Preguntar a Google

Usted buscó: pelaksanaan (Inglés - Indonesio)

Contribuciones humanas

De traductores profesionales, empresas, páginas web y repositorios de traducción de libre uso.

Añadir una traducción

Inglés

Indonesio

Información

Inglés

Menurut world health organization (WHO), salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin adalah preeklampsia, angka kejadiannya berkisar antara 0,51%-38,4%. Di negara maju angka kejadian preeklampsia berkisar 6-7% dan eklampsia 0,1-0,7% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan preeklampsia di rumah sakit umum bahteramas provinsi sulawesi tenggara tahun 2016. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan survey dan observasi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 02 mei- 11 mei 2016. Populasi dalm penelitian ini yaitu bidan diruang delima sebanyak 36 orang bidan dan trknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 orang bidan. Hasil penelitian: gambaran penatalaksanaan asuhan kebidanan hasil survey pengetahuan pada tahap pengkajian pada bidan L kategori baik dan hasil observasi kategori kurang, hasil survey pengetahuan pada tahap diagnosa masalah aktual pada bidan L kategori baik dan hasil observasi kategori kurang, hasil survey pengetahuan pada tahap identifikasi masalah potensial pada bidan L kategori baik dan hasil observasi kategori kurang, hasil survey pengetahuan pada tahap antisipasi tindakan segera/kolaborasi pada bidan L dan A secara survey kategori baik dan hasil observasi kategori kurang, hasil survey pengetahuan pada tahap perencanaan pada bidan S kategori baik dan hasil observasi kategori kurang, hasil survey pada tahap pelaksanaan pada bidan S kategori baik dan hasil observasi kategori kurang, hasil survey pada tahap evaluasi pada bidan S kategorí baik dan hasil observasi kategori kurang. Simpulan, meningkatkan keterampilan, kesiagaan dan kecakapan bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan preeklampsia.

Indonesio

google terjemahan indonesia inggris

Última actualización: 2016-07-15
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Inglés

IbM KELOMPOK USAHA MASYARAKAT PENGRAJIN MANAJEMEN SOFT SKIIL DAN LIFE SKIIL KEWIRAUSAHAAN WARGA PENGRAJIN ALAT-ALAT DAPUR BAHAN DRUM DAN STAINLES Kp. CIBUNAR GIRANG Ds.CIBUNAR KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT Oleh : Jajang Jaenudin, S.Ag,.MM,.M.Pd Abstrak Kegiatan IbM untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada warga masyarakat usaha kerajinan usaha alat-alat masak dapur dari bahan drum dan stainles di Kampung Cibunar Girang Desa Cibunar Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan motivasi wirausaha pengrajin; 2) meningkatkan pemahaman tentang perencanaan bisnis dan manajemen usaha pengrajin; 3) meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam teknik produksi dan pemasaran; dan 4) mengembangkan jejaring kewirausahaan warga masyarakat untuk menopang pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah : 1) meningkatkan jiwa entrepreneurship warga masyarakat sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok usaha pengrajin; 2) kelompok usaha warga masyarakat pengrajin memiliki kemampuan perencanaan niaga; 3) meningkatnya kemampuan kelompok usaha pengrajin warga masyarakat dalam melakukan pelaksanaan niaga; 4) memperluas jalinan kerjasama niaga; 5) bentuk pengrajin usaha warga masyarakat ini dijadikan model pengembangan wirausaha warga masyarakat daerah yang berkontribusi pada pemberdayaan masyakarat daerah; dan 6) bisa membuktikan dalam meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa AMIK Garut dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah. Kata Kunci : IbM , Manajemen Soft Skiil dan Life Skill, pengrajin, Alat-alat masak dapur bahan drum dan stainles

Indonesio

IbM KELOMPOK USAHA MASYARAKAT PENGRAJIN MANAJEMEN SOFT SKIIL DAN LIFE SKIIL KEWIRAUSAHAAN WARGA PENGRAJIN ALAT-ALAT DAPUR BAHAN DRUM DAN STAINLES Kp. CIBUNAR GIRANG Ds.CIBUNAR KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT Oleh : Jajang Jaenudin, S.Ag,.MM,.M.Pd Abstrak Kegiatan IbM untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada warga masyarakat usaha kerajinan usaha alat-alat masak dapur dari bahan drum dan stainles di Kampung Cibunar Girang Desa Cibunar Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan motivasi wirausaha pengrajin; 2) meningkatkan pemahaman tentang perencanaan bisnis dan manajemen usaha pengrajin; 3) meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam teknik produksi dan pemasaran; dan 4) mengembangkan jejaring kewirausahaan warga masyarakat untuk menopang pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah : 1) meningkatkan jiwa entrepreneurship warga masyarakat sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok usaha pengrajin; 2) kelompok usaha warga masyarakat pengrajin memiliki kemampuan perencanaan niaga; 3) meningkatnya kemampuan kelompok usaha pengrajin warga masyarakat dalam melakukan pelaksanaan niaga; 4) memperluas jalinan kerjasama niaga; 5) bentuk pengrajin usaha warga masyarakat ini dijadikan model pengembangan wirausaha warga masyarakat daerah yang berkontribusi pada pemberdayaan masyakarat daerah; dan 6) bisa membuktikan dalam meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa AMIK Garut dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah. Kata Kunci : IbM , Manajemen Soft Skiil dan Life Skill, pengrajin, Alat-alat masak dapur bahan drum dan stainles google translet

Última actualización: 2015-04-29
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Inglés

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran pelaksanaan bimbingan kelompok dan kondisi riil keterbukaan diri siswa, (2) tersusunnya model bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa, (3) mengetahui efektifitas pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model bimbingan kelompok dengan tekhnik penyelesaian masalah untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa diujicobakan kepada 10 siswa yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling.

Indonesio

Tiping and lageuage

Última actualización: 2014-07-22
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Inglés

HUBUNGAN PERAN KADER (DILIHAT DARI PERSEPSI IBU BALITA) DENGAN KEAKTIFAN IBU BALITA DATANG KE POSYANDU DI DESA TEMBARAK KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2014 Oleh : IRA DARATIH Seorang kader posyandu tidak hanya melakukan kegiatan pada saat pelaksanaan posyandu, melainkan harus selalu tanggap dan peduli dengan masalah kesehatan ibu dan anak di lingkungannya. Kader mempunyai peran besar dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya sendiri untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Kader berperan juga dalam pembinaan masyarakat di bidang kesehatan melalui kegiatan yang dilakukan di posyandu. Metode yang dilakukan penulis adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple random sampling sebanyak 74 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan register bayi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan nilai ρ value < α (0,05). Berdasarkan tabulasi silang, dapat diinterpretasikan bahwa kader yang berperan dan ibu balita aktif sebanyak 54 (72,91%), kader yang berperan dan ibu balita tidak aktif sebanyak 5 (6,76%), kader yang tidak berperan dan ibu balita aktif sebanyak 7 (9,46%), kader yang tidak berperan dan ibu balita tidak aktif sebanyak 8 (10,87 %), terdapat responden yang mengatakan kader berperan namun ibu balita tidak aktif datang ke posyandu. Hal ini dikarenakan pada saat diadakannya kegiatan posyandu ibu balita sedang bekerja dan ada tingkat pendidikan ibu rendah. Maka ibu balita tersebut perlu diberikan penyuluhan dan konseling tentang pentingnya datang ke posyandu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah H0 ditolak, artinya ada hubungan peran kader (dilihat dari persepsi ibu balita) terhadap keaktifan ibu balita ke posyandu di Desa Tembarak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2014. Kunci : Peran Kader, Keaktifan Ibu Balita

Indonesio

saya dan teman-teman saya mengadakan acara sebulan yang lalu

Última actualización: 2014-07-18
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Inglés

Membahas tuntas Kota Banyuwangi, akan terkuak sebuah suku yang memiliki kesenian unik, yaitu Suku Using. Masyarakat Using adalah keturunan Kerajaan Blambangan, mereka memiliki kesenian Kebo-Keboan yang merupakan suatu permohonan kepada Tuhan agar panen mereka subur dan dijauhi dari malapetaka. Meski zaman kian beralih, namun setiap tahun masyarakat Banyuwangi berupaya keras mempertahankan kemurnian dan kesakralan kebudayaan mereka. Konon, tradisi ini dimulai sejak abad-18, ketika itu masyarakat Desa Alasmalang dilanda musibah wabah penyakit berkepanjangan yang disebut brindeng atau pagebluk. Peyakit ini tidak ditemukan obatnya, bagi yang terkena pada pagi hari, maka sore harinya akan mati, jika malam kena, paginya akan mati, begitulah seterusnya. Selain itu, masyarakat Alasmalang yang sebagian besar bermata pencaharian petani itu pun lahan pertaniannya dilanda hama tikus yang amat besar, mereka terancam gagal panen. Bertindaklah salah satu sepuh desa, yaitu Mbah Buyut Karti untuk mengambil tindakan, guna melenyapkan penyakit pagebluk dan hama tikus tersebut. Ia menggelar ruwatan atau ritual, beberapa orang manusia didandani seperti kerbau, dari sinilah kemudian nama “Kebo-Keboan” muncul. Mengapa kerbau? Ya, karena kerbau merupakan hewan yang diakui sebagai mitra petani di sawah, kerbau yang diperankan manusia itu melambangkan betapa hubungan mitra antara petani dengan kerbau harus dipertahankan. Seluruh tubuh didandani dengan coretan hitam dari arang, lengkap dengan tanduk kerbau, ini juga sebagai simbol yang menunjukan bahwa kerbau merupakan tumpuan mata pencaharian masyarakat Alasmalang yang mayoritas sebagai petani. Ritual Kebo-Keboan terbagi atas beberapa tahapan, tujuh hari sebelum pelaksanaan, sang pawang melakukan meditasi di beberapa tempat yang dianggap keramat, yaitu, di Watu Loso (sebuah batu yang berbentuk seperti tikar), Watu Gajah (batu yang berbentuk seperti gajah) dan Watu Tumpeng (batu yang berbentuk seperti tumpeng). Pawang tersebut haruslah keturunan Mbah Buyut Karti, ia juga diwajibkan menyediakan sesaji yang terdiri dari tumpeng, peras, air kendi, kinang ayu, aneka jenang hingga inkung ayam, serta kue, dan nasi tumpeng yang nantinya dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Rombongan peserta ritual berjuluk Ider Bumi ini akan berjalan menuju bendungan yang dibuka sehingga air mengaliri jalanan yang telah ditanami palawija. Aroma kemenyan tercium sesaat lepas dupa dibakar menemani hingga proses ritual selesai. Rombongan kerbau tersebut kemudian berkubang dan membajak sawah seperti pada umumnya yang diikuti oleh beberapa orang pemuda yang menanami benih padi. Puncaknya adalah ketika warga berebut benih padi yang ditanam tadi, namun itu tidak mudah karena “kerbau-kerbau” yang sudah diberi mantra akan secara beringas menyeruduk warga yang berusaha mengambil benih padi tadi. Benih padi dipercaya sebagai penolak bala, mendatangkan keberuntungan dan membawa berkah. Tradisi ini diakhiri dengan pagelaran wayang kulit malam harinya. Unsur mistik dalam tradisi Kebo-Keboan memang masih kental. Sesajen harus dipenuhi tanpa ada yang kurang, jika itu terjadi tidak jarang akan terjadi kesurupan. Walaupun begitu, tradisi ini sarat akan nilai kebersamaan, ketelitian, gotong royong, dan religious, tak heran jika masih dipertahankan oleh masyarakat Banyuwangi. (Laras)

Indonesio

matur nuwun

Última actualización: 2013-09-24
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Wikipedia

Inglés

TranslationDines Muni , 2012. Perubahan Sosial Dalam Budaya Kwe Onggo Pugwi Pada Masyarakat Suku Dani Kota Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua. (di bawah bimbingan Prof. Dr. J. H. Goni sebagai ketua, Dr. Ir. Charles R. Ngangi,MS dan Dr. Drs. J. Lumolos Msi masing-masing sebagai anggota). RINGKASAN Kemajuan masyarakat Papua dari berbagai aspek, telah banyak memberi perubahan positif yang disebabkan oleh teknologi, pendidikan sosial, politik dan ekonomi. Kemajuan tersebut memberi konsekwensi perubahan persepsi terhadap budaya masyarakat. Diketahui budaya suku Dani sangat beragam dan pengaruh tersebut dikhawatirkan akan berimbas terhadap pelaksanaan budaya Kwe Onggo pugwi dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kekhawatiran tersebut, sehingga masalah pokok adalah : bagaimana budaya Kwe Onggo pugwi dalam masyarakat suku Dani dan bagaimana dampak perubahan sosial masyarakat terhadap budaya Kwe Onggo pugwi? Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana budaya Kwe Onggo pugwi Tiom Kota dan Pedesaan Distrik Gamelia, kemudian untuk mengkaji dampak perubahan sosial dalam budaya Kwe Onggo pugwi. Manfaat utama penelitian ini adalah diharapkan dapat mengangkat budaya ini serta mengembalikan persepsi masyarakat yang sesuai dengan makna yang terkandung didalamnya. Seyogianya seluruh masyarakat harus mengapresiasikannya, agar akan semakin eksis walaupun dipengaruhi oleh berbagai perubahan sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi baigi pembangunan masyarakat suku Dani di provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang datanya diperoleh melalui wawancara terstruktur (format-wawancara) dan berbagai informasi lainnya. Lokasi penelitian yaitu kabupaten lanny jaya dengan memilih dua Distrik yang terletak di kota yaitu Tiom Kota dan Distrik Gamelia di daerah pedesaan yaitu Distri Gamelia. Jumlah informan yang menjadi responden adalah 30 orang yang mewakili seluruh unsur masyarakat suku Dani. Teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif dengan menggunakan kata- kata (naratif) melalui tahapan editing, klasifikasi, pengkodean dan tabulasi. Hasil penelitian terhadap 30 informan diperoleh keterangan tentang pengaruh perubahan sosial terhadap pelaksanaan budaya Kwe Onggo pugwi yang telah mengalami perubahan persepsi, sikap, orientasi, tujuan dan nilai-nilai yang dikandungnya. Beberapa penyebab perubahan antara lain adalah proses modernisasi, peranan misionaris, pembukaan pos pemerintah Belanda yang konsekwensinya terjadi perubahan berarti terhadap pendidikan, sosial ekonomi dan lain-lain. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi tahapan pelaksanaan budaya Kwe Onggo mulai dari pra peminangan, peminangan pelaksanaan perkawinan (secara adat dan gereja), antar mas kawin dan pasca perkawinan. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah budaya Kwe Onggo pugwi masih memiliki peran yang penting dalam masyarakat suku Dani. Pelaksanaannya telah mengalami penyesuaian khususnya akibat masuknya Injil dan pengaruh pendidikan serta ekonomi. Oleh karma itu disarankan bahwa perlunya kesamaan memahami dan melestarikan dalam melaksanakan budaya tersebut hingga tidak mengaburkan makna dan nilai-nilai yang dikandungnya. Orang tua yang lebih arif dalam melaksanakannya, sehingga tidak menyimpang atau cenderung lebih menonjolkan sikap materialists. Gereja dan pemerintah perlu mendukung dan dapat menjadi facilitator dalam pelaksanaan dan pelestariannya.

Indonesio

TerjemahanDines Muni , 2012. Perubahan Sosial Dalam Budaya Kwe Onggo Pugwi Pada Masyarakat Suku Dani Kota Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua. (di bawah bimbingan Prof. Dr. J. H. Goni sebagai ketua, Dr. Ir. Charles R. Ngangi,MS dan Dr. Drs. J. Lumolos Msi masing-masing sebagai anggota). RINGKASAN Kemajuan masyarakat Papua dari berbagai aspek, telah banyak memberi perubahan positif yang disebabkan oleh teknologi, pendidikan sosial, politik dan ekonomi. Kemajuan tersebut memberi konsekwensi perubahan persepsi terhadap budaya masyarakat. Diketahui budaya suku Dani sangat beragam dan pengaruh tersebut dikhawatirkan akan berimbas terhadap pelaksanaan budaya Kwe Onggo pugwi dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kekhawatiran tersebut, sehingga masalah pokok adalah : bagaimana budaya Kwe Onggo pugwi dalam masyarakat suku Dani dan bagaimana dampak perubahan sosial masyarakat terhadap budaya Kwe Onggo pugwi? Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana budaya Kwe Onggo pugwi Tiom Kota dan Pedesaan Distrik Gamelia, kemudian untuk mengkaji dampak perubahan sosial dalam budaya Kwe Onggo pugwi. Manfaat utama penelitian ini adalah diharapkan dapat mengangkat budaya ini serta mengembalikan persepsi masyarakat yang sesuai dengan makna yang terkandung didalamnya. Seyogianya seluruh masyarakat harus mengapresiasikannya, agar akan semakin eksis walaupun dipengaruhi oleh berbagai perubahan sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi baigi pembangunan masyarakat suku Dani di provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang datanya diperoleh melalui wawancara terstruktur (format-wawancara) dan berbagai informasi lainnya. Lokasi penelitian yaitu kabupaten lanny jaya dengan memilih dua Distrik yang terletak di kota yaitu Tiom Kota dan Distrik Gamelia di daerah pedesaan yaitu Distri Gamelia. Jumlah informan yang menjadi responden adalah 30 orang yang mewakili seluruh unsur masyarakat suku Dani. Teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif dengan menggunakan kata- kata (naratif) melalui tahapan editing, klasifikasi, pengkodean dan tabulasi. Hasil penelitian terhadap 30 informan diperoleh keterangan tentang pengaruh perubahan sosial terhadap pelaksanaan budaya Kwe Onggo pugwi yang telah mengalami perubahan persepsi, sikap, orientasi, tujuan dan nilai-nilai yang dikandungnya. Beberapa penyebab perubahan antara lain adalah proses modernisasi, peranan misionaris, pembukaan pos pemerintah Belanda yang konsekwensinya terjadi perubahan berarti terhadap pendidikan, sosial ekonomi dan lain-lain. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi tahapan pelaksanaan budaya Kwe Onggo mulai dari pra peminangan, peminangan pelaksanaan perkawinan (secara adat dan gereja), antar mas kawin dan pasca perkawinan. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah budaya Kwe Onggo pugwi masih memiliki peran yang penting dalam masyarakat suku Dani. Pelaksanaannya telah mengalami penyesuaian khususnya akibat masuknya Injil dan pengaruh pendidikan serta ekonomi. Oleh karma itu disarankan bahwa perlunya kesamaan memahami dan melestarikan dalam melaksanakan budaya tersebut hingga tidak mengaburkan makna dan nilai-nilai yang dikandungnya. Orang tua yang lebih arif dalam melaksanakannya, sehingga tidak menyimpang atau cenderung lebih menonjolkan sikap materialists. Gereja dan pemerintah perlu mendukung dan dapat menjadi facilitator dalam pelaksanaan dan pelestariannya.

Última actualización: 2012-05-29
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Wikipedia

Obtenga una traducción de calidad con
4,401,923,520 contribuciones humanas

Usuarios que están solicitando ayuda en este momento:



Utilizamos cookies para mejorar nuestros servicios. Al continuar navegando está aceptando su uso. Más información. De acuerdo