Fråga Google

You searched for: hormatilah orang tuamu terutama ibu mu (Indonesiska - Javanesiska)

Mänskliga bidrag

Från professionella översättare, företag, webbsidor och fritt tillgängliga översättningsdatabaser.

Lägg till en översättning

Indonesiska

Javanesiska

Info

Indonesiska

sekolahku .. tempat ku bertemu menuntut ilmu tempatku bertemu kawan-kawanku tempat ku bersama orang tua ke-2 ku

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-10-01
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

1. Guru : kamu lo dari mana aja kok baru masuk kelas Murid : saya dari kantin bu Guru : dari kantin, kamu gak denger belnya udah bunyi daritadi. Udah kelas 12 kok gk ngerti tepat waktu. Besok kalau kamu telat lagi gak akan saya bolehin masuk kelas. 2. Guru : anak anak sekarang pr kemarin dikumpulkan ya. Di kumpulkan didepan nanti tak nilai. Yang tidak mengerjakan silahkan keluar. 3. Guru : tugasmu mana. Dari kemarin gak pernah ngerjakan. Terus nanti ibu ngisi nilai kamu gimana tak kasih nol aja ya. Udah tak kasih keringanan waktu ya tetap aja gak dikerjakan. Niat sekolah apa nggak sih kamu. 4. Guru : le, kamu lo gak pernah masuk kenapa. Kamu udah kelas 12 bukan waktunya main main harus serius. Apa lagi alasan kamu sekarang. Kemarin lo ibu liat kamu cangkrukan nek warung. Kalau kamu gini terus tak panggil orang tuamu 5. Guru : cita cita mu jadi apa Murid : jadi guru bu Guru : kenapa kok pengen jadi guru Murid : karena guru pekerjaan yang mulia buk. Guru bisa membuat pintar muridnya tanpa mengharap imbalan. 6. Guru : ada apa kok pada ngumpul disini, dijaga jaraknya kita harus menerapkan protokol kesehatan. Loh le mana maskermu dipake jangan dilepas. 7. Ibu : ndok, ibu belikan sayur sama bawang di pasar. Disana murah-murah, nanti sekalian belikan kakek bubuk kopi. Kopinya habis. 8. Ibu : ndok kok gak belajar, katanya besok ulangan. La kok hpnan aja. Cepet belajar sana 9. Ibu : di sekolahan jangan nakal ya. Kamu sudah besar udah tau mana yang benar mana yang salah dijaga omongan sama perbuatannya jangan sampe nyakitin hati orang lain 10. Ibu : ndok, kamu besok gak ada tugas to?. Anak : gak ada buk. Ada apa? Ibu : besok bapakmu mau daud gak ada temennya kamu bantuin ya. Soalnya ibu besok mau tandur di sawah mbah ijah. Ibu : iya buk mau kok aku bisa 11. Ibu : ndok lang maem iki lo wes mateng Anak : nggeh buk matur suwun nangin kula isih dereng LESU 12. Bapak : ndok, kamu kan udah selesai semesternya ayok besok kita pergi kekota jalan jalan. Anak : wahh pak ada acara apa Bapak : gak ada acara apa apa pengen aja jalan jalan sekeluarga nanti adikmu ajak sekalian 13. Mbak yu : bajunya tak pake pantas gak dek. Kelihatan gendut apa nggak Adek : tidak mbakyu pantes kok gk keliatan gendut

Javanesiska

1. Guru : kamu lo dari mana aja kok baru masuk kelas Murid : saya dari kantin bu Guru : dari kantin, kamu gak denger belnya udah bunyi daritadi. Udah kelas 12 kok gk ngerti tepat waktu. Besok kalau kamu telat lagi gak akan saya bolehin masuk kelas. 2. Guru : anak anak sekarang pr kemarin dikumpulkan ya. Di kumpulkan didepan nanti tak nilai. Yang tidak mengerjakan silahkan keluar. 3. Guru : tugasmu mana. Dari kemarin gak pernah ngerjakan. Terus nanti ibu ngisi nilai kamu gimana tak kasih nol aja ya. Udah tak kasih keringanan waktu ya tetap aja gak dikerjakan. Niat sekolah apa nggak sih kamu. 4. Guru : le, kamu lo gak pernah masuk kenapa. Kamu udah kelas 12 bukan waktunya main main harus serius. Apa lagi alasan kamu sekarang. Kemarin lo ibu liat kamu cangkrukan nek warung. Kalau kamu gini terus tak panggil orang tuamu 5. Guru : cita cita mu jadi apa Murid : jadi guru bu Guru : kenapa kok pengen jadi guru Murid : karena guru pekerjaan yang mulia buk. Guru bisa membuat pintar muridnya tanpa mengharap imbalan. 6. Guru : ada apa kok pada ngumpul disini, dijaga jaraknya kita harus menerapkan protokol kesehatan. Loh le mana maskermu dipake jangan dilepas. 7. Ibu : ndok, ibu belikan sayur sama bawang di pasar. Disana murah-murah, nanti sekalian belikan kakek bubuk kopi. Kopinya habis. 8. Ibu : ndok kok gak belajar, katanya besok ulangan. La kok hpnan aja. Cepet belajar sana 9. Ibu : di sekolahan jangan nakal ya. Kamu sudah besar udah tau mana yang benar mana yang salah dijaga omongan sama perbuatannya jangan sampe nyakitin hati orang lain 10. Ibu : ndok, kamu besok gak ada tugas to?. Anak : gak ada buk. Ada apa? Ibu : besok bapakmu mau daud gak ada temennya kamu bantuin ya. Soalnya ibu besok mau tandur di sawah mbah ijah. Ibu : iya buk mau kok aku bisa 11. Ibu : ndok lang maem iki lo wes mateng Anak : nggeh buk matur suwun nangin kula isih dereng LESU 12. Bapak : ndok, kamu kan udah selesai semesternya ayok besok kita pergi kekota jalan jalan. Anak : wahh pak ada acara apa Bapak : gak ada acara apa apa pengen aja jalan jalan sekeluarga nanti adikmu ajak sekalian 13. Mbak yu : bajunya tak pake pantas gak dek. Kelihatan gendut apa nggak Adek : tidak mbakyu pantes kok gk keliatan gendut

Senast uppdaterad: 2021-03-03
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Biografi Merry Riana - Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda. Ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, ayahnya bernama Ir. Suanto Sosrosaputro dan ibunya bernama Lynda Sanian. Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Adiknya bernama Aris dan juga Erick. Sebagai anak tertua dalam keluarga, ia harus menjadi panutan dalam keluarganya agar adik-adiknya dapat mencontohnya. Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Pulomas, tamat dari sana ia kemudian masuk di SMP Santa Ursula dan juga SMA ia lanjutkan di sekolah yang sama yaitu SMA Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat. Setelah lulus dari SMA, Merry Riana ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti. Namun, cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kerusuhan besar di tahun 1998. Hal inilah yang kemudian akan merubah takdirnya. Karena kondisi yang tidak aman akibat kerusahan tersebut, Merry Riana kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ayah Merry yaitu Suanto Sosrosaputro memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus. Mulai Kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja. Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya. Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar. Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel. Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ....Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut, - Merry Riana. Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Biografi Merry Riana Jatuh Bangun Dalam Berbisnis Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Diapun mencoba peruntungan dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yg semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat. Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Bersama Alva Tjenderasa yang merupakan temannya ketika kuliah dulu dan kini menjadi suaminya, Berdua mereka mulai menjalankan usaha bersama, Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses. Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko. Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih Advertisement memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya. Tapi Merry sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampe tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari, belum lagi pendapatan yang tidak pasti membuatnya terpaksa kembali berhemat untuk mengatur kebutuhan sehari-hari. Sukses Sebagai Konsultan Keuangan Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura. Tepat satu tahun pertamanya ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah. Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003. Kemudian di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri kemudian ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motvasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura. Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya. Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia. Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun). Media-mediapun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses. Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar. Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain. Buku " Mimpi Sejuta Dolar " sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul "She's made her first million at just age 26" ("Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun"). Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana Biodata Merry Riana Nama lahir : Merry Riana Tempat/Tanggal lahir : Jakarta, 29 Mei 1980 Orang tua : Ir. Suanto Sosrosaputro (Ayah), Lynda Sanian (Ibu) Suami : Alva Christopher Tjenderasa Anak : Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu Pekerjaan : Motivator, Penulis, Pengusaha, Aktris Agama : Katolik Almamater : Nanyang Technological University, Singapura Kata-kata Motivasi dari Merry Riana Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’. Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya. Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda. Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya. Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa. Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain. KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya. Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara jangan menyerah karena penderitaan sementara. Jika kita menunggu sampai semua keadaan sudah sempurna baru kita mengambil tindakan, mungkin kesempatannya sudah hilang. Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan. Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu. Itulah sekelumit kisah perjuangan hidup seorang merry Riana yang terangk

Javanesiska

translation google Indonesia Jawa

Senast uppdaterad: 2016-07-28
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Yang Terhormat kepala sekolah,Bapak dan ibu guru,orangtua,wali dan Teman2 yang saya cintai dan banggakanAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi, dan salam sejahtera bagi kita semua.Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya lah kita dapat berkumpul di tempat ini.Kepala sekolah,Bapak dan ibu guru,orang tua,wali dan teman2 yang berbahagiaSekarang ini, kata rokok sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kita mengerti benar bahwa rokok adalah barang yang sama sekali tidak memiliki manfaat bagi kesehatan badan. Justru dengan menghisap rokok sama dengan memasukkan zat beracun ke dalam tubuh. Setiap asap rokok yang dihisap tidak kurang dari 4000 unsur zat kimia yang akan masuk dan berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Beberapa zat yang terkandung dalam rokok yang berbahaya adalah nikotin, tar, dan karbonmonoksida. Nikotin adalah jenis zat yang terdapat pada tembakau, bersifat beracun dan menyebabkan ketergantungan atau ketagihan. Zat ini dapat mempenaruhi kerja syaraf otak dan jantung. Tar adalah zat yang sangat cepat menyebabkan penyakit kanker. Karbon monoksida yaitu gas beracun yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan penghisapnya mengalami napas pendek dan kurang stamina. Para hadirin yang berbahagia.Kita pasti memiliki harapan-harapan yang sama untuk generasi muda. Memiliki generasi yang bebas narkoba, rokok, dan kriminalitas. Tetapi harapan itu akan menjadi harapan yang klise bila kita acuh tak acuh pada kondisi ini. Dengan mengurangi atau berhenti merokok berarti sudah melakukan satu gerakan hidup sehat.Ingatlah perjalanan mengejar dan mencari ilmu masih panjang, berdoa, berusaha, berjuang, dan bertahan merupakan kunci kesuksesan. Jadikanlah hidup kalian lebih baik dari hari ini dan percayalah tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan. Masa depan akan tetap indah dengan hidup sehat. Demikian pidato dari saya, Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Javanesiska

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Senast uppdaterad: 2016-07-27
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

[PROLOG: dulu, hiduplah seorang wanita tua dengan anaknya yang bernama Malin. Mereka hidup menderita dan bergantung pada hasil hutan.] Ibu: "Malin, datang ke sini anak, membantu saya untuk membawa kayu bakar ini. " Malin: "Ya ibu, tunggu sebentar." (Malin membantu ibunya) Malin: "Ibu, berapa lama kita akan bertahan dengan kondisi ini? Saya ingin ada perubahan dalam hidup kita." Ibu: "Entahlah, Ibu tidak tahu Malin, kita harus bersabar dan jangan berhenti berdoa kepada Allah. " Malin: "Ibu, aku punya ide, biarkan aku pergi untuk mengubah keberuntungan saya? Siapa tahu aku akan menjadi orang kaya." Ibu: ... [Malin dan ibunya kembali ke rumah, tapi ibunya hanya diam tentang ide. Setelah mereka tiba di rumah.] Malin: "Bu, bagaimana dengan ide saya?" Ibu: "Saya pikir itu bukan ide yang baik anakku. Karena, jika kamu pergi, siapa yang akan menjagaku di sini." Malin: "Tapi Ibu, jika saya tidak mengubah peruntungan, bagaimana kita bisa bertahan? Saya berjanji Ibu, jika bisa menjadi orang kaya, saya akan kembali. Tenang saja Ibu, saya akan berbicara dengan Dayat, supaya menengok Ibu setiap hari hingga saya kembali ke rumah." [Ibu Malin tidak bisa melarang apa Malin inginkan. Akhirnya, dia setuju dengan ide Malin.] Ibu: "Baiklah, jika itu memang keinginanmu, Malin! Tapi, kamu harus pegang janjimu untuk kembali ke kampung ini." [Malin pergi ke rumah Dayat untuk memintanya menjaga ibunya, hingga ia kembali dari perantauan membawa uang yang banyak. Dayat merupakan sahabat Malin, yang selalu ke mana-mana suka maupun duka.] Dayat: "Kamu mau ke mana, Malin?" Malin: "Besok, aku akan merantau untuk mengubah nasib." Dayat: "Apa? Jika kamu pergi merantau, siapa yang akan menjaga Ibumu di sini?" Malin: "Karena itu, aku mendatangimu. Aku ingin menjaga Ibuku—tengoklah ia setiap hari itu sudah cukup baginya—hingga aku kembali.” Dayat: "Oh, baiklah kalau begitu. Ingat pesanku untukmu, jangan lupakan kita yang ada di sini, Malin." [Keesokan harinya, Ibu Malin mengantarkan anaknya ke pelabuhan.] Ibu: "Jaga dirimu baik-baik, Nak. Cepatlah pulang, setelah kamu sukses di rantau.” Malin: "Ya Ibu, doakan saya supaya saya cepat mendapat rezeki yang banyak.” Malin: “Dayat, tolong kamu jaga Ibu saya baik-baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat tinggal.” Dayat: "Jangan khawatirkan soal itu, Malin. Saya berjanji akan merawat ibumu sepenuh jiwa raga saya. Jaga dirimu baik-baik. " Ibu: "Selamat jalan, Anakku." Dayat: "Selamat jalan, Malin." [Akhirnya, Malin memulai peruntungannya di perantauan. Ia pergi berlayar dengan saudagar kaya. Di kapal, Kapten memberinya pekerjaan sebagai kru. Kapten memiliki putri semata wayang, yang telah menjadi seorang anak gadis cantik. Nama anak gadis Kapten adalah Ningrum. Ketika Malin melihatnya, ia jatuh hati. Hal ini memberikan semangat kepada Malin untuk bekerja lebih giat lagi.] Malin: (Berkata di dalam hati, saat melihat Ningrum mendatanginya) "Ningrum sangat cantik. Aku menyukainya, dan harus menikahinya. Dengan begitu, jika sesuatu terjadi pada ayahnya, warisannya akan jatuh ke tanganku, sehingga aku akan menjadi orang kaya.” Ningrum: "Apakah kamu melihat ayahku?” Malin: "Hmm, saya tidak melihatnya. Mungkin ia pergi ke dapur. Cobalah ke sana untuk melihatnya." Ningrum: "Oh, baiklah. Saya akan ke sana menemuinya." Malin: [Tersenyum] "Ya, silakan Nona. Apakah perlu kuantar?” Ningrum: [Hanya tersenyum, sambil berjalan meninggalkan Malin.] [Sementara itu, di kampung halaman Malin, Ibu Malin sangat gelisah. Ia resah bagaimana Malin menjalani kehidupannya di perantauan. Apakah Malin sehat? Apakah Malin bisa menjaga dirinya baik-baik? Semua pertanyaan-pertanyaan khas orang tua yang khawatir akan anaknya menggelayut menjadi beban pikiran Ibu Malin. Sementara itu, ia juga khawatir Malin tidak pulang kembali ke kampung halamannya, dan melupakan dirinya.] Ibu: "Dayat, saya rindu sekali dengan Malin. Kira-kira, kapankah ia kembali? Apakah ia baik-baik saja saat ini? Dayat: "Jangan takut, Ibu. Malin akan pulang. Ia telah berjanji. Sementara itu, biarkan saya menjaga Ibu.” Ibu: "Ya, terima kasih, Dayat. Entah, apa jadinya saya tanpa bantuanmu." Dayat: “Jangan terlalu dipikirkan, Ibu.” [Suatu hari, kapten memanggil Malin, karena ia akan menaikkan jabatan Malin atas prestasi kerjanya selama ini. Dengan jabatan ini, dalam beberapa tahun, membuat Malin menjadi orang kaya.] Malin: "Sekarang, saya kaya raya. Saya dapat membeli semuanya dengan uang saya. Karena itu, Ningrum harus menikah dengan saya.” [Semakin hari, Ibu Malin semakin merindukan anaknya. Ketuaannya membuat ia lelah menunggu Malin. Namun, Dayat selalu memberikan dukungan untuk Ibu Malin, bahwa Malin yang akan datang kembali dan orang kaya.] Dayat: "Jangan sedih, Ibu." Ibu: "Saya lelah, Dayat. Saya lelah menunggu Malin. Kita tidak pernah mendapatkan berita dari Malin sedikit pun.” Dayat: "Saya percaya Ibu, bahwa Malin akan datang kembali dan menjadi orang kaya.” Ibu: "Apakah kamu yakin, Dayat?" Dayat: "Ya, Ibu. Jangan sedih lagi ibu." [Setelah Malin telah menjadi orang kaya, Malin menikahi Ningrum. Mereka hidup bahagia dan menjadi pasangan yang romantis.] Malin: “Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?” Ningrum: “Malin suamiku, kita kan sudah menikah. Bagaimana kalau kita berbulan madu?” Malin: “Sepertinya, itu ide bagus, bagaimana kalau kita Pulau Dua Angsa?” Ningrum: “Wah, pulau itu sangat bagus. Saya setuju.” Malin: “Oke! Kalau begitu, kita ke sana besok.” [Keesokan harinya, Malin serta istrinya berlayar ke Pulau Dua Angsa. Dalam perjalanannya, mereka singgah ke kampung halaman Malin, untuk mengisi berbagai perbekalan. Tapi, Malin tidak menemui Ibunya seperti yang telah dijanjikan. Ia hanya berjalan-jalan di sekitar dermaga saja. Ketika itu, Dayat – sahabat Malin – melihatnya.] Dayat: "Malin? Apakah dia Malin? Ya, seperti dia adalah Malin. Saya harus mengatakan itu kepada Ibunya." [Dayat pergi ke rumah Ibu Malin untuk mengabarkan kedatangan Malin. Ia sangat senang mengetahui Malin datang ke kampung halamannya. Jika, Ibu Malin mengetahui berita ini, tentu hatinya bahagia.] Dayat: "Ibu... Ibu ..." Ibu: "Ya, saya di sini, Dayat." Dayat: "Ibu, Malin pulang. Ia ada di pelabuhan sekarang. Tampaknya, ia telah menjadi orang kaya sekarang!" Ibu: "Apa kamu yakin kalau yang kamu lihat adalah Malin?" Dayat: "Ya, saya yakin Bu. Saya tidak mungkin bisa melupakan wajahnya. Saya masih ingat wajah Malin." Ibu: "Jika apa yang kamu lihat benar, ayo temani saya pergi ke sana." [Dayat mendampingi Ibu Malin untuk menemui anaknya. Sesampainya di pelabuhan, Ibu Malin memang melihat anaknya. Saking harunya, air mata keluar dari matanya. Ia memanggil Malin dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya.] Ibu: "Malin, Malin, anakku! Malin …" Ningrum: "Siapa itu wanita tua, Suamiku?" [Malin tidak menjawab pertanyaan Ningrum, karena tenggorokannya tercekat tidak bisa menjawab pertanyaannya dari istrinya.] Ningrum: "Siapa dia, Suamiku?" Ibu: “Malin, siapa ia? Apakah ia Istrimu? Ia sungguh wanita yang sangat cantik.“ [Ibu Malin membuka tangannya untuk memeluk menantunya.] Ningrum: [Tapi, Ningrum menepis pelukan itu.] "Issh, jangan sentuh aku!" Malin: "Jangan kamu menyentuhnya! Dasar wanita kotor! Kulitmu bisa mengotori kulitnya!" Ningrum: "Siapa wanita tua ini, Malin? Benarkah ia Ibumu? Uh, ia benar-benar sangat kotor." Malin: "Saya tidak tahu. Saya tidak mengenal wanita ini. " Ibu: "Malin, anakku. Kenapa kamu ini, Nak? Apa salah Ibu? Aku ini Ibumu. Ibumu. Kamu telah berjanji untuk kembali ke kampung ini untuk menemuiku, jika kamu sudah kaya. Sekarang kamu sudah kaya, dan bukankah kedatanganmu ke sini untuk menemuiku?” Malin: "Cih, Ibuku? Mengaku-ngaku saja kamu sebagai Ibu? Saya tidak mengenal kamu. Jika saya kaya, tentu Ibu saya juga kaya. Tidak sepertimu, kotor dan bau!” Ibu: "MALIN!!!” [Ibu Malin berkata keras.] Ibu: “Saya Ibumu—ibu yang telah melahirkanmu! Saya bisa mengatakan fakta tentang dirimu." Ningrum: "Pergi saja kamu, wanita tua." Ibu: "Malin ... Malin ..." Malin: "Pergi. Pergilah sekarang, kamu!" Dayat: "MALIN! Lupakah kamu terhadap Ibumu? Lupakah kamu terhadap saya—sahabat baikmu? Ini Ibumu, Malin. Ibumu." Malin: "Tidak, saya tidak lupa. Saya benar-benar tidak mengenal kamu dan wanita tua itu. Seingat saya, saya tidak pernah memiliki sahabat sepertimu." Dayat: "Jahat, kamu! Celakalah kamu, Malin." Ibu: "Ingat saya, Nak? Saya adalah ibumu." Dayat: "Tolong, ingat ibumu, Malin. Ia selalu menunggumu kembali ke kampung halamanmu. Ingatlah janjimu, Malin." [Malin tidak peduli. Ia menyeret Ibunya dengan kasar, hingga wanita tua itu jatuh tersungkur.] Malin: Jangan panggil aku sebagai anakmu, wanita kotor! Ayo, Ningrum, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini sebelum wanita ini mengotori wajah kita." Ningrum: "Ya, Suamiku." [Setelah mendorong paksa Ibunya pergi, Malin kembali ke kapalnya. Sementara Ibunya, masih berteriak memanggil-manggil namanya.] Ibu: “Malin ... Malin ... Jangan biarkan Ibumu Malin!!!“ [Hilang sudah kesabaran Ibu Malin melihat tingkah anaknya. Lalu, dengan kesal ia mengucap asal kalimat “jadilah batu!”. Kata-kata seorang Ibu yang sedang marah menjadi doa yang didengar oleh Tuhan.] Ibu: “Ya Tuhan, kenapa anakku seperti itu? Apa salahku? Apa dosaku? Ia sama sekali melupakanku. Saya tidak terima perlakuan itu darinya. Sekarang hilang sudah kesabaranku. Aku mengutuknya: Jadilah batu!!!” [Setelah itu, tiba-tiba datanglah badai menghancurkan Kapal Malin, petir menyambar tubuhnya. Dan ...] Malin: “Apa yang terjadi? Tubuh saya tidak bisa digerakkan! Maafkan saya, Ibu. Maafkan saya ...!” Ningrum: “Apa yang terjadi? Apa yang terjadimu, Malin? Kamu kenapa?” [EPILOG: Malin pun berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada Ibunya. Kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. Itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.]

Javanesiska

Basa Jawa drama maling kundang

Senast uppdaterad: 2015-08-27
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Bapak, Ibu guru dan karyawan, para orang tua siswa kelas IX, serta para undangan, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan semua dukungannya sehingga dalam waktu yang relatif singkat acara pelepasan siswa Kelas IX Angkatan 59 tahun 2012-2013 ini dapat dilaksanakan. Untuk para siswa yang Bapak sayangi, Lewat perjalanan waktu telah kita lalui bersama dalam suka dan duka hingga akhirnya pada hari ini kami melepas kalian untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Kalian adalah anak-anak yang baik. Kebersamaan kalian membuat sekolah kita menjadi kuat dan berprestasi dalam membangun nama baik sekolah yang kita cintai ini. Jagalah nama baik sekolah kita di manapun kalian menginjakkan kaki. Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran. Dengan kejujuran dan kebenaran niscaya kalian akan menjadi orang orang sukses dan berhasil di masa depan. Dalam sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa faktor mengapa seseorang dapat meraih sukses. Namun hebatnya faktor kejujuran ditempatkan sebagai peringkat pertama , baru sesudah itu faktor-faktor yang lain, termasuk pandai di kelas, mudah bergaul dll. Gapailah terus mimpi dan cita-cita kalian sehingga kelak kalian menjadi sosok yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua kalian. Anak-anakku yang Bapak cintai, Seperti halnya lomba lari penghalang, agar kita sukses dalam perjuangan, kita harus mampu dan berani melewati setiap penghalang yang menghadang. Tegakkan disiplin diri dengan tegas. Jangan malas, manja dan mudah bosan ! Kalau kita tunduk oleh rasa malas, manja dan bosan, maka pasti nasib kita tidak akan berubah. Pastikanlah bahwa kalian bisa meraih sekolah yang kalian impikan, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Kepada Bapak Ibu Orang tua siswa kelas IX, Bersamaan dengan acara pelepasan ini, kami serahkan kembali putra-putri Bapak Ibu. Selesai sudah tugas kami membimbing dan mendidik putra putri Bapak Ibu selama berada di sekolah ini. Harapan kami Bapak/Ibu tetap mendampingi putra putrinya dalam menempuh pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dengan adanya hubungan baik antara orang tua dan anak akan bisa menciptakan sebuah kenyamanan dan ketenangan dalam menempuh pendidikan, dan hal ini akan mendorong anak untuk tetap berprestasi. Kami sudah berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik. Namun ibarat “tak ada gading yang tak retak”, kami mohon maaf jika selama ini ada yang kurang berkenan di hati para orang tua dan juga kepada para siswa. Selamat berjuang, selamat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mempertemukan kita pada masa-masa yang akan datang Wassalamu'alaikum wr. wb

Javanesiska

google translation Javanese Indonesian

Senast uppdaterad: 2015-03-04
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

ASAL USUL BEDUG KRAMAT JATISAWIT (JOKO BAJUL) Alfaqih Warsono Pada zaman dahulu di desa Jatisawit tinggallah seorang laki-laki bernama Ki Kamal dengan isterinya Nyi Santi. Pada waktu itu yang menjadi lurah adalah Ki Sardana yang hanya mempunyai seorang anak gadis bernama Katijah. Pekerjaan Ki Kamal adalah mencari ikan di sungai atau laut. Kedua suami isteri itu hidup dengan sangat sederhana, sabar dan tawakkal walaupun tidak mempunyai anak. Tiap pagi sekitar jam 05.00, Ki Kamal pergi dengan membawa jala untuk mencari ikan. Sore harinya ikan itu dijual oleh Nyi Santi, isterinya. Pada suatu hari, malam Kamis, Nyi Santi bermimpi kejatuhan pulung (mendapat rejeki). Pada pagi harinya, ternyata tak satupun ikan yang diperolehnya. Krn hari sudah sore, maka ia pulang dg membawa kembu (tempat ikan) yang kosong. Di tengah jalan ia menemukan anak buaya. Setibanya di rumah, anak buaya tersebut ditaruh di suatu tempat dan dipeilhara seperti layaknya manusia. Buaya tersebut memiliki keanehan, yaitu suka sekali makan nasi, sambal dan segala yang biasa dimakan manusia. Beberapa bulan kemudian, buaya tersebut tumbuh besar dan tak pernah mengganggu manusia. Pada waktu terang bulan, ketika Ki Kamal dan Nyi santi sudah tidur, buaya itu menjelma menjadi manusia yang ganteng dan menamakan dirinya Joko Bajul. Kemudian ia pergi mencari teman sampai ke rumah Ki Kuwu Sardana. Di situ terdapat banayak muda-mudi yang sedang berkumpul. Lama kelamaan Katijah, anak Ki Kuwu, jatuh cinta kepada Joko Bajul. Oleh karena kegantengan Joko Bajul itu, Katijah minta supaya ayahnya mengawinkannya dengan Joko Bajul yg berpura-pura menjadi anak Ki Kamal. Beberapa hari kemudian, Ki Sardana datang ke rumah Ki Kamal untuk meminta anaknya supaya mengawini Katijah. Ki Kamal mengatakan bahwa ia tdk mempunyai anak laki-laki, tetpai Ki Kuwu tidak percaya. Secara diam-diam Ki Kamal dan Nyi Santi menyelidiki perbuatan buaya itu, karena ia mengira bahwa buayalah yang menjelma menjadi manusia. Setelah diadakan penyelidikan, terbuktilah benar apa yang diperkirakan Ki kamal. Karena kasihan melihat sikap Ki Kuwu itu, akhirnya Joko Bajul dikawinkan dengan Katijah. Karena senangnya, maka pesta perkawinan itu diadakan selama tujuh hari tujuh malam. Lama-kelamaan Jko Bajul bermaksud akan membawa isterinya ke negaranya sendiri, yaitu di dasar laut. Setelah diijinkan oleh orang tuanya, Katijah mengikti suaminya. Bajul mengajaknya ke tepi sungai, lalu Bajul membaca mantera sehingga air laut itu seakan tidak tampak lagi dan membantuk jalan besar. Di situ kedua suami-isteri dihormati oleh seluruh keluarga beserta teman-temannya dari dasar laut. Joko Bajul tidak memiliki pekerjaan tetap, ia jarang tinggal di rumah. Sebelum pergi meninggalkan riumah, ia berpesan pada istrinya supaya tidak naik ke para (bagian atas langit-langit rumah). Memang sudah menjadi kebiasaan manusia melanggar sesuatu yang dilarangnya. Katijah naik ke atas para meski sudah dilarang suaminya. Ia ingin tahu mengapa suaminya melarangnya. Begitu sampai di atas para, sampailah ia ke daratan. Katijah merasa bingung dengan kejadian itu. Ia menangis sambil pulang ke rumah ayahnya. Seminggu setelah kejadian itu, Joko Bajul datang ke rumah Ki Kuwu Jatisawit untuk menanyakan isterinya. Sesudah bertemu, Katijah tidak mau diajak kembali. Akhirnya ia berpesan kepada rakyat Jatisawit: “Kalau nanti ada ribut-ribut di desa Jatisawit atau ada serangan dari desa lain, bunyikan bedug ini, nanti saya akan datang memberi bantuan”. Bedug itu dibuat oleh Joko Bajul sendiri da diserahkan kepada Kuwu Jatisawit. Sesudah pesan tersebut Bajul pulang ke negaranya, yaitu di dasar laut. Karena merasa takut akan adanya peristiwa datangnya buaya itu, maka sampai sekarang di desa Jatisawit tidak pernah dibunyikan bedug. Akhirnya bedug tersebut dihanyutkan ke sungai, dan masjid Jatisawit tidak memiliki bedug lagi.

Javanesiska

ASAL USUL BEDUG KRAMAT JATISAWIT (JOKO BAJUL) Alfaqih Warsono Pada zaman dahulu di desa Jatisawit tinggallah seorang laki-laki bernama Ki Kamal dengan isterinya Nyi Santi. Pada waktu itu yang menjadi lurah adalah Ki Sardana yang hanya mempunyai seorang anak gadis bernama Katijah. Pekerjaan Ki Kamal adalah mencari ikan di sungai atau laut. Kedua suami isteri itu hidup dengan sangat sederhana, sabar dan tawakkal walaupun tidak mempunyai anak. Tiap pagi sekitar jam 05.00, Ki Kamal pergi dengan membawa jala untuk mencari ikan. Sore harinya ikan itu dijual oleh Nyi Santi, isterinya. Pada suatu hari, malam Kamis, Nyi Santi bermimpi kejatuhan pulung (mendapat rejeki). Pada pagi harinya, ternyata tak satupun ikan yang diperolehnya. Krn hari sudah sore, maka ia pulang dg membawa kembu (tempat ikan) yang kosong. Di tengah jalan ia menemukan anak buaya. Setibanya di rumah, anak buaya tersebut ditaruh di suatu tempat dan dipeilhara seperti layaknya manusia. Buaya tersebut memiliki keanehan, yaitu suka sekali makan nasi, sambal dan segala yang biasa dimakan manusia. Beberapa bulan kemudian, buaya tersebut tumbuh besar dan tak pernah mengganggu manusia. Pada waktu terang bulan, ketika Ki Kamal dan Nyi santi sudah tidur, buaya itu menjelma menjadi manusia yang ganteng dan menamakan dirinya Joko Bajul. Kemudian ia pergi mencari teman sampai ke rumah Ki Kuwu Sardana. Di situ terdapat banayak muda-mudi yang sedang berkumpul. Lama kelamaan Katijah, anak Ki Kuwu, jatuh cinta kepada Joko Bajul. Oleh karena kegantengan Joko Bajul itu, Katijah minta supaya ayahnya mengawinkannya dengan Joko Bajul yg berpura-pura menjadi anak Ki Kamal. Beberapa hari kemudian, Ki Sardana datang ke rumah Ki Kamal untuk meminta anaknya supaya mengawini Katijah. Ki Kamal mengatakan bahwa ia tdk mempunyai anak laki-laki, tetpai Ki Kuwu tidak percaya. Secara diam-diam Ki Kamal dan Nyi Santi menyelidiki perbuatan buaya itu, karena ia mengira bahwa buayalah yang menjelma menjadi manusia. Setelah diadakan penyelidikan, terbuktilah benar apa yang diperkirakan Ki kamal. Karena kasihan melihat sikap Ki Kuwu itu, akhirnya Joko Bajul dikawinkan dengan Katijah. Karena senangnya, maka pesta perkawinan itu diadakan selama tujuh hari tujuh malam. Lama-kelamaan Jko Bajul bermaksud akan membawa isterinya ke negaranya sendiri, yaitu di dasar laut. Setelah diijinkan oleh orang tuanya, Katijah mengikti suaminya. Bajul mengajaknya ke tepi sungai, lalu Bajul membaca mantera sehingga air laut itu seakan tidak tampak lagi dan membantuk jalan besar. Di situ kedua suami-isteri dihormati oleh seluruh keluarga beserta teman-temannya dari dasar laut. Joko Bajul tidak memiliki pekerjaan tetap, ia jarang tinggal di rumah. Sebelum pergi meninggalkan riumah, ia berpesan pada istrinya supaya tidak naik ke para (bagian atas langit-langit rumah). Memang sudah menjadi kebiasaan manusia melanggar sesuatu yang dilarangnya. Katijah naik ke atas para meski sudah dilarang suaminya. Ia ingin tahu mengapa suaminya melarangnya. Begitu sampai di atas para, sampailah ia ke daratan. Katijah merasa bingung dengan kejadian itu. Ia menangis sambil pulang ke rumah ayahnya. Seminggu setelah kejadian itu, Joko Bajul datang ke rumah Ki Kuwu Jatisawit untuk menanyakan isterinya. Sesudah bertemu, Katijah tidak mau diajak kembali. Akhirnya ia berpesan kepada rakyat Jatisawit: “Kalau nanti ada ribut-ribut di desa Jatisawit atau ada serangan dari desa lain, bunyikan bedug ini, nanti saya akan datang memberi bantuan”. Bedug itu dibuat oleh Joko Bajul sendiri da diserahkan kepada Kuwu Jatisawit. Sesudah pesan tersebut Bajul pulang ke negaranya, yaitu di dasar laut. Karena merasa takut akan adanya peristiwa datangnya buaya itu, maka sampai sekarang di desa Jatisawit tidak pernah dibunyikan bedug. Akhirnya bedug tersebut dihanyutkan ke sungai, dan masjid Jatisawit tidak memiliki bedug lagi.

Senast uppdaterad: 2015-02-28
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Naskah Drama "ASAL-USUL KOTA BANYUWANGI". Prolog : Pada zaman dahulu dikawasan ujung timur Provinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. Adegan 1 : Raden banterang : “Pagi ini aku akan berburu. Siapkan alat berburu” Pengawal 1 dan 2: “Baik Raden. Peralatan sudah kami siapkan”. Raden Banterang : “Menurutmu kemana kita ini akan berburu ?” Pengawal 1 dan 2: “Bagaimana kalau ke hutan saja, karena pasti di hutan banyak kijang melintas”. Raden Banterang : “Kalau begitu kita berangkat sekarang”. Pengawal 1 dan 2: “ Siap Raden”. Raden Banterang : “coba lihat ! ada seekor kijang besar dan bagus. Akan ku panah dia. Waahhhh…. Dia lolos! Akan ku kejar dia.” Pengawal 1 dan 2: “tunggu Raden. Tunggu kami Raden.” ( kedua pengawal tersebut mengejar Raden, tapi mereka kehilangan jejak Raden di tengah hutan) Pengawal 1 : “waduuuh!! Bagaimana ini….?? Kita kehilangan jejak Raden Pengawal 2 : “ya sudah kalau begitu kita tunggu saja di jalan keluar hutan ini” . Raden Banterang : “ akhirnya kau kena juga kijang…..!!” ( tersenyum senang dan bangga) “ lho…. Mana para pengawalku ya….?. ehm… pasti kami terpisah gara-gara aku tadi larinya cepat. Tapi, aku yakin mereka pasti menungguku di jalan keluar hutan ini. Karena mereka pasti sudah hafal kebiasaanku.” Raden Banterang : “Ehmmm…. Gerangan gadis cantik nan jelita itu ya…? Benarkah dia seorang manusia ? atau jangan-jangan “ “penunggu” hutan ini ?/“ kau ini manusia atau penuggu hutan ini ? “. Surati : “ saya manusia !! nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung” Raden Banterang : “lalu mengapa kau ada di sini ?”. Surati : “ hamba berada di tempat ini karena menyelatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam pertempuran mempertahankan Mahkota Kerajaan”. Raden Banterang : “ kalau begitu, apakah kau mau ikut bersamaku ke istana dan menjadi permaisuriku ? “. Surati : “ apakah saya ini pantas bersanding dengan Raden ?” Raden Banterang : “ tentu saja, kau adalah gadis tercantik yang pernak kutemui dan hanya kamulah yang aku inginkan menjadi permaisuriku”. Surati : “ dengan segala kerendahan hati, aku mau menerima lamaran ini. Dengan satu syarat yaitu Raden harus setia dan bisa menjagaku” Raden Banterang : “ tanpa kau minta pun, aku pasti akan melakukan itu. Karena itu adalah kewajiban seorang ksatria”. (Setelah itu Raden Banterang bersama dengan Surati menuju keluar hutan). Pengawal 1 : “nah itu Raden tapi dengan siapa ya ?. Raden, tidak apa-apa kan…? Kami tadi sangat cemas karena kehilangan jejak Raden di hutan.” Raden Banterang : “ ya.. tadi karena terlalu bersemangat berburu kijang itu sehingga aku lupa bahwa kalian ikut. Tapi, aku bersyukur sekali karena sekaligus menemuksn tambatan hati.” Pengawal 2 : “ syukurlah kalau Raden sudah mendapatkan tambatan hati.Kami juga ikut senang, kalau Raden senang.” Raden Banterang : “ ya sudah kalau begitu kita bergegas pulang ke istana dan merayakan pesta pernikahanku dengan Surati” Pengawal 1 dan 2: “ baik Raden” Adegan 2 : Pengawal 1 : “ mohon maaf permaisuri, hamba menghadap”. Permaisuri : “ dia siapa ? dan mengapa ia kesini ?” Pengawal 1 : “hamba tidak tahu Permaisuri,yang jelas dia sangat ingin bertemu dengan Permaisuri”. Permaisuri : “ baiklah, bawa dia ke sini !”. Pengawal 1 : “ baik Permaisuri”. Rupaksa : “ Surati ! Surati ! aku ini kakak kandungmu”. Permaisuri : “ apa benar kau kakakku ?”. Rupaksa : “ sungguh aku tidak berbohong bahwa aku ini kakakmu yang telah lama terpisah denganmu semenjak dihutan.” Permaisuri : “ maafkan aku yang sedikit melupakanmu’. ( berpelukan ) Rupaksa : “ sebenarnya selama ini aku mencarimu, lalu aku mendengar bahwa nama Permaisuri Kerajaan ini adalah Surati dan ternyata itu adalah adik kandungku sendiri”. Permaisuri : “ lalu, apa maksud kedatangan kakak kesini ?’. Rupaksa : " perlu kau ketahui bahwa yang menyebabkan orang tua kita meninggal adalah mertuamu sendiri”. Permaisuri : “ kakak tidak bercandakan ?”. ( karena terlalu syok tubuh Permaisuri jadi gemetar ) Rupaksa : “ apa aku kelihatan bercanda ?? dan aku kesini untuk menyerahkan sebuah keris dan gunakanlah untuk membunuh suamimu”. Permaisuri : “ aku tak mau kak. Walaupun dia anak dari pembunuh orang tua kita,tapi dia telah menyelamatkaku dan akupun mencintainya”. Rupaksa : “ terus terang bahwa kakakmu ini sangat kecewa sekali karena kau tidak mendukung rencana kakak. Kalau kau tidak mau membunuh suamimu, maka simpanlah keris itu sebagai tanda kenang-kenangan dariku”. ( lalu Rupaksa tersebut pergi karena dia tidak sudi berlama-lama berada di istana ) Adegan 3 : Rupaksa : “ sembah hamba paduka. Tuanku, keselamatan tuan terancam bahaya kerena Permaisuri punya rencana hendak membunuh Paduka”. Raden Banterang : “ hai, siapa engkau berani-beraninya memfitnah istriku ? !!” Rupaksa : “ itu tak penting paduka tahu siapa saya. Kalau Paduka tidak percaya dengan omongan hamba lihatlah sesuatu yang di simpan di bawah bantal Permaisuri”. Raden Banterang : “ awas saja kalau kau berbohong padaku. Akan kusuruh pengawalku mencarimu dan memberimu hukuman mati”. ( Raden pun pergi ke istana dan langsung menuju kamar pribadi mereka ). Raden Banterang : “ astaga…!! Ternyta ada keris di bawah bantal istriku”. ( kemudian, Permaisuri masuk ke kamarnya ). Permaisuri : “ ada apa kakanda…? Sepertinya kakanda sedang marah ?”. Raden Banterang : “apa benar dinda ingin membunuhku dengan keris ini ?’. Begitukah balasan dinda pada kanda ?”. Permaisuri : “ jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak punya maksud begitu. Raden Banterang : “lalu buat apa keris ini di bawah bantal dinda ?”. Permaisuri : “ keris ini adalah kenang-kenangan dari kakak adinda. Sungguh adinda tidak pernah berfikir untuk membunuh kakanda. Bahkan, adinda rela mati demi keselamatan kakanda”. Raden Banterang : “ kakanda sudah tidak percaya dengan omongan dinda lagi”. Permaisuri : “ lalu dengan cara apa kakanda percaya pada dinda ?” Raden Banterang : “ kalau begitu buktikan pada kanda dengan cara masuklah ke dalam sungai itu untuk membuktikan kebenarannya”. Permaisuri : “ baik, adinda akan melompat ke sungai itu. Apabila dinda telah masuk ke dalam sungai dan ternyata air sungai ini menjadi jernih serta wangi maka dinda tak bersalah dan sebaliknya apabila airnya keruh dan berbau busuk maka dinda bersalah”. Raden Banterang : “tercium bau wangi! Ohh…. Dinda maafkanlah kakanda ini yang sudah tidak percaya lagi denganmu. Dengan ini aku sebagai Raja memberi nama kota ini menjadi Banyuwangi.

Javanesiska

banyuwangi asal ing basa Jawa

Senast uppdaterad: 2015-02-26
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Rasa lelah akibat perjalanan yang begitu menegangkan rasanya akan terbayar ketika kita melihat lautan lepas dengan hamparan pasir hitamnya dan deburan ombak laut selatan yang terkenal besar menyapa kita. Pemandangan indah ini menunjukan kebesaran kekuasaan Tuhan YME. Di sini kita bisa melihat pantai yang oleh oleh masyarakat sekitar dinamakan Watu Gedek , dimana dinding-dinding tebingnya memang berbentuk seperti anyaman bambu atau gedek sehingga oleh masyarakat sekitar menamakannya watu gedek. Tak jauh dari lokasi Watu Gedek kita bisa menemukan pantai yang tak kalah indahnya yang dinamakan pantai Watu Godek. Menurut Prapto (45 tahun) warga Tempursari menuturkan kenapa kok dinamakan dengan nama Watu Godek. ”menurut cerita dari orang tua saya, kenapa pantai itu dinamakan Watu Godek karena dulu batu yang ada di tepi pantai itu jika terkena ombak maka batu tersebut akan godek-godek (geleng-geleng) makanya dinamakan Watu Godek,” ujarnya.

Javanesiska

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Senast uppdaterad: 2015-01-26
Användningsfrekvens: 2
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Biarkan saya tetap masuk Lupa kata sandi Anda? Mendaftar SEJARAH HIDUP PRESIDEN SOEKARNO 16 Agustus 2013 pukul 16:48 Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarnoyang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting. Beberapa bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar. Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno. Seperti yang dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail. Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan. Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi yang tidak berdaya. Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap, dan dingin. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati Presiden Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki pesona, sehingga dengan mudah menaklukkan wanita-wanita cantik yang diinginkannya. Sejarah mencatat Bung Karno sembilan kali menikah. Namun banyak yang tidak tahu wanita seperti apa yang dicintai Sang Putra Fajar itu. Untuk urusan kriteria ternyata Bung Karno bukanlah sosok pria neko-neko. Perhatian Bung Karno akan mudah tersedot jika melihat wanita sederhana yang berpakaian sopan. Lalu, bagaimana Bung Karno memandang wanita berpenampilan seksi? Pernah di satu kesempatan ketika sedang jalan berdua dengan Fatmawati, Bung Karno bercerita mengenai penilaiannya terhadap wanita. Kala itu Bung Karno benar-benar sedang jatuh hati pada Fatmawati. "Pada suatu sore ketika kami sedang berjalan-jalan berdua, Fatmawati bertanya padaku tentang jenis perempuan yang kusukai," ujar Soekaro dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antar Kota. Sesaat Bung Karno memandang sosok Fatmawati yang saat itu berpakaian sederhana dan sopan. Perasaan Bung Karno benar-benar bergejolak, dia sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. "Aku memandang kepada gadis desa ini yang berpakaian baju kurung merah dan berkerudung kuning diselubungkan dengan sopan. Kukatakan padanya, aku menyukai perempuan dengan keasliannya, bukan wanita modern yang pakai rok pendek, baju ketat dan gincu bibir yang menyilaukan," kata Soekarno. "Saya lebih menyukai wanita kolot yang setia menjaga suaminya dan senatiasa mengambilkan alas kakinya. Saya tidak menyukai wanita Amerika dari generasi baru, yang saya dengar menyuruh suaminya mencuci piring," tambahnya. Mungkin saat itu Fatmawati begitu terpesona mendengar jawaban Soekarno yang lugas. Sampai pada akhirnya jodoh mempertemukan keduanya. Soekarno menikah dengan Fatmawati pada tahun 1943, dan dikarunia 5 anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. "Saya menyukai perempuan yang merasa bahagia dengan anak banyak. Saya sangat mencintai anak-anak," katanya. Menurut pengakuan Ibu Fatmawati, dia dan Bung Karno tidak pernah merayakan ulang tahun perkawinan, Jangankan kawin perak atau kawin emas, ulang tahun pernikahan ke-1, ke-2 atau ke-3 saja tidak pernah. Sebabnya tak lain karena keduanya tidak pernah ingat kapan menikah. Ini bisa dimaklumi karena saat berlangsungnya pernikahan, zaman sedang dibalut perang. Saat itu Perang Dunia II sedang berkecamuk dan Jepang baru datang untuk menjajah Indonesia. "Kami tidak pernah merayakan kawin perak atau kawin emas. Sebab kami anggap itu soal remeh, sedangkan kami selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan besar yang hebat dan dahsyat," begitu cerita Ibu Fatmawati di buku Bung Karno Masa Muda, terbitan Pustaka Antar Kota, 1978. Kehidupan pernikahan Bung Karno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan. Tetapi ini belum selesai, justru saat itu perjuangan fisik mencapai puncaknya. Bung Karno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa. Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir pada saat Bung Karno sudah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Putra-putri Bung Karno dikenal memiliki bakat kesenian tinggi. Hal itu tak aneh mengingat Bung Karno adalah sosok pengagum karya seni, sementara Ibu Fatmawati sangat pandai menari. Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya. Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. "Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat," ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007. Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua. Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut. Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong. Setlah itu Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". Detik Detik Kematian Sang Presiden Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…” Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?” Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal. Isu di bunuh secara perlahan Banyak Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderit

Javanesiska

google translation Javanese Indonesian

Senast uppdaterad: 2014-11-21
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Emansipasi wanita sebuah padangan yang muncul ketika kita mendengar nama beliau Ibu RA. Kartini. Seorang sosok pejuang wanita yang gigih untuk memperjuangkan kaumnya, yaitu kaum wanita yang ketika jaman beliau dulu wanita selalu dipandang sebagai kaum lemah yang tugasnya hanya bekerja diapur dan mengurus rumah tangga. Tapi berkat beliau kaum wanita bisa menunjukkan bahwa mereka juga adalah kaum yang menentukan, pantas untuk memimpin dan revolisioner. Berikut ini biografi singkat beliau Raden Ajeng Kartini. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia lahir pada tahun 1879 di kota Rembang . Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda. Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini. Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi. Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Read more at http://info-biografi.blogspot.com/2010/04/biografi-raden-ajeng-kartini.html#1kbsI1dKbDtJXovL.99google terjemahan bahasa jawa--bebasan

Javanesiska

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

Senast uppdaterad: 2014-11-19
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

AUTOBIOGRAFI ROHAYATI Nama saya Rohayati, biasa dipanggil roha. Tetapi kedua orang tua saya memanggil saya dengan panggilan yanti. Karena dulu waktu saya kecil saya diberikan nama Rohayanti oleh ayah saya. Tapi pada saat saya pembuatan akta kelahiran, nama yang tertulis ROHAYATI. Jadi dari saya SD sampai dengan sekarang orang-orang memanggil saya dengan nama roha, sedangkan orang rumah sendiri memanggil saya dengan nama panggilan yanti. Itu sekilas tentang nama saya. Saya lahir di indramayu pada hari senin jam 21.00 WIB tanggal 28 mei 1999. Nama ayah saya Rindam dan nama ibu saya Watini. Kakek saya bernama Kandeg dan Darus, nenek saya bernama Damini dan Witem. Ayah saya mempunyai dua orang adik satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah paman dan bibi saya yang bernama Sarkim dan Tarunah. Itu sekilas dari keluarga saya. Ayah saya bekerja sebagai petani dan seoang supir. Sedangkan ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saya merupakan anak pertama dari ayah dan ibu. Saya mempunyai satu adik laki-laki bernama Wahyuda. Adik saya masih duduk dibangku SD kelas 6 sekarang. Umur saya 15 tahun sekarang , selisih 4 tahun dengan adik saya. Hobby saya menulis, menggambar, mendengarkan lagu dan bermain volley. Nama sahabat yang selalu ada buat saya dari SMP sampai sekarang adalah Nur wulandari. Dia satu-satunya sahabat yang selalu ada disisi saya, walaupun sekarang kita beda sekolah tapi kita masih sering komunikasi. Saya alergi susu putih(bila terlalu banyak meminumnya) , alergi panas matahari, alergi debu. Makanan kesukaan saya tumis sawi kecap dan tumis kangkung. Minuman kesukaan juice melon. Warna kesukaan biru. Angka kesukaan 8 dan saya paling benci dengan angka 17. Binantang yang saya suka kelinci dan heamster. Riwayat sekolah, dulu saya sekolah di SD yang cukup dekat dengan rumah saya. saya langsung masuk ke SD tanpa TK terlebih dahulu. Karena saya sudah bisa membaca dan menghitung sendiri, jadi saya langsung masuk ke SD. SD saya di SDN JATISURA II, ketika masih SD saya sering diejek dan dibuli oleh teman-teman saya, karena badan saya kurus kecil dan pendek gara-gara sering diejek seperti itu saya sering makan biar saya nggak diejek kurus kecil dan pendek lagi. Dulu waktu saya kelas 1, saya pernah ikut lomba cerdas cermat tingkat kec. Cikedung dan mendapat juara II , kemudian mengikuti lomba lagi lomba Calistung (membaca , menulis, dan menghitung) di SDN CIKEDUNG LOR II, mendapat juara III. Ketika saya kelas 2 dan kelas 3 saya mengikuti lomba yang sama di SDN CIKEDUNG I tetapi saya cuma mendapat juara III, kemudian ada lagi lomba MIPA (matematika dan ipa) tingkat kec.cikedung pada saat saya kelas 4 tetapi pada lomba itu saya kalah. Waktu itu saya menangis, saya merasa sudah mengecewakan ayah dan ibu dan terutama guru saya. Rasa yang saya rasakan pada saat itu adalah sedih, kesal, dan menyesal. Kemudian selang beberapa bulan ada perlombaan kaligrafi, cerdas cermat, pidato, hafalan juz’ama, dll. Saya mengikuti 2 perlombaan karena tidak bentrok waktunya jam 07.00-09.00 WIB kaligrafi dan 09.30-10.10 lomba cerdas cermat lomba tersebut diadakan di SDN JAMBAK I. Saya cuma mendapat juara III, sedangkan cerdas cermat juara II. Itupun berkat bantuan adik kelas saya namanya sudur. Pada saat kelas 5 SD, ada perlombaan olahraga antara lain : lempar lembing, lempar cakram, lompat jauh, lari, bulu tangkis, tenis meja, catur dan volley (PA/PI). Siapa yang mengikuti lomba? Semua sudah ditentukan oleh guru olahraga. Erwanto mengikuti lomba catur, teguh saiful hamzah mengikuti tenis meja, iman lempar lembing, eka lempar cakram, castirah lari, team volley (PA) agus, rasadi, supri, solikin dan ahmad, team volley (PI) rasiti, rohayati, arwati, arlinah, devi, bulu tangkis iqbal sama safitri. Semuanya sudah ditentukan berhari-hari kami latihan, setiap sore kami pasti ke sekolah untuk latihan hingga pada saat waktu lomba tinggal menghitung hari saya dipindah oleh siti untuk mengikuti lomba bulu tangkis putri tunggal, saya merasa kaget dan terkejut. Saya berfikir kenapa saya dipindah mendadak begini? Sedangkan waktu untuk berlatih pun nggak ada hanya tinggal 3 hari saya harus siap menghadapi lomba. Saya bingung harus apa selain menerima kenyataan bahwa saya harus dipindah ke bulu tangkis cabang olahraga yang belum terlalu saya kusai, karena besik saya sudah divolley. Tapi saya bisa apa?? Ya udahlah bismillah ajah semoga saya bisa menjadi yang terbaik dan menjadi juara agar bisa mengharumkan nama baik sekolah. Saat yang sudah ditunggu-tunggu kini telah tiba. Kami serombongan berangkat ke cikedung. Kemudian karena tempat lomba terpisah jadi kami dipecah dan berpencar, yang ikut lomba volley, lempar cakram, lempar lembing, tenis meja, dan catur diSDN CIKEDUNG LOR II, sedangkan bulu tangkis di KUD cikedung. Dalam hati saya, saya berkata:”semangat teman-teman mari kita buktikan kepada mereka, bahwa kitalah yang akan juara. Bawa semua piala teman-teman, jangan lupa walau kita terpisah tapi semangat kita sama. Yaitu ingin mengharumkan nama SD kita. Teman-teman semangat jangat takut ok!!!” saya berharap akan menang meski saya mengikuti lomba ini tanpa persiapan. Selang beberapa menit kemudian tibalah giliran saya untuk bermain, ya allah bantu saya mengalahkan lawan-lawan saya Bismillah. Babak pertama saya menang tapi kemudian saya kalah dibabak kedua. Saya sedih, merasa kecewa.. tapi tak apa yang penting saya bisa dapat teman baru dan pengalaman baru. Teman saya itu berasal dari SDN JAMBAK I namanya sisi dan rio. Kata dia permainanku cukup baik, saya bilang alhamdulillah karena berarti saya juga ada bakat dipermainan ini. Kemudian saya pergi ke SDN CIKEDUNG LOR II untuk melihat teman-teman yang sudah menyelesaikan lombanya, kemudian kami berkumpul saling bertanya gimana lombanya menang nggak. Saya bilang nggak tau hasilnya akan dibagikan nanti. Singkat waktu kami pulang dan kembali kerumah masing-masing. Kemudian keesokan harinya kami berangkat sekolah, dan mendengar kabar bahwa yang menang dan mendapat hanya catur (juara III), lempar lembing (juara III), lempar cakram (juara III), lari (juara II), dan tenis meja (juara I). Alhamdulillah masih ada yang juara, setidaknya SDN JATISURA II bisa membawa pulang piala walau nggak semuanya. Semasa saya SD, saya selalu mendapat rangking 1. Bahkan pada saat hasil UN keluar nilai saya merupakan nilai yang terbaik di kelas. Selang beberapa waktu saya menerima surat kelulusan, saya begitu sedih saat melihat isi surat tersebut, kenapa? Karena saya lulus, dan berarti sayapun takan lagi bertemu dengan mereka. Takan bersama-sama dengan mereka lagi, takan bisa lagi bercanda dan tertawa bareng mereka. Tapi saya bersyukur serta berterimakasih kepada ibu/bapak guru yang telah membimbing dan mengajari saya. kemudian saya melanjutkan sekolah lagi ke SMPN 2 LELEA, salah satu SMP terfavorit didesa saya. saya berangkat dari rumah jam 5, kenapa? Karena rumah saya dengan SMP cukup jauh, sedangkan kendaraan yang saya gunakan hanya sepeda. Jadi saya berangkat harus pagi-pagi sekali mengingat rumah saya yang jauh dari sekolah. Kemudian sesampainya disana, saya mengikuti psikotest kemudian lulus, 2 hari mengikuti MOS sangat seru!!! Kemudian setelah mendapat pengumuman bahwa saya diterima di SMPN 2 LELEA, saya berhasil masuk ke kelas 7G, yang diwali kelasi oleh ibu Riche Rias Rustiah. Ibu riche adalah seorang guru bhs. Inggris orangnya sangat sabar, baik, dan penyayang. Saat saya kelas 7, saya mengikuti ekskul pramuka dan paskibra. Kemudian setelah dua bulan mengikuti ekskul paskibra, diadakan pelantikan dan seleksi calon dewan paskibra. Yang syaratnya harus meminum 3 botol susu putih, sedangkan saya alergi pada susu putih. Jadi saya memutuskan untuk tidak mengikutinya, dan kemudian berhenti dan keluar dari ekskul tersebut. Saat kelas 7 saya mendapat rangking 1 pada semester 1 dan 2, kemudian saat kenaikan kelas saya masuk 8A kelas yang siswa-siswinya terkenal pintar-pintar dan aktif semua. Selain pramuka saya juga mengikuti organisasi osis, dan menjabat sebagai seksi humas. Pernah mengikuti lomba pramuka diSMAN 1 LOHBENER mendapat juara harapan 1. Kemudian lomba pramuka di SMAN 1 SINDANG , lomba LKBB dan haking rally mendapat juara II LKBB. Kemudian mengikuti lomba lagi di SMKN 2 INDRAMAYU yang berupa haking rally mendapat juara umum 1. Kemudian mengikuti lomba lagi di SMPN 1 SUMEDANG berupa haking rally mendapat juara umum 1, juara harapan 1 putra, juara harapan 3 putri, dan mendapat juara terfavorit. Kemudian saya naik kekelas 9A karena saya merupakan salah satu anak-anak yang tergolong aktif dikegiatan organisasi baik dipramuka dan diOSIS. Nama angkatan pramuka saya ken arok dan kendedes sedangkan nama ambalanya adalah WIRAPANAWU atau lebih lengkapnya adalah Ki Wirapati dan Nyi mas Nawang Wulan. Kemudian selang beberapa minggu setelah menghadapi UN. Saya mendapat surat kelulusan dari sekolah dan setelah dibuka isinya bertuliskan LULUS. Alhamdulillah dan kemudian melanjutkan sekolah lagi di SMAN 1 INDRAMAYUdan diterima di Sayoe, setelah melewati psikotest kemudian diadakan MOS, ketika mos aku masuk gugus 8 dimentori sama mba lilis dan mba riris. Dan setelah beberapa hari ada pengumuman, ternyata aku masuk kelas X MIA 1 yang diwali kelasi oleh bapak sutjita. Saya juga ikut ekskul volley. Saya di Indramayu ngekost, sama mba lilis dan mba sumini. Kost saya dipekandang di Gang kesatuan. Saya berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Saya suka dengan puisi, kata-kata bijak, kata-kata motivasi, kritik, nasehat serta saran karena itu bisa membangun karakter saya. membuat saya bisa selangkah lebih maju dari sebelumnya. Pengalaman saya cukup berkesan dan memberikan pelajaran. Saya berasal dari keluarga yang tak mampu, ayah saya seorang petani dan supir. Sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga biasa. Tapi saya dan tekad saya akan membuktikan bahwa bukan hanya mereka yang diatas yang bisa sukses, tapi orang-orang kecil pun bisa!. Dan saya bisa sampai sekarang itu berkat ayah, ibu, serta guru-guru saya untuk itu saya ucapkan terima kasih untuk bimbangan serta ajakannya. Tanpa kalian saya bukanlah apa-apa, mungkin tanpa ibu/bapak guru saya tidak bisa baca tulis. Pengalaman yang selalu saya ingat dalam hidup adalah ketika ayah saya mengalami kecelakaan karena ditabrak oleh sepeda motor, akhirnya ayah saya mengalami patah tulang pada tulang pahanya dan mengalami retakan pada tulang lututnya. Betapa sedihnya saya hari itu, kemudian ayah dibawa kerumah sakit oleh keluarga saya dan di obati disana. Kemudian setelah itu ayah pulang kerumah sambil dipapah oleh paman saya, saya nggak tega melihat orang yang selama ini berjuang banting tulang menghidupi saya hanya bisa terbaring lemas ditempat tidurnya. Untuk pertama kalinya ayah menangis didepan saya, ayah bilang pada kakek saya tolong jaga anak-anakku jika esok umurku sudah tiada. Saya menangis didepan ayah, dalam hati “saya berjanji akan selalu patuh dengan apapun perintah ayah, karena ayah segalanya bagi saya”. 4 bulan ayah bertahan dan ibu mencari uang, dia berhutang sana sini untuk mengobati ayah. Akhirnya terkumpulah uang untuk pengobatan ayah, ayah di bawa kerumah sakit yang ada disolo namanya rumah sakit KUSTATI untuk melakukan operasi, agar ayah bisa berjalan dengan normal kaki ayah diPen. Selama 3 hari ayah disolo, setelah itu ayah pulang kerumah. Saya senang ayah akhirnya pulang , ayah keluar dari mobil dengan memakai tongkat saya tau sebenarnya ayah capek dan lelah, tapi dengan melihat saya dan adik saya yang masih sangat membutuhkan ayah. Ayah mulai bangkit dan bersemangat lagi, hingga pada suatu malam gara-gara ayah terlalu capek, jadi tabung penampung darah kotor yg bentuknya kaya infusan itu copot dan darahnya kemana-mana. Difikiran saya cuma mikir ya allah betapa sakitnya itu, jangan sampai ayah kenapa-napa ya allah. Saya takut, sangat takut.. kemudian ibu memanggil mantri untuk mengobati ayah, tapi ayah malah berfikir “aku sangat menyusahkan banyak orang”. Setelah berminggu-minggu akhirnya ayah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat, namun sekarang kaki ayah tidaklah sama kakinya pendek sebelah. Meskipun begitu bagi saya yang penting ayah bisa kembali normal walaupun sekarang ayah tidak boleh bekerja terlalu berat. Sudah 4 tahun ayah saya dipen bahkan sampai sekarang pen itu belum dicopot, ayah takut tulangnya masih belum menyatu. Jadi sampai sekarang ayah memakai pen. Dan aku ingin mencontoh ayah, sifat ayah yang nggak gampang menyerah. Tekad ayah meembuat saya lebih semangat untuk mengejar cita-cita saya . sungguh Ayah adalah moodbooster yang paling hebat dan kuat, karena dia mampu menguatkan saya. Ayah ibu Do’akan aku suatu saat akan mengangkat nama dan derajatmu amiiin .

Javanesiska

google agensi Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-11-16
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Perkenalkan nama saya Hilda Adina Rahmi. Saya lahir pada tanggal 24 mei 1998, di RS AL Surabaya. Saya memiliki satu kakak perempuan, saya tinggal bersama kedua orang tua saya. Saya tinggal di jalan Medokan Ayu kampong gang 3 nomer 11, rungkut, Surabaya. Saya dulu TK di Tunas Mandiri, dan mengalami dua kali TK, karena pada saat usia saya waktu itu, saya masih belum bisa membaca dan berhitung dengan baik dan benar, sehingga orang tua saya mengembalikan saya ke TK lagi. Pada saat saya kembali ke TK lagi saya merasa minder, tapi saya ingat sekali orang tua saya tidak henti-hentinya memberi saya semangat, hingga akhirnya saya bisa melalui masa-masa itu. Kemudian saya masuk ke sebuah SD Negeri yang bernama SD Negeri Medokan Ayu 2 yang disingkat menjadi MA2, pada saat masuk saya tidak lagi merasa minder ataupun canggung dengan temen-teman saya, walaupun ada rasa yang agak aneh yang saya sendiri tidak dapat ungkapkan tetapi saya bisa menghadapinya, saat saya SD saya dari tahun ke tahun prestasi saya terus meningkat, saya selalu dapat masuk peringkat ke lima besar. Hingga saat saya mulai mengenal apa itu rasanya menyukai lawan jenis pada saat SD kelas 6, saya suka dengan kakak kelas saya yang baru lulus, dan pada saat itu juga nilai-nilai saya agak menurun semangat pebalajr sayapun berangsur-angsur mengalami kemunduran, hingga saya merasakan apa itu rasanya sakit hati. Dan itu yang membangkitkan saya dan sadar akan apa saja yang telah saya tinggalkan. Hingga saya mengalami cobaan, yaitu hasil nilai UN saya sangat merosot dan sangat tidak sesui dengan harapan, dan hingga beberapa teman saya mulai memandang saya dengan sebelah mata. Pada saat itu saya masuk ke pemenuhan pagu di SMP Negeri 19 surabaya, ada seseorang yang selama ini saya anggap sebagai sahabat dekat saya, dia tampaknya iri dengan saya, hingga dia melakukan pemfintahan yang tidak – tidak terhadap saya, hingga saat acara perpisahan beberapa banyak teman saya mengucilkan saya dan melihat saya sebelah mata. Pada saat itu saya sangat sedih dan kecewa terhadap sikap seseorang yang selama ini saya anggap sahabat saya sejak kecil, ternyata hanya dengan takdir yang seperti itu dia marah kepada saya hingga seperti itu. Dan karena kejadian itu saya tidak lagi percaya terhadap orang lain, sehingga saya sering bercerita dengan diri saya sendiri ( didepan cermin ) kadang saya, merasa ada yang menanggapi omongan ataupun cerita saya, dan saya terkadang juga ada yang membisikkan sebuah solusi atas masalah-masalah yang saya hadapi. Kejadian itu membuat saya trauma akan kata sahabat maupun persahabatan. Karena menurut saya itu semua hanyalah omong kosong belaka yang tidak berdasar, setiap orang baik saat dia butuh pada saat dia tidak butuh, kita dianggurin gitu aja seperti barang bekas. Menurut saya menjadi seorang sahabat tidak hanya senang saja disisinya, tapi juga harus saat susah. Seorang sahabat adalah seseorang yang dating saat kita susah, maupun sedih, ataupun juga saat kita tertawa bahagia, tanpa kita minta dia selalu ada disisi kita, selalu dukung apapun keinginan kita selama itu dalam batas-batas yang sesui dengan norma. Sahabat nggak akan ngomongin sahabatnya dibelakangnya atau kepada orang lain, seorang sahabat selalu inginkan yang terbaik untuk sahabatnya, dan selalu menomor satukan sebuah persahabatan ketimbang sebuah permusuhan. Hingga tiba saatnya masa-masa SMP saya dimulai, pada saat ini saya mencoba untuk mengunci diri sendir, saya merasakan perubahan yang saya buat sangatlah derastis, dari seseorang yang selalu cerewet, yang banyak ngomong, kadang suka seenaknya sendiri, seseorang yang selalu banyak tingkah dan berisik, menjadi sosok seseorang yang pemalu, pendiam, tidak banyak bicara, dan sangat cuek terhadap seseorang. Tindakan itu saya ambil karena menurut saya pada saat itu semua orang sama saja, semuanya penuh dengan sandiwara dan kemunafikan, dan saya bosan melihat hal-hal seperti itu, saya sangat tidak suka saat teman-teman sebaya saya, berkata “ they are my best friends “, saya merasa sangat rishi mendengar kata-kata seperti itu, bagi saya kata-kata seperti itu hanya bohong belaka, hingga akhirnya saya diolok-olokkan sebagai cewek cupu yang sangat kutu buku. Saya tidak marah ataupun jengkel atas olok-olokkan seperti itu, saya senang malahan. Prestasi saya menurut guru dan orang tua saya selalu meninggkat, hingga saya masuk ke dalam kelas yang istimewa dalam SMP Negeri 19 surabaya, dikelas unggulan. Kelas dimana hanya berisi anak-anak yang kelas 7nya rangking 1-3 saja. Saya senang dan bersyukur saya dapat membuktikan kepada teman-teman SD yang yang dulu memfitnah saya, bahwa saya tidak pantas masuk ke SMP itu gara-gara nilai UN SD saya yang buruk, saya senang karena setidaknya saya sudah membalas rasa kesal saya terhadap mereka walaupun belum sama. Tapi, saya meraskan seperti kembali lagi kemasa lalu saya, saya bertemu teman-teman yang mengaggap saya sebagai sahabat mereka tapi saya sama sekali tidak membalas rasa saying mereka, saya masih truma atas kejadian waktu SD, hingga saya mendengar teman-teman yang mengganggap saya sebagai sahabatnya itu mengata-ngatain saya dibelakang saya tanpa mereka tau saya mendengakan semua pembicaraan mereka yang melihat saya selalu dari kerurangan saya dan itu membuat saya sedih dan kecewa kembali. Saya iri dengan kakak saya yang memiliki sahabat yang setia mulai dari SD hingga kuliah pada saat ini, saya iri. Saya juga ingin mendapatkan teman-teman yang baik luar dan dalam. Yang namya sahabta itu nggak ada yang namanya sahabat masa SD, sahabat masa SMP, sahabat masa SMA. Yang namanya sahabat itu abadi selama-lamanya. Itupun juga berlangsung pada saat saya kelas 9 SMP saya dikecewakan untuk sekali lagi. Hingga saya merasakan kesendirian, yang sering membuat saya menyendiri. Saya tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana atas perasaan ini, salahkah saya atas sakit hati yang saya rasakan hingga saat ini saya memasuki masa-masa SMA, masih sering perasaan kekecewaan itu sering muncul, saya hingga saat ini tidak percaya kepada teman-teman saya untuk bercerita ataupu sekedar menceritakan hal-hal yang mengganggu hidup saya. Sayapun kembali kecewa dengan teman – teman sekelas saya yang berkata ingin kompak tapi tetap saja ada pembuat “gep “ antara satu dengan yang lain dan itu ada. Mereka semua menurut saya hanya sedang melakukan sebuah sendratari drama. Sungguh ironis, jika mereka tau teman-teman yang selama ini mereka bangga-banggakan ternyata yang paling membenci kamu, dan ternyata dia juga yang membikin kamu seperti terus dalam dongeng hingga waktu membangunkan kamu dengan paksa untuk melihat dan mendengar kenyataan pahit yang sebenar-benarnya. Aku masih sering sekali melihat teman-temanku yang sekarang masih hidup dalam sebuah dongeng yang ingin mereka ciptakan sendiri, mereka masih berada dalam awan-awan mimpi. Aku kasihan dengan mereka, jika mereka terbangun saat sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan mimpi-mimpi mereka. Aku ingin sekali membantu mereka untuk bangun dan melihat sebuah kenyataan bahwa dunia ini tak semudah yang mereka bayangkan, mereka masih lebih memilih untuk bersenang-senang yang menurutku berlebihan. Aku kasihan jika saat mereka dewasa mereka baru tersadar bahwa mereka harus memulai segala sesuatu dari nol. Aku ingin bilang ke mereka bahwa ini bukan saatnya untuk bermimpi lagi, tapi kalian harus sudah mulai membanggun bangunan impian kalian, aku ingin berkata seperti itu, dan pernah aku coba hasilnya sama saja mereka masih berada dalam kabut-kabut awan mimpi. Merunut saya haya ini yang ingin saya ceritakan. Terimakasih.

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-11-15
Användningsfrekvens: 3
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

ANAK YANG DURHAKA KEPDA ORANG IBUNYA Dikisahkan di sebuah kota terdapat rumah sederhana yang dihuni oleh seorang janda yang mempunyai seorang gadis yang bernama naura.naura dulunya anak yang baik,Cuma karena kurangnya kasih sayang semenjak ditinggal ayahnya,dia sekarang menjadi anak yang durhaka kepada ibunya.pada suatu hari ibunya menyuruh naura membeli sesuatu. Ibu : (berjalan menuju kamar naura) ra,tolong belikan ibu bahan dapur ! Naura : (naura sambil telfon telfonan) ibu ini ganggi saja,beli saja sendiri, tidak usah nyuruh nyuruh aku. Ibu : iya wes, kalu ibu ganggu kamu,ibu minta maaf (berjalan keluar dari kamar naura) (( pada keesokan harinya,naura bersiap siap untuk pergi ke sekolah dan di jemput temannya)) Nana : teman teman, bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita jalan jalan (memberikan ide) Lala : jangan, bagaimana kalau kita kerumah naura saja mengerjakan tugas kelompok. Abdul : ide bagus itu (bersemangat) aku yang akn mengajak randy ((sedangkan naura, masih mikir mikir tentang ide teman temannya yang akan datang kerumah naura)) #tidak terasa mereka sudah sampai disekolah,( disekolah naura tidak bisa belajar dengan tenang)........bel pulang sekolah telah berbunyi (kkrrriiingg....),naura dan teman temanya bergegas untuk pulang dan bersiap akan kerumah naura# ~mereka sampai di rumah naura dan mengetuk pintu~ Abdul : (mengetuk pintu) assalamualikum!! Naura : waalikum salam,teman teman sudah datang ya ! pacarku mana ??? Randy : ngapain cari aku,aku ada disini !! Nana,lala : ciyee.....ada yang lagi kangen nih (sambil melirik naura dan randy) Abdul : udah, udah kita sekarang belajar dulu tidak usah main main dulu. Randy : iya iya abdul tidak usah terburu buru,santai saja !! ((nana,abdul dan lala sibuk mengerjakan tugas,sedangkan naura dan randy hanya asyik ngobrol dan bercanda)) #lalu ibunya naura datanag menyuguhkan minuman untuk teman teman naura# Ibu : (berjlan keruang tamu sambil membawa minuman ) naura,kamu kenapa tidak ikut belajar kamu malah bergurau dengan teman laki laki kamu. Randy : itu ibu kamu naura??? Naura : bukan,itu Cuma pembantu aku saja (sambil menahan malu,sementara teman teman naura memperhatikan naura) Randy : oh,Cuma pembantu,tapu kenapa seorang pembantu ngatur ngatur kamu!! (naura hanya diam saja) ((kemudian mereka sudah selesai mengerjakan tugas, lau bergegas untuk pulang)) #ketika teman teman naura sudah pulang,naura langsung menghampiri ibunya dan memarahinya# Naura : (berjalan ke arah ibunya dengan perasaan marah) ibu..ibu..kenapa tadi ibu bilang begitu kepada aku di depan teman teman dan pacar aku,aku malu,aku capek diatur atur terus. Ibu : (sambil merangkul dan mensehati naura) naura...ibu itu tidak mau kalau sampai kamu itu jadi orang yang pemalas,ibu ingin punya anak yang berhasil nantinya, dan ibu mohon kepada kamu jangan pacaran dulu karena kamu masih kecil. Naura : ibu tidak usah nasehatin aku,aku capek dengernya. ((melepas rangkulan ibunya lalu pergi kekamar dan meninggalkan ibunya)) #sedangkan ibunya naura menangis ketika melihat kelakuan anaknya yang tidak bisa di nasehati dan menjadi anak yang pembangkang orang tua# #keesokan harinya,teman naura yang bernama nana dan lala sedang berbincang bincang# Lala : kamu seperti aneh apa tidak dengan sikap naura kemarin? Nana : iya sedikit sih !! ((disela sela mereka berbincan bincang abdul langsung menghampiri lala dan nana)) Abdul : hayoo! Lagi pada ngomongin siapa ? tidak boleh ngomongin orang, dosa tau! (menunjuk nana dan lala) Nana : ngomongin nauara,emangnya kenapa ? tidak boleh tah? Lala : pasti mau ceramah lagi itu na,biasa udah kalau mau jadi calon ustad begini ! ((semuanya tertawa,sementara abdul hanya tersenyum )) #setelah itu semuanya kembali tenang# #sementara itu naura sekarang ini lebih sering pulang malam, hingga ibunya khawatir dengan keadaan naura .tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah naura# (ibu naura membukakan pintunya) Nana : permisi ibu, nauranya ada ? Ibu : naura belum pulang! Silahkan masuk dulu nak ! (mereka masuk kedalam rumah untuk berbincang bincang) Lala : begini ibu, tadi naura tidak masuk sekolah,saya kira naura sakit ibu,makanya saya dan nana datang kesini. #di sela sela mereka bebincan bincang,nauara datang dengan muka sedih dan menangis tida henti hentinya# Nana : kamu kenapa kok menangis nauara ? Naura : (langsung memeluk ibunya dan meminta maaf kepada ibunya) bu, maafin naura yang tidak pernah dengarkan nasehat ibu,sekarang naura mengerti kenapa ibu melarang naura pacaran (masih menahan tangisan) sekarang naura menyesal,naura hamil ibu ! (sambil menangis tak henti henti) (lala dan nana langsung pulang dan meninggalkan naura bersama ibunya) Ibu : astagfirullahhaladzim, ya allah coba’an apa lagi yang menimpa keluargaku. ((suasana menjadi berbalut sedih)) ((keesokan harinya ketika disekolah lala dan nana menyebarkan gosip tentang naura)) Nana : eh..teman teman!! Ada berita baru nih !! (berteriak) Lala : ada teman kita yang bernama naura,akan menjadi seorang ibu. #tiba tiba randy dan abdul mengahampiri lala da nana# Randy : maksud kamu apa la ? Lala : masak kamu tidak tahu maksud aku, naura itu halim, eh alias hamil. Abdul : la, kamu jangan asal bicara kita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang !! Nana : ini fakta,bukan opini abdul !! kalu tidak percaya tanya saja ke naura,tuh mumpung nauranya ada. (naura baru datang dan langsung di tanya oleh abdul) Abdul : ra,apa benar kamu gini (menunjuk perut) (naura tidak menjawab pertanyaan dari abdul dan langsung meninggalkan abdul) Randy : kamu ngomong apa ke naura abdul ? Abdul : ohh.. tidak ngomong apa apa kok, Cuma tanya saja Lala : sekarang kalian percaya kan ? Randy : percaya apa maksud kamu ? Nana : jangan pura pura tidak tau kamu,kamu kan yang terlibat !! randy : jangan sok tahu deh !! (setalah beberapa hari disekolah banyak yang tahu gosip tentang naura,akhirnya naura memutuskan untuk tidak sekolah karena malu dengan keadaanya) Naura : ibu, naura malu sama teman teman,naura tidak mau sekolah lagi,naura menyesal sudah tidak mendengarkan nasehat ibu. Ibu : sudahlah nak, jangan terlalu di pikirkan.ini sudah terjadi, ambil hikmahnya saja. (ibu dan naura saling berpelukan.dengan penuh kasih sayang ibu mengelus rambut naura.) ((akhirnya naura memutuskan untuk tidak sekolah dan membantu ibunya dirumah untuk mengerjakan tugas bersama ibunya)) Kelompok X TEI 1 : 1.maulidatul jannah sebagai ibunya naura 2. dinda rizka sebagai naura 3.ela agustin sebagai lala 4. karina nur setyani sebagai nana 5.adji pangestu sebagai randy 6. bagas ferdianto sebagai abdul

Javanesiska

makan

Senast uppdaterad: 2014-11-07
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Unsur intrinsik cerita “Asal Usul Danau Toba”. 1. Tema: Kokar lupa akan janjinya kepada istrinya. Buki : “……..Kokar semakin marah, maka ia lupa janjinya kepada istrinya dengan berkata, “Pantaslah kamu semakin nakal kepada orang tua karena kamu memang anak dekke (ikan)!”. 2. Penokohan dan perwatakan a) Tokoh utama → Kokar : Rajin dan pemarah, pelupa. Bukti : “……Kau adalah pemuda yang rajin dan baik budi, maka saya disuruh menemuimu dan mendampingimu sebagai seorang istri,” (paragraph 2) → “……..Timbullah amarah Kokar kepada anaknya. Dicarinya Samosir. Ketika hendak tertangkap, Samosir tertawa terbahak-bahak. Kokar semakin marah, maka ia lupa janjinya kepada istrinya”. (Paragraf 6) → Ayahmu telah lupa pada janjinya. Sekarang pergilah ke puncak gunung.” (Paragraf 7) b) Tokoh sampingan → Samosir : baik dan lincah menjadi nakal. Bukti : “Setahun kemudian istri kokar melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Anaknya baik dan lincah. Akan tetapi, semakin besar sikapnya bertambah nakal.” (Paragraf 5). → Ayahmu telah lupa pada janjinya. Sekarang pergilah ke puncak gunung.” (Paragraf 7) → Karena kenakalanmu, kita semua harus berpisah. Tempat ini akan dilanda banjir besar, anakku!” (Paragraf 7) 3. Alur/Plot : maju a) Pengenalan Bukti : Pada suatu pagi, kokar mengangkat bubunya dari sebuah parit. Alangkah senang hatinya ketika didapatnya seekor dekke (ikan) yang besar. Ikan itu ditaruhnya dalam kolam disamping rumah, lalu ia pergi ke sawah. → Setelah mengerjakan sawah ladangnya, kokar terkejut karena melihat seorang gadis yang sangat cantik berdiri didekat kolam ikannya. → “Jangan takut dan heran, wahai kokar! Saya adalah seorang putrid raja jin penghuni pegunungan disekitar sini. Kau pemuda yang rajin dan baik budi, maka saya disuruh menemuimu dan mendampingimu sebagai seorang istri,” kata putri yang jelita itu. → Belum sempat kokar berkata, putri jin itu melanjutkan kata-katanya. “Tetapi ada satu syarat yang harus kau penuhi, kokar. Syarat itu adalah janji yang tidak boleh dilanggar. Bila kita nanti dikaruniai anak, jika itu nakal jangan sekali-kali memarahi dan mengatakan anak dekke! Apabila engkau melanggar, kita akan berpisah untuk selamanya. Engkau dan anak kita akan binasa,” kata putri cantik itu. b) Muncul masalah Bukti : Suatu hari, Kokar pulang dari sawah. Sehabis membasuh kaki, tangan, dan muka Kokar menuju keruang makan. Ia terkejut karena hidangan di meja telah habis, tentu dimakan oleh Samosir, putranya sendiri. Timbullah amarah Kokar kepada anaknya. Dicarinya Samosir. Ketika hendak tertangkap, Samosir tertawa terbahak-bahak. Kokar semakin marah, maka ia lupa janjinya kepada istrinya dengan berkata, “Pantaslah kamu semakin nakal kepada orang tua karena kamu memang anak dekke (ikan)!”. → Mendengar kata-kata ayahnya, Samosir lahi mencari ibunya dan mengatakan seperti ayahnya. Mendengar kata anaknya, ibu Samosir gemetar sambil berkata. “O……., anakku! Tiba juga saat yang mengetikan. Ayahmu telah lupa pada janjinya. Sekarang pergilah ke puncak gunung. Karena kenakalanmu, kita semua harus berpisah. Tempat ini akan dilanda banjir besar, anakku!” → Sebentar kemudian keadaan berubah, gelap. Halilintar menggelegar dan kilat bersautan. Hujan turun tiada hentinya, Banjir segera terjadi. Lembah yang subur digenangi air. Semua penduduk binasa termasuk Kokar. Samosir yang di puncak gunung dicekam ketakutan hingga meninggal di puncak gunung tersebut. c) Keadaan mulai memuncak Bukti : Sebentar kemudian keadaan berubah, gelap. Halilintar menggelegar dan kilat bersautan. Hujan turun tiada hentinya, Banjir segera terjadi. Lembah yang subur digenangi air. Semua penduduk binasa termasuk Kokar. Samosir yang di puncak gunung dicekam ketakutan hingga meninggal di puncak gunung tersebut. d) Akhir Bukti : Putri jin kembali ke asalnya. Lembah subur menjadi telaga yang disebut Danau Toba. Gunung tempat Samosir meninggal disebut Pulau Samosir yang ada di tengah Danau Toba. 4. Latar a) Latar waktu : siang hari b) Latar tempat : Rumah/sawah c) Latar suasana : Mengerikan 5. Amanat “ Jangan sembarang janji kepada orang lain kalau kita tidak mampu menjaganya”. Unsur Ekstrinsik 1. Nilai moral → Orang yang rutin dan baik pasti akan membuahkan hasil yang bagus. 2. Nilai kebudayaan → Sebuah pernikahan dilaksanakan sesuai adat daerah itu.

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-11-06
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Contoh Pidato Kenakalan Remaja Assalamu'alaikum Wr. Wb Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi nikmat serta karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama di hari yang berbahagia ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kami semua hingga saat ini. Dan kepada Yth. Bapak/Ibu... yang saya hormati dan teman-teman semua yang saya cintai, kita semua tentunya tahu dan menyadari betapa banyak terjadinya kenakalan remaja saat ini, dengan perbuatan negatif dan menyimpang di masyarakat. Seperti sudah mengenal rokok dan narkoba, yang pada awalnya hanya mencoba dan menjadi ketagihan sampai kecanduan. Adapun penyebab masalah dari kenakalan remaja ini yang diakibatkan dari kesalahan orang tua dalam cara mendidik atau orang tua yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat memperhatikan anak mereka, atau juga karena pergaulan remaja saat ini yang sudah terjerumus dengan pergaulan yang salah. Boleh saja kita mempunyai banyak teman, namun kita juga harus berhati-hati untuk memilih teman, agar kita tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Masih banyak lagi kenakalan remaja yang terpengaruh oleh pergaulan yang salah, seperti mabuk-mabukan, tawuran antar pelajar, geng motor, dan bahkan hal tersebut banyak menimbulkan korban dari banyak remaja yang terlibat dalam pergaulan yang salah. Mari kita jauhi perilaku-perilaku menyimpang tersebut, karena hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri. Gunakanlah masa-masa remaja dengan hal positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua dan juga bangsa. Teman-temanku yang saya banggakan, selektiflah dalam mencari teman dan tetap ingatlah bahwa tak ada satupun orang tua yang menginginkan ananya berperilaku buruk. Sampai disini yang dapat saya sampaikan dalam pidato ini, jikalau ada kesalahan mohon untuk dimaklumi.

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-11-03
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Untuk para siswa yang Bapak sayangi, Lewat perjalanan waktu telah kita lalui bersama dalam suka dan duka hingga akhirnya pada hari ini kami melepas kalian untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Kalian adalah anak-anak yang baik. Kebersamaan kalian membuat sekolah kita menjadi kuat dan berprestasi dalam membangun nama baik sekolah yang kita cintai ini. Jagalah nama baik sekolah kita di manapun kalian menginjakkan kaki. Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran. Dengan kejujuran dan kebenaran niscaya kalian akan menjadi orang orang sukses dan berhasil di masa depan. Dalam sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa faktor mengapa seseorang dapat meraih sukses. Namun hebatnya faktor kejujuran ditempatkan sebagai peringkat pertama , baru sesudah itu faktor-faktor yang lain, termasuk pandai di kelas, mudah bergaul dll. Gapailah terus mimpi dan cita-cita kalian sehingga kelak kalian menjadi sosok yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua kalian. Anak-anakku yang Bapak cintai, Seperti halnya lomba lari penghalang, agar kita sukses dalam perjuangan, kita harus mampu dan berani melewati setiap penghalang yang menghadang. Tegakkan disiplin diri dengan tegas. Jangan malas, manja dan mudah bosan ! Kalau kita tunduk oleh rasa malas, manja dan bosan, maka pasti nasib kita tidak akan berubah. Pastikanlah bahwa kalian bisa meraih sekolah yang kalian impikan, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Kepada Bapak Ibu Orang tua siswa kelas IX, Bersamaan dengan acara pelepasan ini, kami serahkan kembali putra-putri Bapak Ibu. Selesai sudah tugas kami membimbing dan mendidik putra putri Bapak Ibu selama berada di sekolah ini. Harapan kami Bapak/Ibu tetap mendampingi putra putrinya dalam menempuh pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dengan adanya hubungan baik antara orang tua dan anak akan bisa menciptakan sebuah kenyamanan dan ketenangan dalam menempuh pendidikan, dan hal ini akan mendorong anak untuk tetap berprestasi. Kami sudah berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik. Namun ibarat “tak ada gading yang tak retak”, kami mohon maaf jika selama ini ada yang kurang berkenan di hati para orang tua dan juga kepada para siswa. Selamat berjuang, selamat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mempertemukan kita pada masa-masa yang akan datang Wassalamu'alaikum wr. wb

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-11-02
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

OTOBIOGRAFI Namaku Hafid Alfan Bayu Rahman aku adalah anak pertama dari pasangan Gojali rahman dan Elok tri puji astutik Papaku adalah seorang TNI AL dinas di pangkalan MARINIR surabaya Mamaku tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga aku lahir pada tanggal 25 Oktober 2000 pada pukul 00.45 dirumah sakit adi husada kapasari surabaya dengan berat badan lahir 3,5 kg dan panjang badan ku lahir 50 cm dan aku diberi nama Hafid Alfan Bayu Rahman pada saat aku pulang dari rumah sakit aku tinggal di rumah Jl Gembong Gg 5/1 Surabaya kata mamaku saat aku masih kecil aku selalu bangun di tengah malam dan nangis papaku selalu membuatkan susu formula untukku.papa dan mamaku selalu kerja sama dan saling membantu. Ketika diusiaku yang menginjak 2 tahun aku memiliki seorang adik yang bernama Rivaldo Farid Ardana yang lahir pada tanggal 1 maret 2002 pada pukul 15.00 wib di rumah sakit angkatan laut “RSAL Ramelan Surabaya”dengan berat badan lahir 3,8 kg dan panjang adikku waktu lahir 52 cm waktu menjelang kelahiran adikku mamaku sempat ada masalah dengan kondisi adikku yang posisi bayinya melintang kepala disamping dan mamaku mendapatkan pengawasan dari dokter sampe di infus dan disuntik injeksi agar posisi bayi bisa normal kepala dibawa sungguh merupakan suatu perjuangan buat mamaku ketika melahirkan adikku. Masa kecilku aku lalui dengan bahagia pada usiaku yang 4 th aku mulai bersekolah di TK Tunas Jl Gembong Gg 3 dekat dengan rumah ku saat aku masih TK aku selalu mengikuti lomba mewarnai dan karnaval yg diadakan di tingkat kecamatan simokerto pada waktu ikut karnaval aku berpakaian tradisional mengenakan baju cak dan ning surabaya dan TK Tunas tempat ku sekolah mendapatkan juara 2 karena dinilai dengan pakaian yang serasi serta barisannya yang kompak dan lurus rapi itulah pengalamanku waktu aku sekolah di TK Tunas. Di saat saat yang paling aku ingat saat masih Tk adalah hari ulang tahunku yang ke 5 th kedua orang tuaku merayakannya dengan mengundang teman teman Tk dan teman rumahku dan aku mendapatkan banyak kado dari teman teman ku dan guru Tk di usia yang ke 6 th aku mulai masuk SD Kelas 1 dan aku mempunyai teman baru bahkan ada teman dari Tkyang juga satu kelas denganku. Sampe dengan Kelas 4 Sd aku naik kelas 5 Sd dan pindah kesekolah lain di SDN Babatan IV sampe aku kelas 6 Sd dan hingga lulus karena aku ikut kakek dan nenekku di Perumahan Babatan Indah setelah aku smp aku masuk di SMP TRISILA Surabaya aku memutuskan pulang lagi kerumah Gembong Gg 5/1 jarak kesekolahku smp dengan rumah sangat dekat 3 km Aku kesekolah naik bemo lyn M kadang kadang diantar sama papaku sekalian bersama’an dengan papaku dinas. Waktu aku menjadi siswa baru pertama kali masuk Smp sama halnya dengan Mos aku disuruh membawa apa yang diperintahkan kakak Osis. Hari senin disuruh bawa 4 botol air mineral 600 ml AQUA, hari selasa bawa mie instan 5 bungkus campur campur hari rabu penutupan Mos disuruh bawa sarden kaleng kecil 2 kaleng. Itulah pengalamanku waktu ikut Mos di Smp Trisila untuk menjadi siswa kelas VII.dan aku menjalni hari hari ku bersekolah di Smp Trisila hingga aku naik kelas VIII. Setelah aku duduk di kelas VIII aku selalu mengikuti kegiatan di Smp Trisila. Akhir nya aku naik kelas ke kelas IX disinilah aku harus berjuang keras untuk nasibku di kelas IX aku benar belajar yang tekun karena orang tuaku menginkan aku harus bisa masuk Negeri jika aku SMA nanti papaku selalu menyuruhku belajar karena kelas IX sudah tidak waktunya main main lagi. Setiap pulang sekolah aku ikut bimbel di sekolah Smp Trisila setiap pukul 19.00 wib sampai 20.30 wib aku les di donokerto rumah kak nona untuk tambahan pelajaran. Aku tidak ingin kedua orang tua ku kecewa insya allah kalau aku bisa akan aku tunjukkan kerja keras ku dengan belajar dan berdo’a bisa mendapatkan hasilnya waktu begitu cepat berlalu tiada terasa aku sudah menghadapi UNAS (ujian nasional)yang mana menentukan lulus tidaknya hanya ditempuh 3 hari saja. Selama aku menempuh 3 tahun belajar di Smp hanya ditentukan nasib 3 hari saja pada waktu saat UNAS. Itulah yang membuatku tegang dan rasa takut yang luar biasa. Apalagi sekarang sistim UNAS dengan 20 paket , aku harus bisa dan yakin dengan kemampuanku dalam mengerjakan soal soal UNAS. Unas telah usai dilaksanakan inilah saatnya menunggu kelulusan. Di samping menunggu tanggal pengumuman kelulusan. Smp trisila mengadakan kegiatan tour yang mana kegiatan tersebut oleh kepala sekolah di serahkan ke wali murid kelas IX dengan kerja sama yang baik antara orang wali murid dan guru kita bisa mengadakan tour ke yogya anak anak kelas IX banyak yang ikut ke yogya dan mereka sangat senang sekali. Disinilah rasa persaudaraan itu semakin dekat dan kita tidak membedakan itu kelas A B dan C semua sama atas nama Smp Trisila “ THE GRADE NINE” Let’s go to yogya kita bisa merasakan suka dan duka keakraban bersama teman. Saling berbagai makanan dan bercerita dan bercanda bersama hanya rasa kekeluargaan yang bikin kita semakin dekat. Hubungan orang tua wali murid dan guru pun juga semakin dekat seperti saudara. Begitu juga dengan anak anak nya dan orang tua. Kebetulan mamaku di tunjuk sebagai panitia dan mamaku ikut ke yogya, banyak teman teman ku yang cerita dan berbagi pengalaman. Teman teman banyak yang senang dengan mamaku karena mamaku orangnya bisa diajak bicara dan bisa jadi teman yang baik. Itulah cerita kegiatan waktu di yogya dan kini kita kembali ke sekolah menunggu hasil pengumuman dan kelulusan dari sekolah. Detik detik kelulusan inilah yang bikin aku tidak bisa tidur karena penetuan nasib. Setelah aku melihat hasil pengumuman dari internet bahwa aku dinyatakan lulus allhamdullilah ya allah dan aku lulus dengan nilai un 34.15. dengan nilai un 34.15 aku memberanikan diri untuk ikut online mendaftarkan ke SMAN 4 untuk pilihan yang pertama dan untuk pilihan yang ke 2 aku memilih SMAN 8 kenapa aku memilih dua sekolah ini alasannya yang pertama SMAN 4 benar – benar bagus karena mamaku kenal dengan anak dokter gigi UNAIR yang pernah sekolah SMAN 4. Dan alasanku yang kedua dekat dari rumah karena jarak nya kurang dari 8 km bisa ditempuh lyn/bemo dengan satu kali naik. Allhamdulillah aku diterima di SMAN 4 dan namaku ada diurutan 178 setelah menjalani pengumuman jalur reguler cukup melelahkan selama 3 hari aku harus bersaing dengan teman- teman dari lain sekolah untuk mendapatkan satu kursi di SMAN 4 dan sekarang aku masuk di SMAN 4 dan menjadi siswa baru, insyaallah aku akan tekun belajar dan berjuang untuk mencapai cita-cita aku ingin membahagiakan kedua orang tua ku terutama Papaku yang sudah mencari nafkah untuk keluarga karena Papaku berharap aku menjadi orang yang dibanggakan tetapi apabila hasilnya nanti tidak sesuai dengan apa yang di inginkan aku akan tetap menerimanya karena mungkin inilah jalan yang terbaik yang diberikan oleh Allah kepadaku semoga tiga tahun kedepan aku diberikan yang terbaik oleh Allah SWT Amiiin..............

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-10-29
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Eden Hazard Karier di Chelsea Eden Hazard resmi bergabung dengan Chelsea pada Juni 2012 dari klub Prancis, Lille. Dia menjadi pemain Belgia keempat Chelsea setelah Thibaut Courtois, Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne. Setelah debutnya yang impresif, temasuk mencetak gol saat melawan Seattle Sounders, Eden terus tampil memukau di pra-musim dan sedikit terkejut untuk melihatnya menjadi starter di Community Shield melawan Manchester City di Vila Park. Sepekan kemudian dia membuat debutnya di Premier League, membuat dua assist melawan Wigan dan menciptakan terjadinya gol Branislav Ivanovic dan membuat Ivan Ramis melanggarnya di kotak penalti. Dia melakukan hal yang sama di laga kami selanjutnya, kemenangan 4-2 atas Reading, meraih penalti dimana Frank Lampard sukses menjadi eksekutor dan memberikan assist ke Branislav Ivanovic untuk mencetak gol keempat di laga tersebut. Hazard mencetak gol pertamanya untuk Chelsea lewat titik putih di kemenangan 2-0 atas Newcastle United sementara gol pertamanya dari permainan terbuka saat menang 4-1 atas Norwich City usai menyambut umpan Juan Mata. Hazard menerima kartu merah pertamanya sebagai pemain Chelsea saat di Piala Capital One laga semi-final melawan Swansea City usai menyerang ball-boy, dia mendapatkan larangan bermain sebanyak tiga kali. Sebelum Chelsea Lahir pada 7 Januari 1991 di La Louviere, Belgia, kedua orang tua Hazard juga menjadi pemain sepakbola profesional. setelah bermain di klub Royal Stade Brainois dan Tubize, dia memutuskan untuk pindah ke Lille pada 2005. Dua tahun setelah itu, di musim 2007/2008, dia menjadi pemain cadangan reguler sebelum akhirnya menjadi pemain inti dan membuatnya menjadi Pemain Muda Terbaik Ligue 1 pada usia 17. Dia kembali bersinar di musim 2009/10 dengan mendapatkan gelar Pemain Muda Terbaik untuk kedua kalinya secara berturut-turut serta masuk ke daftar Pemain Terbaik Ligue 1. Musim 2010/11 menjadi musim yang tak akan dilupakannya sebagai pemain Lille, meski mengalami awal yang buruk karena dikritik pelatih Belgia Georges Leekens serta gagal menjadi starter selama dua bulan, ia kembali membuktikan dirinya dan menjadi pemain penting yang membawa Lille menjuarai Ligue 1 dan Piala Prancis untuk pertama kalinya. Hazard juga dianugerahi Pemain Terbaik Ligue 1. Di musim terakhirnya di Lille dia mencetak 21 gol dari 48 penampilan, Hazard juga membuat 18 assist. Lille sendiri berada di peringkat ketiga di bawah Montpellier dan Paris St-Germain dan membawa mereka ke babak kualifikasi Liga Champions. Di pertandingan terakhirnya bersama Lille, ia diberi kehormatan menjadi kapten tim dan mencetak hat-trick melawan Nancy. Karier Internasional Hazard memulai debut internasionalnya bersama Belgia di usia 17 tahun dalam pertandingan melawan Luksemburg pada November 2008. Sampai saat ini, ia sudah membukukan 30 penampilan untuk timnas Belgia.

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-10-21
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Ia dilahirkan dalam kekurangsempurnaan. Dari rahim seorang istri Wicitrawirya, Dewi Ambika, Destarata dilahirkan. Namun sejatinya ia bukan anak biologis Wicitrawirya yang wafat karena sakit paru dan tanpa berketurunan, ia adalah anak pujan dari Begawan Abiyasa. Setelah Wicitrawirya mangkat, Setyawati, ibunda Wicitrawirya, mengutus Dewi Ambika dan Ambalika – yang kedua-duanya adalah istri Wicitrawirya – untuk menemui Begawan Abiyasa di Gunung Sapta Arga dengan maksud memohon keberkahan akan keturunan. Di dalam kamar semedi Begawan Abiyasa, dengan wajah yang teramat dahsyat dengan mata yang menyala-nyala, Begawan Abiyasa menyelenggarakan upacara pujan untuk memohon keturunan bagi Ambika dan Ambalika. Ambika menutup matanya atas hal tersebut, sehingga lahirlah dari rahim dirinya seorang anak yang buta yang kelak dinamakan Destarata. Sementara Ambalika berupaya untuk tidak menutup matanya atas apa yang ada dihadapannya. Dengan segala dayanya yang walaupun harus dilaluinya dengan kepucatan, Ambalika akhirnya memperoleh keturunan yang di kemudian hari anaknya tersebut dinamakan Pandu, yang berarti kulit yang pucat. Destarata dan Pandu tumbuh dan besar di istana Hastinapura. Sampai ketika mereka telah dewasa, saatnyalah bagi mereka untuk naik ke tampuk singgasana kerajaan yang telah lama vakum. Semestinyalah Destarata yang menggantikan ayahnya untuk memerintah Hastinapura. Namun karena keterbatasan yang ia miliki maka Pandu, adiknya, yang dikukuhkan sebagai raja Hastinapura selanjutnya. Pandu tidak memerintah terlalu lama atas Hastinapura. Pandu gugur dalam perang tanding antara dirinya dengan muridnya sendiri, Tremboko, raja raksasa dari Pringgondani. Keris Kalanadah telah merobek paha Pandu yang berujung pada ajalnya, sementara anak panah yang dilesatkan Pandu memenggal leher Tremboko. Perang tanding yang semestinya tidak terjadi andai saja Tremboko tidak termakan hasutan Sengkuni. Sebelum ajal menjemputnya, pesan terakhir yang sempat disampaikan Pandu bahwa singgasana Hastinapura yang ia tinggalkan untuk dititipkan kepada Destarata sampai anak-anak Pandu tumbuh dewasa dan dapat melanjutkan dinastinya. Suatu pesan terakhir, wasiat adalah suatu pendulum yang tidak dapat ditarik kembali ujungnya. Disampaikan dengan keikhlasan dan penuh harap akan apa-apa yang dikehendakinya. Pesan terakhir, wasiat merupakan suatu kepercayaan bahwa bagi pemangkunya hal tersebut adalah suatu keniscayaan. Keniscayaan untuk dan atas nama seorang patron dan keniscayaan akan keberlangsungan harapannya. Harapan sebagai mana anak panah yang melesat secara pasti pada titik ujungnya sekaligus yang tak mungkin untuk kembali lagi ke gendewanya. Destarata, sang pemangku wasiat tersebut mengemban tidak sepenuh hati apa yang telah dipesankan adiknya. Dalam keterbatasan, Destarata menyadari sepenuhnya bahwa Hastinapura sebagai suatu kerajaan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri wangsa Kuru harus tetap dijaga keberlangsungannya. Ia bersinggsana di Hastinapura dengan didampingi para pinesepuh wangsa Kuru, yakni Bisma, Widura, Durna dan Krepa. Namun di sisi lain, bukan demikian halnya akan keberlanjutan singgasana yang telah ia duduki tersebut. Para Pandawa, kelima anak Pandu, telah beranjak dewasa dalam bimbingan Kunti, ibundanya dan para eyangnya. Di istana Hastinapura mereka dibesarkan. Begitupun dengan Kurawa, seratus anak Destarata dari istrinya, Gendari, telah berangkat dewasa dalam pengasuhan yang sama di istana megah pinggir telaga tersebut. Kurawa dan Pandawa, bukan sebagai saudara – walaupun hanya sepupu – mereka tumbuh remaja dan dewasa secara bersama-sama dan dalam pengasuhan yang sama di tempat yang sama pula. Kurawa secara laten menanamkan semangat kebencian dan iri dengki mereka atas Pandawa dalam diri mereka. Singgasana Hastinapura yang sekarang diduduki ayah mereka sebagai pemantiknya. Tampaknya Destarata mulai lupa akan pesan terakhir Pandu kepadanya sebelum Pandu menghembuskan nafas. Destarata yang telah uzur, Gendari dengan sinar matanya yang silau, menjadikan para Kurawa leluasa berdiri tegak dengan kepongahannya atas Pandawa. Destarata semakin tak berdaya ketika Kurawa mengadakan permainan dadu dengan mengundang Pandawa di Bale Sigala-gala. Permainan dadu yang telah menihilkan hak-hak Pandawa sekaligus yang telah meruntuhkan kehormatan Pandawa. Tidak terkecuali Drupadi. Permainan dadu pula yang menjadikan Pandawa harus mengasingkan diri selama tiga belas tahun di hutan Kamiaka. Di taman istana Hastinapura, di tepian kolam dengan air keperakan tersapu cahaya bulan, sebatang ranting cemara jatuh, terapung, beriak air berjalan lambat ke tepi. Destarata duduk terpaku ditemani Gendari yang telah menutup kedua matanya dengan kain hitam. Destarata membayangkan perang yang akan terjadi antara anak-anaknya dengan para Pandawa di Kurusetra esok hari. Perang yang akan menghapus satu garis keturunan dari wangsa Kuru. Perang yang seharusnya tidak terjadi jika saja ia dapat membesarkan anak-anaknya secara baik. Perang yang juga seharusnya tidak terjadi jika saja sinar mata yang silau dari Gendari tidak menggodanya. Kalaupun sekarang Gendari telah menutup kedua matanya, semuanya telah terlambat. Orang tua yang akan memberikan segala warna bagi anak-anaknya. Anak adalah cerminan dari kedua orang tuanya. Ketika anak telah berjalan di luar dari hak-hak yang ia punya dan seorang istri yang telah bertindak melebihi batas-batasnya, Destarata tidak berdaya atas semuanya. Destarata, ternyata tidak hanya buta matanya, namun juga buta hatinya. Hingga akhirnya wasiat itu ia langgarnya dengan segala akibat yang harus ia tanggung.

Javanesiska

google agensi nganti Jawa Indonesia

Senast uppdaterad: 2014-09-23
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Vissa mänskliga översättningar med låg relevans har dolts.
Visa resultat med låg relevans.

Få en bättre översättning med
4,401,923,520 mänskliga bidrag

Användare ber nu om hjälp:



Vi använder cookies för att förbättra din upplevelse. Genom att fortsätta besöka den här webbplatsen godkänner du vår användning av cookies. Läs mer. OK