Pergunte ao Google

Você procurou por: sel meluap (Inglês - Indonésio)

Contribuições humanas

A partir de tradutores profissionais, empresas, páginas da web e repositórios de traduções disponíveis gratuitamente

Adicionar uma tradução

Inglês

Indonésio

Informações

Inglês

itamin b kompleks adalah 8 vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. dalam sejarahnya vitamin b pernah diduga mempunyai satu tipe

Indonésio

terjemahan bahasa indonesia ke bahasa inggeris

Última atualização: 2016-10-14
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Inglês

Wanita pasti pernah mendengar kata skin care. Ada dua jenis perawatan kulit, ada yang alkohol dan ada yang tidak. Kita sering mendengar bahwa kandungan alkohol dalam skin care kurang baik untuk kulit, namun jika kita dapat membedakan jenis alkohol tersebut tidak akan merusak kulit kita. Ada beberapa jenis alkohol buruk seperti methanol, ethanol, dan benzyl alcohol, dan ada juga jenis alkohol yang baik seperti lauryl alcohol, miristyl alcohol, , dan cetyl alcohol, alkohol ini diekstrak dari lemak alami seperti kelapa. Menggunakan skincare berbahan dasar alkohol, kulit wajah kita pasti akan terasa kering setelah menggunakan produk tersebut. Alkohol juga membantu menghilangkan minyak alami dari wajah kita yang sebenarnya berfungsi melindungi kulit kita dari bakteri dan iritasi. Kulit kering dan teriritasi akan memperburuk produksi minyak di wajah, menyumbat pori-pori, dan menimbulkan munculnya jerawat. Kita bisa menggunakan perawatan kulit beralkohol dengan cara kita harus memperhatikan persentase alkohol dalam perawatan kulit kita. Alkohol dapat menyebabkan kematian sel kulit dengan menunjukkan adanya peradangan pada kulit seperti kemerahan pada wajah. Mengapa bisa merusak kulit kita? Karena saat kita menggunakan produk kita tidak memperhatikan dosis yang tertera pada skincare tersebut. Semakin tinggi dosis alkohol dan lamanya waktu penggunaannya, semakin tinggi kerusakan sel kulit yang akan ditimbulkan. Jika kita menggunakan perawatan kulit yang mengandung sekitar 5 persen alkohol atau kurang, ada kemungkinan dosis kecil ini tidak akan membuat kulit kita kering dan aman digunakan. Kerusakan kulit permanen dapat disebabkan oleh produk yang tidak dijamin keasliannya dan kurangnya pengetahuan tentang masalah kulit serta kandungan yang terkandung dalam skincare itu sendiri. Dan tentunya jika menggunakan skincare yang mengandung bahan-bahan seperti ethanol dalam waktu lama bisa merusak kulit bahkan bisa menyebabkan apoptosis. Apoptosi adalah sel kulit yang menrosot dan tidak dapat berkembang dan menjadi mati. Oleh karena itu sebelum memilih skincare tanyakan dulu atau bisa konsultasi skincare apa yang cocok untuk tiap kulit. Jadi kesimpulan saya adalah kita harus jeli dalam memilih skincare. Jika kita hanya memilih yang baik akan memperburuk wajah kita. Saya ingatkan kembali kita semua, skincare yang mengandung alkohol tidak semuanya buruk, hanya kita yang belum bisa memilih skincare yang cocok untuk wajah kita. Semoga dari informasi di atas kita semua bisa merawat dan bisa memilih skincare yang baik dan sesuai.

Indonésio

Wanita pasti pernah mendengar kata skin care. Ada dua jenis perawatan kulit, ada yang alkohol dan ada yang tidak. Kita sering mendengar bahwa kandungan alkohol dalam skin care kurang baik untuk kulit, namun jika kita dapat membedakan jenis alkohol tersebut tidak akan merusak kulit kita. Ada beberapa jenis alkohol buruk seperti methanol, ethanol, dan benzyl alcohol, dan ada juga jenis alkohol yang baik seperti lauryl alcohol, miristyl alcohol, , dan cetyl alcohol, alkohol ini diekstrak dari lemak alami seperti kelapa. Menggunakan skincare berbahan dasar alkohol, kulit wajah kita pasti akan terasa kering setelah menggunakan produk tersebut. Alkohol juga membantu menghilangkan minyak alami dari wajah kita yang sebenarnya berfungsi melindungi kulit kita dari bakteri dan iritasi. Kulit kering dan teriritasi akan memperburuk produksi minyak di wajah, menyumbat pori-pori, dan menimbulkan munculnya jerawat. Kita bisa menggunakan perawatan kulit beralkohol dengan cara kita harus memperhatikan persentase alkohol dalam perawatan kulit kita. Alkohol dapat menyebabkan kematian sel kulit dengan menunjukkan adanya peradangan pada kulit seperti kemerahan pada wajah. Mengapa bisa merusak kulit kita? Karena saat kita menggunakan produk kita tidak memperhatikan dosis yang tertera pada skincare tersebut. Semakin tinggi dosis alkohol dan lamanya waktu penggunaannya, semakin tinggi kerusakan sel kulit yang akan ditimbulkan. Jika kita menggunakan perawatan kulit yang mengandung sekitar 5 persen alkohol atau kurang, ada kemungkinan dosis kecil ini tidak akan membuat kulit kita kering dan aman digunakan. Kerusakan kulit permanen dapat disebabkan oleh produk yang tidak dijamin keasliannya dan kurangnya pengetahuan tentang masalah kulit serta kandungan yang terkandung dalam skincare itu sendiri. Dan tentunya jika menggunakan skincare yang mengandung bahan-bahan seperti ethanol dalam waktu lama bisa merusak kulit bahkan bisa menyebabkan apoptosis. Apoptosi adalah sel kulit yang menrosot dan tidak dapat berkembang dan menjadi mati. Oleh karena itu sebelum memilih skincare tanyakan dulu atau bisa konsultasi skincare apa yang cocok untuk tiap kulit. Jadi kesimpulan saya adalah kita harus jeli dalam memilih skincare. Jika kita hanya memilih yang baik akan memperburuk wajah kita. Saya ingatkan kembali kita semua, skincare yang mengandung alkohol tidak semuanya buruk, hanya kita yang belum bisa memilih skincare yang cocok untuk wajah kita. Semoga dari informasi di atas kita semua bisa merawat dan bisa memilih skincare yang baik dan sesuai.

Última atualização: 2020-10-21
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo

Inglês

Wanita pasti pernah mendengar kata skin care. Ada dua jenis perawatan kulit, ada yang alkohol dan ada yang tidak. Kita sering mendengar bahwa kandungan alkohol dalam skin care kurang baik untuk kulit, namun jika kita dapat membedakan jenis alkohol tersebut tidak akan merusak kulit kita. Ada beberapa jenis alkohol buruk seperti methanol, ethanol, dan benzyl alcohol, dan ada juga jenis alkohol yang baik seperti lauryl alcohol, miristyl alcohol, , dan cetyl alcohol, alkohol ini diekstrak dari lemak alami seperti kelapa. Menggunakan skincare berbahan dasar alkohol, kulit wajah kita pasti akan terasa kering setelah menggunakan produk tersebut. Alkohol juga membantu menghilangkan minyak alami dari wajah kita yang sebenarnya berfungsi melindungi kulit kita dari bakteri dan iritasi. Kulit kering dan teriritasi akan memperburuk produksi minyak di wajah, menyumbat pori-pori, dan menimbulkan munculnya jerawat. Kita bisa menggunakan perawatan kulit beralkohol dengan cara kita harus memperhatikan persentase alkohol dalam perawatan kulit kita. Alkohol dapat menyebabkan kematian sel kulit dengan menunjukkan adanya peradangan pada kulit seperti kemerahan pada wajah. Mengapa bisa merusak kulit kita? Karena saat kita menggunakan produk kita tidak memperhatikan dosis yang tertera pada skincare tersebut. Semakin tinggi dosis alkohol dan lamanya waktu penggunaannya, semakin tinggi kerusakan sel kulit yang akan ditimbulkan. Jika kita menggunakan perawatan kulit yang mengandung sekitar 5 persen alkohol atau kurang, ada kemungkinan dosis kecil ini tidak akan membuat kulit kita kering dan aman digunakan. Kerusakan kulit permanen dapat disebabkan oleh produk yang tidak dijamin keasliannya dan kurangnya pengetahuan tentang masalah kulit serta kandungan yang terkandung dalam skincare itu sendiri. Dan tentunya jika menggunakan skincare yang mengandung bahan-bahan seperti ethanol dalam waktu lama bisa merusak kulit bahkan bisa menyebabkan apoptosis. Apoptosi adalah sel kulit yang menrosot dan tidak dapat berkembang dan menjadi mati. Oleh karena itu sebelum memilih skincare tanyakan dulu atau bisa konsultasi skincare apa yang cocok untuk tiap kulit. Jadi kesimpulan saya adalah kita harus jeli dalam memilih skincare. Jika kita hanya memilih yang baik akan memperburuk wajah kita. Saya ingatkan kembali kita semua, skincare yang mengandung alkohol tidak semuanya buruk, hanya kita yang belum bisa memilih skincare yang cocok untuk wajah kita. Semoga dari informasi di atas kita semua bisa merawat dan bisa memilih skincare yang baik dan sesuai. Wanita pasti pernah mendengar kata skin care. Ada dua jenis perawatan kulit, ada yang alkohol dan ada yang tidak. Kita sering mendengar bahwa kandungan alkohol dalam skin care kurang baik untuk kulit, namun jika kita dapat membedakan jenis alkohol tersebut tidak akan merusak kulit kita. Ada beberapa jenis alkohol buruk seperti methanol, ethanol, dan benzyl alcohol, dan ada juga jenis alkohol yang baik seperti lauryl alcohol, miristyl alcohol, , dan cetyl alcohol, alkohol ini diekstrak dari lemak alami seperti kelapa. Menggunakan skincare berbahan dasar alkohol, kulit wajah kita pasti akan terasa kering setelah menggunakan produk tersebut. Alkohol juga membantu menghilangkan minyak alami dari wajah kita yang sebenarnya berfungsi melindungi kulit kita dari bakteri dan iritasi. Kulit kering dan teriritasi akan memperburuk produksi minyak di wajah, menyumbat pori-pori, dan menimbulkan munculnya jerawat. Kita bisa menggunakan perawatan kulit beralkohol dengan cara kita harus memperhatikan persentase alkohol dalam perawatan kulit kita. Alkohol dapat menyebabkan kematian sel kulit dengan menunjukkan adanya peradangan pada kulit seperti kemerahan pada wajah. Mengapa bisa merusak kulit kita? Karena saat kita menggunakan produk kita tidak memperhatikan dosis yang tertera pada skincare tersebut. Semakin tinggi dosis alkohol dan lamanya waktu penggunaannya, semakin tinggi kerusakan sel kulit yang akan ditimbulkan. Jika kita menggunakan perawatan kulit yang mengandung sekitar 5 persen alkohol atau kurang, ada kemungkinan dosis kecil ini tidak akan membuat kulit kita kering dan aman digunakan. Kerusakan kulit permanen dapat disebabkan oleh produk yang tidak dijamin keasliannya dan kurangnya pengetahuan tentang masalah kulit serta kandungan yang terkandung dalam skincare itu sendiri. Dan tentunya jika menggunakan skincare yang mengandung bahan-bahan seperti ethanol dalam waktu lama bisa merusak kulit bahkan bisa menyebabkan apoptosis. Apoptosi adalah sel kulit yang menrosot dan tidak dapat berkembang dan menjadi mati. Oleh karena itu sebelum memilih skincare tanyakan dulu atau bisa konsultasi skincare apa yang cocok untuk tiap kulit. Jadi kesimpulan saya adalah kita harus jeli dalam memilih skincare. Jika kita hanya memilih yang baik akan memperburuk wajah kita. Saya ingatkan kembali kita semua, skincare yang mengandung alkohol tidak semuanya buruk, hanya kita yang belum bisa memilih skincare yang cocok untuk wajah kita. Semoga dari informasi di atas kita semua bisa merawat dan bisa memilih skincare yang baik dan sesuai.

Indonésio

Wanita pasti pernah mendengar kata skin care. Ada dua jenis perawatan kulit, ada yang alkohol dan ada yang tidak. Kita sering mendengar bahwa kandungan alkohol dalam skin care kurang baik untuk kulit, namun jika kita dapat membedakan jenis alkohol tersebut tidak akan merusak kulit kita. Ada beberapa jenis alkohol buruk seperti methanol, ethanol, dan benzyl alcohol, dan ada juga jenis alkohol yang baik seperti lauryl alcohol, miristyl alcohol, , dan cetyl alcohol, alkohol ini diekstrak dari lemak alami seperti kelapa. Menggunakan skincare berbahan dasar alkohol, kulit wajah kita pasti akan terasa kering setelah menggunakan produk tersebut. Alkohol juga membantu menghilangkan minyak alami dari wajah kita yang sebenarnya berfungsi melindungi kulit kita dari bakteri dan iritasi. Kulit kering dan teriritasi akan memperburuk produksi minyak di wajah, menyumbat pori-pori, dan menimbulkan munculnya jerawat. Kita bisa menggunakan perawatan kulit beralkohol dengan cara kita harus memperhatikan persentase alkohol dalam perawatan kulit kita. Alkohol dapat menyebabkan kematian sel kulit dengan menunjukkan adanya peradangan pada kulit seperti kemerahan pada wajah. Mengapa bisa merusak kulit kita? Karena saat kita menggunakan produk kita tidak memperhatikan dosis yang tertera pada skincare tersebut. Semakin tinggi dosis alkohol dan lamanya waktu penggunaannya, semakin tinggi kerusakan sel kulit yang akan ditimbulkan. Jika kita menggunakan perawatan kulit yang mengandung sekitar 5 persen alkohol atau kurang, ada kemungkinan dosis kecil ini tidak akan membuat kulit kita kering dan aman digunakan. Kerusakan kulit permanen dapat disebabkan oleh produk yang tidak dijamin keasliannya dan kurangnya pengetahuan tentang masalah kulit serta kandungan yang terkandung dalam skincare itu sendiri. Dan tentunya jika menggunakan skincare yang mengandung bahan-bahan seperti ethanol dalam waktu lama bisa merusak kulit bahkan bisa menyebabkan apoptosis. Apoptosi adalah sel kulit yang menrosot dan tidak dapat berkembang dan menjadi mati. Oleh karena itu sebelum memilih skincare tanyakan dulu atau bisa konsultasi skincare apa yang cocok untuk tiap kulit. Jadi kesimpulan saya adalah kita harus jeli dalam memilih skincare. Jika kita hanya memilih yang baik akan memperburuk wajah kita. Saya ingatkan kembali kita semua, skincare yang mengandung alkohol tidak semuanya buruk, hanya kita yang belum bisa memilih skincare yang cocok untuk wajah kita. Semoga dari informasi di atas kita semua bisa merawat dan bisa memilih skincare yang baik dan sesuai. Wanita pasti pernah mendengar kata skin care.

Última atualização: 2020-10-21
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo

Inglês

trenselet trenselet EUBACTERIA · Eubacteria berasal eu (sejati) dan bacteria (bakteri) · Eubacteria merupakan kelompok makhluk hidup yang sehari-hari kita kenal sebagai bakteri. · Bakteri ditemukan pada tahun 1684 oleh Anthony van Leeuwenhoek Anthony van Leeuwenhoek · Bakteri adalah organisme uniseluler, prokariot dan umumnya tidak memiliki klorofil. CIRI SEL Ukuran dan bentuk sel: · Ukuran dan bentuknya rata-rata 1-5 mikron. Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan elektron. · Bakteri paling renik : Mycoplasma (0,12 mikron) · Bakteri paling besar : Thiomargarita (200 mikron) · Bentuknya beragam : kokus (bulat), basil (batang), spirila (spiral). · Ketiganya itu bentuk dasar, tapi juga ada kokobasil (kokus dan basil) , contohnya Coxiella burnetti dan bentuk filamen, contohnya Actinomycetes EUBACTERIA · Eubacteria berasal eu (sejati) dan bacteria (bakteri) · Eubacteria merupakan kelompok makhluk hidup yang sehari-hari kita kenal sebagai bakteri. · Bakteri ditemukan pada tahun 1684 oleh Anthony van Leeuwenhoek Anthony van Leeuwenhoek · Bakteri adalah organisme uniseluler, prokariot dan umumnya tidak memiliki klorofil. CIRI SEL Ukuran dan bentuk sel: · Ukuran dan bentuknya rata-rata 1-5 mikron. Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan elektron. · Bakteri paling renik : Mycoplasma (0,12 mikron) · Bakteri paling besar : Thiomargarita (200 mikron) · Bentuknya beragam : kokus (bulat), basil (batang), spirila (spiral). · Ketiganya itu bentuk dasar, tapi juga ada kokobasil (kokus dan basil) , contohnya Coxiella burnetti dan bentuk filamen, contohnya Actinomycetes

Indonésio

h

Última atualização: 2013-10-14
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo

Algumas traduções humanas com pouca relevância foram ocultadas.
Mostrar resultados de pouca relevância.

Consiga uma tradução melhor através
4,401,923,520 de colaborações humanas

Usuários estão solicitando auxílio neste momento:



Utilizamos cookies para aprimorar sua experiência. Se avançar no acesso a este site, você estará concordando com o uso dos nossos cookies. Saiba mais. OK