaitu, di Watu Loso (sebuah batu yang berbentuk seperti tikar), Watu Gajah (batu yang berbentuk seperti gajah) dan Watu Tumpeng (batu yang berbentuk seperti tumpeng). Pawang tersebut haruslah keturunan Mbah Buyut Karti, ia juga diwajibkan menyediakan sesaji yang terdiri dari tumpeng, peras, air kendi, kinang ayu, aneka jenang hingga inkung ayam, serta kue, dan nasi tumpeng yang nantinya dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Rombongan peserta ritual berjuluk Ider Bumi ini akan berjalan menuju bendungan yang dibuka sehingga air mengaliri jalanan yang telah ditanami palawija. Aroma kemenyan tercium sesaat lepas dupa dibakar menemani hingga proses ritual selesai. Rombongan kerbau tersebut kemudian berkubang dan membajak sawah seperti pada umumnya yang diikuti oleh beberapa orang pemuda yang menanami benih padi. Puncaknya adalah ketika warga berebut benih padi yang ditanam tadi, namun itu tidak mudah karena “kerbau-kerbau” yang sudah diberi mantra akan secara beringas menyeruduk warga yang berusaha mengambil benih padi tadi. Benih padi dipercaya sebagai penolak bala, mendatangkan keberuntungan dan membawa berkah. Tradisi ini diakhiri dengan pagelaran wayang kulit malam harinya. Unsur mistik dalam tradisi Kebo-Keboan memang masih kental. Sesajen harus dipenuhi tanpa ada yang kurang, jika itu terjadi tidak jarang akan terjadi kesurupan. Walaupun begitu, tradisi ini sarat akan nilai kebersamaan, ketelitian, gotong royong, dan religious, tak heran jika masih dipertahankan oleh masyarakat Banyuwangi. (Laras)

Indonesio

matur nuwun

Última actualización: 2013-09-24
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Wikipedia

Inglés

untuk cinta Saya minta maaf sebab sampai saat ini saya belum bisa membantu kamu untuk kontak bank yang km maksud, karena saya masih binggung !!!, karena untuk urusa nuang di bank tidak semudah yang kita bayangkan, karena secara lahir kalau saya d tanya siapa saya dan apa urusan saya untuk menanyakan hal tersebut, mana surat kuasa dan juga apa hubungan saya dengan kamu, itu yang jadi masalah. dan saya sudah hubungi no telpon milik pendeta yang kamu berikan tapi saya kontak tidak ada jawaban. dari saya tribudiyanto

Indonesio

melakukanhal yang benar

Última actualización: 2012-10-22
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Wikipedia

Obtenga una traducción de calidad con
4,401,923,520 contribuciones humanas

Usuarios que están solicitando ayuda en este momento:



Utilizamos cookies para mejorar nuestros servicios. Al continuar navegando está aceptando su uso. Más información. De acuerdo