Google'a Sor

Şunu aradınız:: merah putih (Endonezce - Cavaca)

İnsan katkıları

Profesyonel çevirmenler, işletmeler, web sayfaları ve erişimin serbest olduğu çeviri havuzlarından.

Çeviri ekle

Endonezce

Cavaca

Bilgi

Endonezce

drama bawang merah bawang putih versi jawa

Cavaca

papak, versi bawang drama Jawa

Son Güncelleme: 2016-01-23
Kullanım Sıklığı: 2
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

kulit putih(manusia)

Cavaca

putih (manungsa)

Son Güncelleme: 2015-02-13
Kullanım Sıklığı: 2
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

ndedel asap putih di wiyat

Cavaca

asep putih ndedel ing awiyat

Son Güncelleme: 2015-01-11
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

2 buah tahu putih, potong dadu 2 cm.

Cavaca

tolong dijawab ya

Son Güncelleme: 2014-10-27
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Sayembara Putri Pancala Kerajaan Pancala terletak disebelah timur Kurusetra. Keduanya dipisahkan oleh hutan Naimisha. Sebuah hutan lebat yang tak terjamah oleh manusia, selain ditumbuhi kayu-kayu besar dan rapat hutan itu juga dihuni oleh binatang buas dan perampok-perampok ganas sakti mandraguna. Selain itu didalam hutan juga terdapat sungai deras berbatu yang dihuni puluhan buaya. Dari keadaan alam saja sudah bisa diterka dua kerajaan bertetangga itu akan sulit berhubungan. Kerajaan Pancala dipimpin seorang raja bijaksana bernama Prabu Drupada. Ia memiliki seorang putri cantik bernama Drupadi. Kecantikan Putri Drupadi terkenal sampai ke negeri-negeri tetangga. Banyak Pangeran yang datang melamar Putri Drupadi, namun baik Prabu Drupada maupun Putri Drupadi belum juga memutuskan untuk menerima lamaran dari salah satu Pangeran-pangeran yang datang. Hal ini tentu menimbulkan masalah tersendiri bagi kerajaan. Jika Prabu Dropada ataupun Putri Drupadi menolak lamaran, salah salah bisa menimbulkan peperangan. Oleh karenanya Raja harus membuat sebuah kebijakan. Sore itu Putri Drupadi tengah menikmati aura kuning emas matahari. Pantulan sinar keemasannya membuat hamparan hutan dan istana menguning. Sungai ditengah hutan yang meliuk keemasan. Melihat dan menikmati pemandangan dan suasana seperti itu sungguh menenangkan jiwa. Sejenak semua beban dan masalah akan sirna oleh keindahan Panorama alam perbatasan itu. Putri Drupadi duduk didepan jendela kamarnya yang dihias kain sutra dan bunga-bunga beraneka ragam tepat di sotoh Istana kamarnya. Ia mengenakan gaun putih ringkas yang memperlihatkan kemulusan kulit sang putri. Diterpa sinar keemasan matahari, menambah kecantikannya. Rambutnya yang panjang digulung keatas yang ditahan dengan tusuk konde emas. Sedang kaki jenjangnya yang bagus saling tumpang tindih diatas sebuah bantal yang disulam benang emas. Mata Putri terpejam, napasnya teratur membuat dadanya yang membusung bagus bergerak naik turun perlahan. Sebuah senyum tipis menghias bibir tipisnya. Kecantikannya sungguh pantas disejajarkan dengan para Dewi atau bidadari. Pantaslah jika kecantikannya mengundang para pangeran datang. “Drupadi….”. Suara besar dan penuh wibawa datang dari pintu kamar. “Ayah…”. Sahut Drupadi segera merapikan pakaian dan cepat cepat berlutut didepan Ayahnya. “Berdirilah, anakku”. Kembali suara yang penuh wibawa itu mengiang ditelinga Drupadi. Putri itupun berdiri, menundukkan kepala. Tak sanggup ia menatap wajah Ayah dan rajanya. “Apakah ada yang penting, Ayah. Sehingga Ayah sampai datang ke kamar hamba.” Tutur Drupadi penuh hormat. “Ini soal pangeran pangeran yang datang melamarmu. Sampai sekarang mereka belum kita berikan jawaban.” Sejenak Raja menarik nafas. Sang Putri terdiam menunggu kata-kata Raja selanjutnya. “Jika kita tidak segera menjawab lamaran mereka, Ayah khawatir mereka akan marah dan memerangi kita.” Raja Dropada kembali menarik nafas berat. “Ayah mendapat petunjuk dari Sang Hyang Widhi, untuk mengatasi masalah ini.” Putri Drupadi mengangkat kepalanya, memandang wajah Ayahnya sejenak. Memastikan kesungguhan Ayahnya. “Kita akan membuat Sayembara kekuatan dan ketangkasan. Para pangeran yang ingin mempersuntingmu harus mengikuti sayembara ini. Siapa yang keluar sebagai pemenang, ia yang berhak menjadi suamimu.” “Sayembara semacam apa yang Ayah ingin rencanakan?” Tanya Drupadi. “Sayembara memanah patung ikan berjalan memutar ditengah kolam dengan menggunakan busur pusaka Kerajaan.” Jawab Prabu Drupada seolah bergumam. “Namun Ayah, kita tahu Pangeran-pangeran itu memiliki Ilmu yang tinggi. Belum lagi jika mereka mengandalkan Panglima perang atau orang andalannya. Bagaimana jika banyak Pangeran mampu mengangkat busur pusaka Kerajaan?” Kata Putri Drupadi. Mimik wajahnya memperlihatkan kekuatiran yang mendalam. Ini bukan saja menyangkut masa depannya. Ini menyangkut keselamatan kerajaan dan rakyatnya. Jika dalam sayembara inipun ada hal yang dirasakan tidak adil bagi salah satu Peserta, tentu ia akan menuntut. Salah-salah akan pecah peperangan. Dan tentu akan mengorbankan rakyatnya. Dan ia tidak mau hal itu terjadi. Prabu Drupada terdiam sejenak. Keningnya berkerut dan matanya terpejam. Ia menghela nafas sejenak. Kemudian melangkah ke pagar sotoh Istana kamar Putrinya. Matanya menyapu pemandangan indah nan eksotik jauh di hadapannya. “Anakku, jika begitu peserta sayembara itu harus adu tanding terlebih dahulu. Barang siapa yang tidak sanggup melanjutkan adu tanding, ia kalah. Namun barang siapa yang masih kuat ia berhak untuk menggunakan busur pusaka kerajaan. Itupun jika ia masih memiliki simpanan tenaga. Bagaimana, Putriku?” Raja balik bertanya. Sang putri tampak terdiam. Kemudian tampak senyum tipis dibibirnya yang kemerahan. Ia mengangguk pelan tanda setuju. Sang Rajapun tersenyum melihat Putrinya setuju dengan idenya. Ia melangkah mendekati Putrinya membelai rambutnya. “Kamu cantik sekali Putriku, pantas saja para pangeran negeri-negeri tetangga itu tergila-gila padamu.” Kata Drupada memuji kecantikan Putrinya. “Ayah bisa saja.” Sahut Drupadi pelan dan menundukkan kepala. Mendadak pipinya berwarna kemerahan. Jarang sekali Ayah memuji. Pikirnya dalam hati. Putri Drupadi mendekatkan dirinya ke tubuh Ayahnya. Prabu Drupada pun memeluk erat putrinya. “Satu hal yang perlu kamu ingat Nak. Siapapun nanti yang keluar menjadi pemenang sayembara ini, betapapun digdayanya kemampuannya, ia belum tentu orang yang baik untuk menjadi suami dan pemimpin keluargamu. Berhati-hatilah. Bersemedi, tanyalah pada Sang Hyang Widhi.” Bisik Prabu Drupada di telinga kiri putrinya. Sang Putri hanya mengangguk pelan dan mempererat pelukannya pada tubuh Ayah sekaligus Rajanya. Hari mulai gelap. Sinar keemasan yang tadi merajai rimba belantara dan sungai-sungai dibawah sana mulai sirna. Kegelapan dimana-mana mulai datang dan merajai alam. Seolah tidak ada yang sanggup mencegah pemandangan yang serba gelap itu. Terlihat hanya sungai berwarna putih meliuk-liuk dan hilang dikegelapan hutan. Segera berita tentang Sayembara Kerajaan Pancala tersebar luas ke seluruh negeri. Para Duta-duta kerajaan segera diutus ke Negara-negara tetangga untuk mengantarkan surat resmi dari Prabu Drupada tentang Sayembara itu. Di tempat-tempat keramaian diseluruh negeri, pasar, sekolah, istana kerajaan terpasang pengumuman tentang Sayembara itu. “Sayembara. Karena begitu banyaknya pangeran yang datang hendak mempersunting Putri Kerajaan Pancala Raya, maka Prabu Drupada, Raja Agung Pancala Raya pada hari ke sepuluh bulan kesepuluh tahun ini mengadakan Sayembara. Barang siapa mampu bertarung sampai tidak ada lawan lagi ia boleh mengangkat busur panah pusaka Kerajaan Pancala Raya, lalu tanpa melihat ia harus mampu memanak patung ikan ditengah kolam halaman Istana yang berjalan berputar. Bagi siapa yang mampu melakukannya, ia berhak mempersunting Putri Drupadi. Setiap Pangeran boleh menyertakan wakilnya atau dirinya sendiri namun wakil tersebut haruslah dari golongan Satria” Demikianlah bunyi tulisan-tulisan yang tulis diatas kulit kayu yang sudah diolah sedemikian rupa menyerupai kain dan ditempel ditempat-tempat umum. Setiap orang yang melihat pengumuman itu tampak menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub. Sebentar lagi di Pancala akan berkumpul orang-orang sakti mandraguna yang akan memperebutkan perempuan tercantik diseluruh negeri. Bagi orang biasa tentulah hal ini tidak terlalu menarik hati mereka. Namun bagi golongan Satria tentu ini merupakan hal istimewa, selain memperebutkan seorang Putri yang cantik merekapun mendapat kesempatan untuk menjajal kemampuannya. Hal ini pun membuat tantangan tersendiri bagi pangeran-pangeran yang sudah menyampaikan lamarannya pada Prabu Drupada. Sayembara ini merupakan jawaban atas lamaran mereka. Dan merekapun sadar, bahwa mereka harus bersaing untuk mendapatkan wanita itu. Segala cara mereka tempuh. Segala hal mereka lakukan demi untuk memenangkan sayembara. Pagi itu dipinggiran hutan Naimisha tampak seekor kuda hitam besar berlari cepat seperti anak panah yang meluncur dari busurnya. Diatas kuda itu tampak seorang laki-laki gagah yang masih muda. Ia mengenakan ikat kepala berukir keemasan berlambang bintang dibagian depannya. Sementara dadanya yang bidang dan kemerahan dibiarkan terbuka. Seperti logam kulit orang itu saat sinar matahari menerpa keringat-keringat yang keluar dari pori-pori nya. Sementara bagian pinggang kebawah ia mengenakan celana khas orang-orang kerajaan. Dilapisi kain yang terlilit sedemikian rupa menambah kegagahannya. Orang itu terus memacu kudanya tanpa henti. Menjelang tengah hari orang muda itu menghentikan lari kudanya tepat di antara dua pohon besar yang tumbuhnya agak berjauhan. Kedua pohon ini hampir menyerupai pintu gerbang hutan itu. Perlahan orang muda itu mulai memacu kudanya masuk ke dalam hutan. Tak seberapa lama kembali ia menggebrak laju tunggangannya itu. Kuda besar itu kembali melesat ditengah tengah hutan diantara pohon-pohon rindang dan rapat. Namun tampaknya kerapatan pohon dan seluk beluk hutan ini sudah tidak asing bagi orang ini. Terbukti ia terus memacu kudanya tanpa mengurangi kecepatan meskipun melalui tikungan, tanjakan atau turunan. Matahari sudah tepat diatas kepala. Namun didalam hutan lebat seperti ini, hal itu tidak berarti apa-apa. Di dalam hutan masih terasa sejuk dan tidak terlalu terang. Tak terbayang bagaimana jika ini malam. Tentu kegelapannya bisa masuk sampai ke sumsum tulang. Penunggang kuda itu menghentikan lari kudanya tepat sepuluh meter di depan sebuah pohon besar. Pohon itu sepertinya satu-satunya pohon yang paling besar dengan akar-akar gantung sebesar lengan tangan dan bahkan ada yang sebesar paha orang dewasa. Besar pohon itupun luar biasa, butuh kira-kira sepuluh orang yang merentangkan tangan untuk mengelilingi pohon itu. Menjulang tinggi tertutup oleh dedaunan yang rimbun membuat pandangan kita tak bisa mengetahui sampai dimana batas ujung Pohon raksasa ini. Orang muda itu cekatan turun dari punggung kudanya. Kebesaran pohon itu sama sekali tidak membuatnya heran. Perlahan ia mendekat sambil melihat lekat-lekat pada bagian atas pohon yang tertutup rimbunnya dedaunan. Matanya tajam mengawasi keadaan. Perlana kakinya memasang sebuah kuda-kuda. Sepertinya Orang muda itu tahu kedatangannya sudah sejak tadi diketahui penghuni hutan Naimisha. Entah apa yang membuat hati orang muda itu sedemikian berani dan santainya, sejenak tersungging senyum di bibirnya. Sraakk!!! Terdengar suara dedaunan yang diterpa sesuatu. Orang muda itu segera menengadahkan wajahnya melihat apa yang jatuh dari atas. Serangkum angin padat menghempas tepat dikepalanya. Tinggal bebrapa centi lagi akan mengenai kepala, dengan cekatan Orang muda itu melesat mundur kearah pohon besar dibelakangnya tanpa melihat, dan ia berjongkok miring searah dengan tegaknya pohon. Bumm!!! Angin padat itu hanya menimpa tanah kosong dan menimbulkan lubang berdiameter satu meter dan menerbangkan dedaunan dan tanah basah. Orang muda itu tersenyum. Namun belum habis senyumnya tiba-tiba dari antara daun-daun diatas melesat cepat ribuan anak panah berwarna hitam. Tepat menderu ke tubuhnya yang sedang berjongkok dibatang pohon. Melihat serangan yang cepat dan brutal ini sepertinya tidak mungkin baginya untuk menghindar. Maka ia memejamkan mata, bibirnya bergerak-gerak cepat. Dan sedetik lagi ribuan anak panah itu sampai dikulitnya yang polos, ia membuka matanya dan dengan tiba-tiba ribuan anak panah itu berhenti tepat beberapa centi di depan hidungnya. Tidak berhenti disitu saja, perlahan anak-anak panah itu berputar berbalik arah. Dan hanya dengan sebuah kedipan anak panah itu kembali melesat ketempat asalnya secepat kilat. Sraakkk!!! Bum…! Bum…! Terdengar bunyi berdebuman ditanah menandai jatuhnya orang-orang dari atas pohon. Semuanya jatuh tanpa nyawa dengan anak panah yang menancap di dada, di kepala dan dileher. Orang muda itu kembali berkelebat ke arah atas pohon yang tertutup dedaunan lebat. Namun belum sampai Orang muda itu menembus rimbunnya daun, tiba-tiba ia tercekat. Ia merasa tubuhnya terdorong oleh angin yang berhawa panas memapas diwajahnya. Dan benar saja, sebuah anak panah sebesar lengan menghunjam wajahnya. Namun anak panah itu juga tertahan beberapa centi di depan wajahnya. Sambil terus melayang Orang muda itu mencoba melawan arus datangnya anak panah raksasa. Namun sepertinya anak panah itu berhasil menekan Orang muda. Sialan. Maki Orang itu dalam hati. Tubuhnya perlahan-lahan bergerak turun tidak mampu melawan arus tekanan anak panah raksasa. Sementara anak panah itu mengeluarkan getaran hebat yang menimbulkan bunyi mengaung lirih namun memekakkan telinga. Orang muda it uterus terdesak kebawah hingga kakinya menjejakkan tanah. Barangkali jika kakinya menjejakkan tanah, ia akan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada saat ia melayang. Namun dugaannya salah. Kakinya terus amblas ditanah basah! Keringat dingin mulai mengucur dari lehernya. Ia mencoba menggerakkan tangannya meraih anak panah raksasa itu, namun itupun tak sanggup ia lakukan. Ada sejenis dinding kokoh tak kasat mata yang mengitari anak panah raksasa. Mati aku! Bisiknya dalam hati. Sementara kakinya sudah amblas ke dalam tanah basah sebatas lutut. Tentu ia tidak bisa bergerak leluasa sekarang. Ia tidak punya pilihan. Kedua tangannya dibentangkan kesamping, bibirnya bergerak cepat sementara matanya masih terus melotot menahan laju gerak anak panah raksasa. Sepasang mata Orang muda itu mulai semerah darah! Dari sepasang tangan yang dibentangkan keluar sinar putih yang tipis. Dari sinar tipis itupun keluar asap tipis juga berwarna putih. Tiba-tiba udara sedingin es! Dan membuat dedaunan dan semak belukar disekitar Orang muda itu berubah bersalju! Haaaaaaaaaa…..!!! Dengan berteriak lantang anak muda itu mendorongkan tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebawah. Dua energy bergesekan diudara. Antara energy tangan Orang muda itu dan energy anak panah raksasa. Gesekan itu menimbulkan percikan-percikan kilat yang menyambar-yambar ke sekeliling. Ranting, daun atau pohon yang tersambar percikan kilat itu langsung terlihat gosong dan membeku. Orang muda itu berhasil melepaskan kakinya dari dalam tanah. Dengan kuda-kuda yang kokoh iapun mendorongkan tangan kirinya keatas. Percikan kilat bertambah besar. Haaaaaaaaa….!!!! Dengan teriakan yang keras ia melepaskan energy dalam dirinya melalui kedua tangannya. Dan … BUMMM..!!!! Ledakan dahyat terdengar. Lepasan energy menimbulkan ledakan yang luar biasa diudara. Dekat dengan lengan Orang muda itu. Daun-daun banyak berguguran, radius lima meter tempat itu menjadi berantakan dengan berseraknya daun dan tanah yang tergusur dari tempatnya. Kulit pohon besar itupun tampak menghitam dan beku. Dibawah pohon yang tidak terlalu besar Orang muda itu bersandar. Dari mulut dan hidungnya keluar darah segar membuat dada dan perutnya berwarna merah. Tak jauh dari tempatnya bersandar, tampak anak panah raksasa patah jadi dua! Tak lama kemudian terdengar suara daun-daun tersibak. Dan dalam sekejap, lima orang bertelanjang dada, bercelana hitam dan berikat kepala hitam sudah tegak berdiri mengepung Orang muda. Orang muda itupun menghela nafas dan memejamkan mata. “Sambutan kalian keterlaluan…!” bergumam si Orang muda. Kelima orang itu hanya tersenyum. “Tenaga dalammu bertambah pesar, Rekha!” Sahut salah seorang yang ditengah. “Mana Kakang Rakhsa?” Jawab Orang muda yang dipanggil Rekha itu. “Aku disini, Rekha.” Suara besar berwibawa terdengar dari samping kanan Rekha. Terkejut, cepat-cepat ia membuka mata dan memalingkan mukanya ke arah datangnya suara. Entah kapan hadirnya orang itu. Tiba-tiba seorang yang bertubuh tinggi penuh otot dan tegap dengan raut wajah yang tampan berjongkok disamping Rekha. Kelima orang yang dari tadi berdiri mendadak berlutut didepan orang yang baru datang. “Pimpinan Naimisha. Salam hormat kami!” Serentak kelima orang itu menyembah. Yang disembah hanya menganggukan kepala dan memberi isyarat agar kelima orang itu berdiri. Mereka berdiri dan melangkah mundur, tak berani mendekat. “Kakang, sambutan yang kau bikin keterlaluan!” Kata Rekha sambil mengernyitkan kening tanda tak suka. Yang dipanggil kakang hanya tersenyum manis. “Aku tadi melihat kepesatan ilmu mu. Tenagamu luar biasa. Kamu tahu sendiri, Lima panglimaku itu berilmu tinggi. Tapi kami mampu mengimbangi tenaga mereka. Walau…. Harus terluka parah seperti ini. Hahahaha…!” “Sialan” Rekha memaki. Ia mencoba berdiri dan bersandar pada pohon dibelakangnya. Ia memandang kelima orang yang ternyata merekalah yang menggerakkan anak panah raksasa tadi. Dipandang seperti itu mereka hanya tersenyum cengengesan. “Tapi tetap saja kamu memetik kemenangan adikku, dari pihakku gugur 10 anggotaku.” Kata Rakhsa lagi. “Itu salah mereka menyerangku secara sembunyi-sembunyi.” Jawab Rekha. “Mereka itu orang baru, mereka tidak mengenalmu. Mereka hanya menjalankan tugas.” “Ya sudah kalo begitu beri saja mereka penghargaan karena gugur di medan tugas.” “Ha..ha..ha.. Rekha, rekha. Mereka tanggung jawabmu. Sebagai penghargaan atas gugurnya ke-sepuluh anggotaku, kamu harus menyerahkan sebuah jarimu.” Kata Rakhsa pelan namun tegas. Rekha tidak terkejut. Rupanya ia tahu resiko yang harus ia tanggung. Namun tentu ia tidak akan memberikan jarinya dengan begitu saja. “Boleh.” Jawab Rekha disambut senyuman tipis Rakhsa yang adalah Kakaknya sendiri. “Namun kalau salah satu dari panglimamu itu mampu mengalahkan aku.” Tantang Rekha. Rakhsa hanya mengernyitkan keningnya. Ia tahu saudaranya sendang terluka. Menolak tantangannya juga merupakan perbuatan pengecut. Bagaimanapun posisinya sekarang berada dipihak yang dirugikan. Jika salah satu panglimanya menang, tetap saja itu memalukan. Apalagi sampai kalah. Namun Rakhsa tidak dapat berbuat apa-apa. Ia memandang ke salah satu panglimanya dan menganggukkan kepala. Orang itupun bergerak maju dan bersiap, sementara yang lain mundur sampai ke Pohon raksasa di belakang mereka. “Rekha, aku terima tantangan keras kepalamu. Ingat kamu masih terluka dalam yang cukup parah. Jangan paksakan menggunakan tenaga dalammu. Jika ‘Panglima Tiga’ ini mampu merobek kulitmu sedikit saja, terima kekalahanmu. Bagaimana?” Rakhsa memberikan tantangan yang menurutnya lebih adil. Yang diberi tantangan hanya mengangguk dan menyeringai. Ia segera memasang kuda-kuda. Matanya tajam menatap kearah orang yang disebut Panglima Tiga. Yang ditatap hanya senyum-senyum dan memasang kuda-kuda. Tangannya mengembang, menandakan siap untuk diserang. Maka sedetik kemudian kaki kanan Rekha menjejak ke pohon besar dibelakangnya menimbulkan gemuruh karena getaran pohon. Sekejap kemudian tubuh Rekha melesat bak anak panah kearah Panglima Tiga. Tapak tangannya terbuka kearah muka Panglima Tiga, melihat telapan tangan yang datang sedemikian cepatnya Panglima Tiga segera mengirimkan pukulan untuk menangkis datangnya serangan, namun belum lagi pukulannya dan tapak tangan Rekha bertumbukan, entah bagaimana tahu-tahu Rekha merubah serangannya, kaki kirinya sebentar lagi akan menghantam dadanya, sontak Panglima Tiga menggerakkan siku kanannya untuk menangkis tapak kaki lawan, namun kembali serangan Rekha berubah, kini tinju kirinya yang sebentar lagi akan menghantam pelipisnya. Tak sempat menangkis, Panglima Tiga memiringkan kepalanya ke kanan hingga pukulan Rekha hanya lewat diatas kepalanya. Pukulan dan tendangan Rekha yang tidak tentu dan serangan yang selalu berubah-ubah membuat Panglima Tiga kewalahan. Tak lama ia mulai terdesak. Rupanya anak ini punya jurus yang diandalkannya. Pantas saja ia merani menantang. Berkata dalam hati Panglima Tiga. Pertempuran itu terus berlangsung lama. Tubuh mereka hanya terlihat seperti bayang-bayang saja. Bayangan tubuh Rekha tak beraturan sedangkan tubuh Panglima Tiga melesat kian

Cavaca

terjemahan google basa Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2016-01-28
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Putri kontes Pancala Panchala located Kurusetra wétan. Loro-lorone sing kapisahaké déning alas Naimisha. A alas untouched dening manungsa, saliyane kayu sidik alas gedhe lan kandhel uga dipanggoni déning kéwan-kéwan galak lan perampok tenung mandraguna mbebayakake. Uga ing alas ana uga kali raging didunungi Welasan karang baya. Saka negara alam piyambak bisa guess rong karajan tetanggan iku bakal angel kanggo hubungané. Panchala dipimpin dening raja wicaksana dijenengi Prabu Drupada. Brawijaya duwe putra putri ayu sing jejuluk Drupadi. Kaendahan Princess Drupadi uga dikenal kanggo negara-negara tanggané. Akeh Pangeran sing teka kanggo aplikasi kanggo Putri Drupadi, nanging loro Prabu Drupada lan Putri Drupadi wis durung mutusaké kanggo nampa proposal siji para panggedhe sing teka. Iki mesthi ngundakake masalah kanggo kerajaan. Yen King Dropada utawa Putri Drupadi nampik aplikasi, siji salah bisa mimpin kanggo perang. Mulane King kudu nggawe privasi a. Sing sore Putri Drupadi nglaras aura srengenge kuning emas. Bayangan cahya Golden ndadekake hamparan alas lan kedaton yellowing. Kali tumpukan di kupeng alas emas. Waca lan seneng sesawangan lan atmosfer minangka iku pancene soothes nyawa. Kanggo wayahe kabeh bobot lan masalah bakal lunga dening kaendahan sesawangan alam wewatesan. Putri Drupadi lungguh ing ngarepe kang jendhela decorated sutra lan kembang variegated tengen ing gendheng saka Palace saka kamar. Panjenenganipun ngagem sugih putih ringkes nuduhake lancar kulit putri. Kapapar cahyo Golden saka Srengéngé, nambah kaendahan. Rambute kang dawa mbalek munggah ing ditahan karo hairpin emas. Sikil dawa becik kang overlapped ing bantal bordir Utas emas. Mata putri ditutup, dodo AMBEGAN swelled ajeg nggawe gerakane becik munggah lan mudhun alon-alon. A eseman lancip hiasan lambé tipis kang. Kaendahan jumbuh didadekake siji karo dewi utawa nymph. Worth yen kaendahan diundang pangeran teka. "Drupadi ....". Gedhe swara lan kamulyan teka saka lawang kamar turu. "Bapak ...". Drupadi mangsuli sandhangan langsung lan cepet smoothed cepet knelt ing ngarepe kang rama. "Tangia, anakku". Swara bali kebak panguwasa iki Venezuela kuping Drupadi. Putri malah banjur ngadeg, sirah sujud. Dheweke ora bisa ing pasuryan bapakku lan raja. "Apa penting, bapak. Supaya Rama teka menyang abdi kamar. "Said Drupadi hormat. "Iku bab pangeran pangeran rawuh propose. Nganti saiki padha ora diwenehi kita jawaban. "Kanggo wayahe King sighed. Putri ana bisu nunggu tembung King sabanjuré dadi. "Yen kita padha ora langsung njawab aplikasi sing, rama kuwatir yen wong bakal njaluk duka lan perang nglawan kita." Sang Prabu Dropada bali sighed akeh banget. "Aku tak Petunjuk Sang Hyang Widhi, kanggo ngatasi masalah iki." Putri Drupadi wungu iku kepala, kapandeng ing pasuryan kang rama kanggo wayahe. Mesthekake rama Garwane. "Kita bakal nggawe kontes kekuatan lan prigel. Pangeran wanted mempersuntingmu kudu ngetik Sayemboro iki. Sing medal minangka juara, kang nduweni hak dadi bojomu. " "Kompetisi Urut saka aku arep?" Pitakone Drupadi. "Kompetisi panahan patung iwak banjur ngubengi tengah blumbang warisan gandhewo saka Inggris." Wangsulane Prabu Drupada minangka ckck. "Nanging Bapak, kita ngerti para panggedhe sing duwe ilmu dhuwur. Ora kanggo sebutno yen padha gumantung ing jawara utawa kapal penggedhe. Apa yen akèh saka Pangeran bisa kanggo Angkat Kratoning warisan gandhewo? "Said Princess Drupadi. Katon ing pasuryan kang nuduhake badhan jero. Iki ora mung bab masa depan. Iki melu safety saka Kratoning lan wong. Yen Ing kontes malah iki ana wikan adil siji peserta, mesthi bakal sue. Siji-siji bakal break perang. Lan iku bakal kurban sawijining wong. Lan iya ora pengin kelakon. Prabu Drupada ngaso. Brow furrowed lan mripate ditutup. Panjenenganipun sighed kanggo wayahe. Banjur jumangkah menyang kamar istana gendheng mangetan putri. Mata tampilan nyapu ayu endah adoh ing ngarepe wong. "Anakku, yèn mangkono peserta kudu saingan sparring kontes page. Wong-wong sing padha ora bisa terus onomatopia tandhing, kang ilang. Nanging sing sapa isih kuwat iku hak migunakaké busur pusaka kraton. Malah banjur, yen isih nduweni energi tabungan. Carane, putri? "Takon King. Putri ketoke sepi. Banjur iku ketoke eseman Mesem ing lambé padha rosy. Panjenenganipun nodded ing persetujuan. Ing Rajapun mesem ing putriné sarujuk karo idea dheweke. Jumangkah nyedhaki putriné stroked dheweke rambute. "Sampeyan katon putri ayu, pantes mung para panggedhe negara tanggané edan bab sampeyan." Tembung Drupada ngalembana kaendahan putrine. "Aku wis." Wangsulane Drupadi quietly lan banjur nungkulaké mustaka. Pipi reddish dadakan. Bapak arang ngalembana. Kang panginten kanggo awake dhewe. Putri Drupadi leaned menyang awak kang rama. Prabu Drupada iki clutching putrinipun. "Siji bab sing perlu kanggo elinga cah lanang. Sapa sing teka metu mengko dadi pemenang kontes iki, Nanging kemampuan digdayanya, iku ora kudu wong apik dadi bojomu lan pimpinan kulawarga. Ati-ati. Semedi, takon Sang Hyang Widhi. "Whispered Prabu Drupada ing kuping kiwa. Putri mung manthuk lan tightened kiyat ing awak ing rama padha King. Iki njupuk peteng. Golden cemlorot sing wis mrentah jungles lan kali mudhun ana diwiwiti kanggo fade. Pepeteng nang endi wae diwiwiti teka ing alam dominasi. Kaya apa-apa bisa nyegah tampilan kabeh-babak peteng. Katon mung meandering kali putih lan ilang alas dikegelapan. Rauh kabar saka kontes Panchala nyebar ing saindhenging negara. Ambassadors kraton langsung dikirim menyang negara-negara tanggané kanggo ngirim lan huruf resmi saka Prabu Drupada bab sayembara. Ing panggonan crowded ing saindhenging negara, pasar, sekolah, ing kraton ditempelake woro-woro bab sayembara. "Contest. Amarga supaya akeh pangeran sing teka babagan omah-omah Princess Panchala Raya, Raja Drupada, King Supreme Pancala Raya ing dina kaping sepuluh, sasi kaping sepuluh taun iki dianakaké kontes. Sapa bisa kanggo perang nganti ora ana maneh mungsuh kang bisa angkat warisan gandhewo Panchala Raya, lan tanpa looking dhewek kudu bisa reca iwak memanak di kupeng jogan Kolam Palace sing dadi babak. Kanggo sapa waé sing bisa nglakoni, iku anduweni hak nglakoni ningkah Putri Drupadi. Saben pangeran kudu kalebu wakil utawa piyambak nanging wakil bakal dadi kelas Satria " Mangkono swara saka tulisan padha ditulis ing babakan sing wis diproses ing kuwi minangka cara kanggo meh podo gombal lan Pasted ing panggonan umum. Saben uwong sing weruh woro-woro ketoke gedheg-gedheg ing gumunake. Rauh ing Pancala bakal klumpukne mandraguna Piandel sing bakal saingan kanggo wanita paling ayu ing saindhenging negara. Kanggo wong biasa iki mesthi ora atraktif banget kanggo wong-wong mau. Nanging kelas iki Satria mesthi khusus, saliyane kanggo onomatopia putri ayu uga entuk kasempatan kanggo nyoba kemampuan. Iku uga ndadekake tantangan kanggo panggedhe sing wis diajukake aplikasi sing kanggo Prabu Drupada. Ing kontes iki jawaban kanggo aplikasi. Lan padha mangerti, yèn padha saingan kanggo wong wadon. Kabeh cara lagi lelungan. Kabeh padha nindakake supaya menang kontes. Sing alas Naimisha esuk dipinggiran katon jaran ireng amba mbukak cepet kaya panah saka gliding gandhewo. Ndhuwur jaran katon wong Dashing enom. Panjenenganipun ngagem headbands prewangan bagean ngarep star Golden ing ngukir. Nalika dodo sing godhongé amba lan redness mbukak ngiwa. Kayata kulit logam nalika suryo srengenge cocog iku sweats teka metu saka pori kang. Nalika pinggul mudhun dheweke ngagem wong kraton khas. Rasukan ditutupi sing bengkong ing kuwi cara kanggo nambah kegagahannya. Wong terus Gallop endlessly. Miturut midday wong enom sing nolak jaran mlayu tengen antarane loro wit gedhe sing tuwuh rodo adoh loro. Loro wit iki meh kaya gapura alas. Alon-alon wong enom wiwit Gallop menyang alas. Ora suwene bali wong kicked jangkah jaran. Jaran amba bali darted antarane alas di kupeng wit mgayomi lan rapat-rapat. Nanging misale jek sing Kapadhetan saka wit lan in lan rusak alas iki ora manca kanggo wong iki. Mbuktekaken terus Gallop tanpa ngurangi kacepetan sanadyan liwat twists, climbs utawa asale. Srengenge ana ndhuwur mung sirah. Nanging ing alas-alas kaya iki, iku ora ateges apa-apa. Ing alas isih kelangan lan ora banget padhang. Aku ora bisa mbayangno apa yen wengi iki. Alamiah pepeteng bisa pindhah menyang balung. Rider mandegake jaran mlayu persis sepuluh meter ing ngarepe wit gedhe. Wit iku mung wit ketoke paling karo werna hanging penyelundupan, lan malah sawetara minangka amba minangka thigh diwasa. Wit gedhe banget malah banjur, iku njupuk kira-kira sepuluh wong mulung tangan kanggo ngubengi wit. Inggil dijamin dening godhong-godhongan enom kandhel ndadekake tampilan kita ora bisa ngerti nganti pungkasan wates wit buta. Wong enom iki deft mudhun saka jaran dheweke. Agung saka wit durung nggawe wong wonder. Alon-alon dheweke nyedhaki, looking fixedly ing ndhuwur godhong-godhongan enom wit-dijamin. Cetha mata overseeing negara. Sikil Perlana sijine easel. Iku misale jek wong enom sumurup wis teka wis dikenal penghuni alas Naimisha. Aku wonder apa digawe jantung wong enom supaya wani lan anteng, eseman tugging ing lambé kanggo wayahe. Sraakk !!! Swara saka godhong kapapar soko. Wong enom langsung nguripake pasuryan dheweke kanggo ndeleng apa tumiba saka ndhuwur. Angin ngalangi Serangkum mbanting tengen ing sirahe. Bebrapa centi bakal tetep maneh ing sirah, deftly wong enom darted bali menyang wit amba konco wong tanpa looking, lan crouched mudhun miring arah wit mujur. Bumm !!! Angin ngalangi mung mengaruhi tanah kosong lan nimbulaké diameteripun bolongan siji meter lan godhong mabur lan lemah teles. Wong enom mesem. Nanging durung kesel eseman dumadakan saka ing antarane godhong ing trek ewu cepet panah ireng. Roaring tengen menyang wong squatting wit dibatang. Ningali serangan kanthi cepet lan kasar misale jek mokal wong kanggo uwal. Banjur ditutup mripate, lambé obah kanthi cepet. Lan liya kanggo sebutno ewu panah nganti kulit sing Gamelan, mbukak mripat lan dumadakan ewu panah mandegake mung sawetara cm ing ngarepe irung. Aja mandheg ana, alon-alon panah sing siji muter. Lan mung karo panah nglirik sped bali menyang panggonan asal minangka cepet kaya kilat. Sraakkk !!! Ngisor ...! Ngisor ...! Muni lemah berdebuman menehi tiba saka wong ing ndhuwur wit. Kabeh ambruk lifeless karo panah tancep ing dodo, sirah lan gulu. Wong enom flashed bali menyang ndhuwur wit dijamin godhong-godhongan enom kandhel. Nanging ora nganti wong enom wis penetrated godhong nglukis, iku dumadakan patine. Panjenenganipun felt piyambak dipeksa dening pasuryan sultry angin memapas. Lan manawa ana cukup, panah ing lengen plunged pasuryan. Nanging panah padha uga nahan sawetara cm ing ngarepe pasuryan. Nalika terus mabur wong enom wis nyoba kanggo nolak aliran kang rawuh saka panah buta. Nanging misale jek panah kasil dipencet wong enom. Peduli. Maki wong ana ing jantung. Kang awak iki alon obah mudhun ora bisa nolak meksa saka aliran panah buta. Nalika panah ditanggepi sabab swara geter gedhe mengaung alus nanging deafening. Wong enom terus, setelan mlaku dipencet mudhun kanggo lemah. Mbok yen sikilé setelan lemah, kang bakal duwe daya ngungkuli nalika iku floated. Nanging guessed salah. Tansah sikilé ing lemah ngilang udan! Kringet kadhemen pouring saka gulu. Panjenenganipun ngupados pindhah tangané sautan a Dart buta, nanging malah banjur ora bisa nindakake. Ana jenis tembok ngalangi lingkungan panah buta siro. Aku mati! Panjenenganipun DICAKUP. Nalika sikile wis lemah teles ambruk menyang nyuda. Mesthi ora bisa mindhah bebas saiki. Dheweke wis ora dipilih. Loro tangan dowo miring, obah cepet lambé minangka mata terus ngempet tingkat saka gerakan bulging panah buta. Mata wong enom wiwit abang getih! A Pasangan saka tangan dowo metu cahya putih lancip. Beam lancip saka kumelun lancip wungu saking uga putih. Dumadakan online es! Lan nggawe godhong lan bushes watara wong enom wis diuripake salju! Haaaaaaaaaa ... .. !!! Miturut matur wong enom diusir tangan tengen munggah lan mudhun lengen kiwane. Two energi rubbing marang udhara. Energi antarane tangan saka wong enom lan panah buta energi. Gesekan nyebabake eseman kilat-yambar watara. Twigs, godhong utawa wit disabetake dening bledhek narik langsung katon charred lan beku. Wong enom ngatur kanggo nerbitaké mlaku saka lemah. Karo jaran kuat uga diusir tangan kiwa munggah. Lightning narik tambah. Haaaaaaaaa .... !!!! Karo surak sora pers energi ing wong liwat tangané. Lan ... BUMMM .. !!!! Bledosan Dahyat nyuworo. Energi dipindhah nyebabake bledosan sanget ing udhara. Cedhak lengen wong enom kang. Akeh godhong tiba, radius limang meter saka panggonan menyang kekacoan karo godhong lan lemah littered terlantar saka sawijining panggonan. Babakan wit amba lan malah banjur kapandeng blackened lan beku. Sangisore wit iku ora kegedhen wong enom leaning. Saka tutuk lan irung metu getih seger kanggo nggawe dodo abang lan weteng. Ora adoh saka kono leaned bali, kapandeng panah buta ngagetake ing loro! Rauh swara saka godhong parted. Lan ing lampu kilat, limang shirtless, celonone ireng lan ireng endhas belted wis ngadeg diubengi wong enom. Wong enom malah banjur sighed lan ditutup mripate. "Welcome sing kakehan ...!" Grundelan wong enom. Wong lima mau padha mung esem. "Daya kowé sing nambah amba, Rekha!" Wangsulane salah siji saka tengah. "Where Kakang Rakhsa?" Wangsulane wong enom sing disebut Rekha iku. "Aku kene, Rekha." Swara teka saka kuoso tengen gedhe kajawi Rekha. Kaget, kang cepet ngelèkaké mripaté wong wuta lan nguripake marang pasuryan kanggo arah swara. Salah siji nalika ngarsane wong. Dumadakan dhuwur, otot lan uga-dibangun karo pasuryan kebak nggantheng crouched jejere Rekha. Wong lima mau sing wis dumadakan ngadeg ing dhengkul ing ngarepe wong anyar teka. "Pemimpin Naimisha. Salam kita! "Unison limang wong nyembah. Sing dhek mung manthuk lan sasmita kanggo limang wong ngadeg. Padha jumeneng lan jumangkah bali, durung wani kanggo pendekatan. "Kakang, welcome sampeyan nggawe ngagetake!" Said Rekha nalika frowning pratandha ora kaya. Disebut Kakang mung mesem sweetly. "Aku wus ndeleng rapidity saka kawruh. Kekuatan luar biasa. Sampeyan ngerti, limang panglimaku Highly pinter. Nanging kita padha bisa kanggo njaga daya. Senajan .... Kudu tatu nemen kaya iki. Hahahaha ...! " "Peduli" Rekha ipat-ipat. Panjenenganipun upaya kanggo ngadeg munggah lan condong ing wit konco wong. Panjenenganipun kapandeng ing wong lima sing diaktifake metu padha obah Dart buta sadurungé. Katon lagi mung mesem cengengesan. "Nanging isih menang kakangku, saka sisih tiba 10 anggota sandi." Said Rakhsa maneh. "Iku salah siji saka wong-wong mau nyerang kula ing rahasia." Jawaban Rekha. "Padha wong anyar, padha ora ngerti sing. Lagi mung mlaku errands. " "Inggih yèn mangkono mung menehi wong kredit kanggo tiba ing lapangan tugas." "Ha..ha..ha .. Rekha, Rekha. Lagi tanggung jawab. Pengakon marang matine kabeh sepuluh anggota sandi, sampeyan kudu miturut driji. "Rakhsa ngandika alon nanging kuwat. Rekha ora kaget. Ketoke wong sumurup resiko kang kudu. Nanging mesthi ora bakal menehi dheweke kanggo diwenehake. "Mbok," wangsulane Rekha disambut Rakhsa eseman lancip sing sadulure. "Nanging yen salah siji saka panglimamu bisa kanggo ngalahake kula." Challenge Rekha. Rakhsa mung sora. Dheweke sumurup sadulure iki tatu spring. Nolak tantangan uga tumindak kang cowardice. Nanging posisi kang saiki ing bagéan saka aggrieved. Yen salah siji panglima menang, pancet iku wadhi. Aken piyambak kanggo kelangan. Nanging Rakhsa ora bisa nindakake apa-apa. Panjenenganipun kapandeng siji Panglima lan nodded sirahe. Lan panjenengané pindhah maju lan nyiapake, nalika wong mundur wit buta konco wong. "Rekha, aku nampa tantangan saka sirah hard. Elinga yen sampeyan padha tatu ing nyedhaki abot. Aja meksa nggunakake daya ing sampeyan. Yen 'Panglima Tiga' iku bisa kanggo nyuwek kulit sethitik, matur mundhut. Piye? "Tantangan Rakhsa kang ngandika luwih imbang. Diwenehi tantangan mung manthuk lan grinned. Panjenenganipun langsung sijine jaran. Cetha mata dibintangi menyang supaya disebut-Panglima Tiga. Sing stared mung mesem lan braced. Tangané swell, nuduhake siap kanggo nyerang. Banjur liyane mengko Rekha sikil tengen langkah kanggo wit gedhe konco wit nuduhke Rame amarga geter. Cepet mengko Rekha awak dijupuk kaya panah menyang Panglima Tiga. Palms dheweke mbukak menyang pasuryan saka Panglima Tiga, ndeleng tangan telapan teka supaya cepet Panglima Tiga langsung dikirim jotosan kanggo ngusir serangan impending, nanging durung maneh dijupuk lan Palms Rekha tabrakan piye wae sumurup Rekha ngowahi anggempur kang, wentis kiwa ana bab kanggo mencet dodo, abruptly obah kang sikut tengen Panglima Tiga footprints kanggo ngusir mungsuh, nanging Rekha diuripake maneh anggempur, ajiné kiwa saiki bakal rauh kenek omahé. Ora ana wektu kanggo Parry, Panglima Tiga diiringake para kepala nengen kanggo jotosan Rekha mung maringaken liwat kang sirahe. Rekha punches lan trobosan ora kudu lan serangan sing tansah ganti nggawe Panglima Tiga kepunjulen. Rauh wiwit dipencet. Ketoke iki cah lanang wis wayahe wus migunaaké. Ora wonder kang Merani tantangan. Telung Panglima marang awake. Gelut terus kanggo dawa. Badan mung katon kaya dipengini mung. Rekha Shadow duwe aturan baku saka awak nalika Panglima Tiga darting lan fro ngindari lan serangan memapas Rekha. Ningali iki, Rakhsa esem. Ketoke kerajaan lor dadi pejabat gagah ngajari adhi kaya iki. Banjur ana dadi badhan bab safety saka iku sadulur. Énggal mawon muncul ing Panglima Tiga miwiti saka urgency. Nganti wektu kuwi minangka badan sing ora dikarepke Rekha kang musna saka ing pandelenge, obah minangka cepet kaya kilat! Ngisor! Krak! A wit gedhe gedhe konco Panglima Telung pecah lan tabrakan jugrugan, ora kanggo sebutno wit ambruk ... Thump! Akh ..! Telung muffled Panglima bengok. Awak Terjajar maju lan ambruk marang dhengkul ing ngarepe Rekha. Panglima Tiga ditutup sedhela, saluran kabeh pikiran sehat lima kanggo nliti kahanan awake. Nanging misale jek ana ora ciloko wujud minangka asil saka ngunekke ing kang bali Rekha sadurungé. Katon cetha Rekha durung arep kanggo babras wong. Dheweke mesem lan wungu. "Apa?" Tanya Rekha ing Panglima Tiga "Sampeyan menang Rekha." Said Panglima Tiga grimacing lan langsung minger banjur mlaku alon menyang kanca-kanca wadon liyane. Rakhsa mesem lan nyedhaki adhine padha ngadeg esem kamenangan. "Good, Rekha. Apik. Kamampuanmu akeh kanthi cepet. Pungkasan taun sing ora bisa ngalahake Panglima Tiga. Saiki gampang sing ngapusi komandan. "Pinujia Rakhsa. "Ah, cak bisa wis. Aku ngerti Pakdhe Panglima Tiga ora serius. Iya ora Mbales serangan tho. "Said Rekha "Ya ing Pakdhe?!" Ngandika Rekha minangka kang nguripake pasuryan marang Komandan Tiga. Telung Panglima mung mesem. "Banjur apa waé kene? Kudu bantuan? "Back Rakhsa takon Rekha. Wektu iki pasuryan Rakhsa nuduhake Garwane ing. Padha takon langsung ngganti expression kang dadi serius. Rekha dumadakan ngilingake tugas teka kono. "Oh, ya Kakang. Aku meh kelalen. Aku njupuk ing tugas Pangeran King Danutirta Kakang. " "Apa?" Rekha njupuk metu barang cilik shaped nggulung lan diwenehi kanggo Rakhsa. Dadi metu iku layang cilik mbalek munggah lan dipasang ing pipa cilik ireng. Rakhsa maca huruf cilik. Lan mesem. "Ketoke pangeran kala wau semangat uga omah-omah Dewi Drupadi. Uga, asal saka wilayah alas ing sisih wétan ing Kratoning Danutirta nggedhekake daya sandi. "Said Rakhsa dibintangi menyang mripate Rekha cetha. Rekha sing stared ing kuwi cara ora bakal outdone. Glowering menyang Rakhsa, kang nyedhaki kakang. "Anggere sampeyan menang kontes, Kakang" Rakhsa nodded lan patted Pundhak seduluré.

Cavaca

terjemahan google basa Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2016-01-28
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim
Uyarı: Görünmez HTML biçimlendirmesi içeriyor

Endonezce

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Sejarah Angklung Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar. Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu. Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya. Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya. Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana. Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena — tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

Cavaca

Jawa artikel basa bab angklung ing

Son Güncelleme: 2015-09-21
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Kencur yang memilikikulit luar yang berwarna cokelatdengan daging berwarna putih iniadalah salah satu komponen dariapotek hidup yang sering dijadikanobat tradisional maupun jamu,rempah-rempah, penyedap rasa alami,sampai campuran untuk produkkosmetik. Kencur memiliki banyaksekali manfaat karena terdapat lebihdari 23 jenis zat baik yangdikandungnya, seperti methanol yangbermanfaat untuk melawan bakteriyang menjadi penyebab terjadinyainfeksi pada mata.

Cavaca

Powder that have an outer shell that is brown with white meat is one of the components of a living pharmacy that is often used as a traditional medicine and herbs, spices, natural flavorings, until the mixture for cosmetic products. Powder has many benefits because there are more than 23 kinds of good substance it contains, such as methanol useful against bacteria that cause infection in the eye.

Son Güncelleme: 2015-08-19
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim
Uyarı: Görünmez HTML biçimlendirmesi içeriyor

Endonezce

Obat Perangsang Wanita Opium Spray Max Women DH2O Cair Potenzol Cair Sex Drops Cair Blue Wizard Obat Sex Wanita Obat Pembesar Penis Vacum Penis VigRX Plus Asli Celana Vakou Vacum Handsomp Vimax Canada Arabian Oil Lintah Papua Obat Kuat Sex Viagra Usa Maxman Procomil Spray Africa Black Ant Nangen ZhengZhanzu Maximum Powerfull Srigala Merah Long Stick V6 Tian Levitra Cialis

Cavaca

Kondom Silikon Kondom Naga Getar Kondom Mutiara Ring Penggeli Silikon Kondom Duri Bercabang Ring Getar Kondom Sambung Kondom Telor Getar Alat Sex Wanita Penis Silikon Jumbo Dildo Happy Some Penis Silikon Mutiara Penis Ikat Pinggang Penis tempel Penis Silikon Maju Mundur Alat Sex Pria Vagina Senter Silikon Vagina Silikon Manual Vagina Silikon Suara Vagina Silikon Getar Bonek Full Body Alat Bantu Sex Vaginator Sex Toys Mic Fairy Happy Some Pretty Love Dildo Mutiara Getar Goyang Dildo Silikon Jumbo

Son Güncelleme: 2015-04-09
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim
Uyarı: Görünmez HTML biçimlendirmesi içeriyor

Endonezce

ASAL USUL DESA GALAGAMBA Pada sekitar tahun 1400-an disebuah kaki Gunung Kromong. Ada sebuah hutan belantara yang banyak dihuni oleh para dedemit dan berbagai binatang yang buas seperti macan, celeng dan sebagainya. Disuatu tempat yang disebut Rajagaluh ada Kasatria bernama Kiwinata yang mempunyai badan yang tegap dan penuh dengan sopan santun dan juga sangat sakti. Ki Winata kemudian membangun sebuah gubug dan dijadikannya sebagai tempat tinggal, tidak hanya itu beliau juga membuat balai dari kayu jati yang sangat besar sekali untuk tempat menjamu tamu. Semakin hari tempat tersebut menjadi sangat terkenal, kemudian semakin ramai. Ramainya tempat tersebut akhirnya mengundang perhatian dan Raja Pajajaran yang bernama Prabu Siliwangi. Akhirnya Raja Prabu Siliwangi tersebut datan dengan rombongan untuk mengunjungi tempat tersebut. Ketika tiba ditempat tersebut maka disambutlah sang raja. Prabu Siliwangi sangat terkagum dengan salah satu balai yang besar tersebut. Prabu Siliwangi kemudian bertanya kepada Ki Winata apa nama pedukuhan tersebut ? Maka dijawab oleh Ki Winata kalau pedukuhan tersebut belum diberi nama. Maka kemudian Sang Prabu memberi nama pedukuhan tersebut dengan nama “ GALAGAMBA ”. Gala artinya Balai sedangkan Amba adalah luas jadi “ GALAGAMBA ” Artinya adalah Balai yang luas atau besar. Selepas kepergian sang prabu, Ki Winata meninggal dunia, yang kemudian dikuburkan disuatu tempat yang bernama Raga Sawangan. Raga Sawangan dulunya ketika masyarakat menebang jati maka keesokan harinya jati itu tumbuh kembali. Maka Ki Winata merasa bertanggung jawab untuk membersihkan masalah tersebut yang kemudian menghadap Sunan Jati Purba. Maka sang Sunan dan Ki Winata merencanakan untuk menebang pohon tersebut dengan memulai berdoa. Maka dalam pandangan mata bathin beliau maka dilihatnya ada raga yang bersandar dipohon tersebut. Maka setelah raga tersebut diusir maka pohon tersebut dapat ditebang sehingga tempat tersebut dikenal dengan “ RAGA SAWANGAN ”. Tidak hanya di Blok Ragasawangan, di Blok Dukumire ada yang disebut dengan adanya Pustaka Lawang Gada yang banyak orang dapat memohon barokahnya. Dan salah satu yang menjadi terkenal adalah di Blok Nagrog dengan adanya Harimau Siliwangi Putih yang saat ini masih dipercaya dan masih terus berkeliling sepanjang makam kompleks Masjid Al-Ikhlas yang pertama kali dibangun oleh Almukaromah Kiai Marjuki sekitar tahun 1800-an. Sebagai salah satu sesepuh para Kiai yang ada di Babakan dan Kempek. Yang kemudian dipugar dengan bentuk modern oleh Kiai Tarmidi pada tahun 1930-an yang kala itu pada masa Jepang menjabat sebagai Kepala Kantor Agama Wilayah Cirebon yang membawahi Kuningan, Majalengka dan Indramayu. google terjemahan bahasa jawa--bebasan

Cavaca

ASAL USUL DESA GALAGAMBA Pada sekitar tahun 1400-an disebuah kaki Gunung Kromong. Ada sebuah hutan belantara yang banyak dihuni oleh para dedemit dan berbagai binatang yang buas seperti macan, celeng dan sebagainya. Disuatu tempat yang disebut Rajagaluh ada Kasatria bernama Kiwinata yang mempunyai badan yang tegap dan penuh dengan sopan santun dan juga sangat sakti. Ki Winata kemudian membangun sebuah gubug dan dijadikannya sebagai tempat tinggal, tidak hanya itu beliau juga membuat balai dari kayu jati yang sangat besar sekali untuk tempat menjamu tamu. Semakin hari tempat tersebut menjadi sangat terkenal, kemudian semakin ramai. Ramainya tempat tersebut akhirnya mengundang perhatian dan Raja Pajajaran yang bernama Prabu Siliwangi. Akhirnya Raja Prabu Siliwangi tersebut datan dengan rombongan untuk mengunjungi tempat tersebut. Ketika tiba ditempat tersebut maka disambutlah sang raja. Prabu Siliwangi sangat terkagum dengan salah satu balai yang besar tersebut. Prabu Siliwangi kemudian bertanya kepada Ki Winata apa nama pedukuhan tersebut ? Maka dijawab oleh Ki Winata kalau pedukuhan tersebut belum diberi nama. Maka kemudian Sang Prabu memberi nama pedukuhan tersebut dengan nama “ GALAGAMBA ”. Gala artinya Balai sedangkan Amba adalah luas jadi “ GALAGAMBA ” Artinya adalah Balai yang luas atau besar. Selepas kepergian sang prabu, Ki Winata meninggal dunia, yang kemudian dikuburkan disuatu tempat yang bernama Raga Sawangan. Raga Sawangan dulunya ketika masyarakat menebang jati maka keesokan harinya jati itu tumbuh kembali. Maka Ki Winata merasa bertanggung jawab untuk membersihkan masalah tersebut yang kemudian menghadap Sunan Jati Purba. Maka sang Sunan dan Ki Winata merencanakan untuk menebang pohon tersebut dengan memulai berdoa. Maka dalam pandangan mata bathin beliau maka dilihatnya ada raga yang bersandar dipohon tersebut. Maka setelah raga tersebut diusir maka pohon tersebut dapat ditebang sehingga tempat tersebut dikenal dengan “ RAGA SAWANGAN ”. Tidak hanya di Blok Ragasawangan, di Blok Dukumire ada yang disebut dengan adanya Pustaka Lawang Gada yang banyak orang dapat memohon barokahnya. Dan salah satu yang menjadi terkenal adalah di Blok Nagrog dengan adanya Harimau Siliwangi Putih yang saat ini masih dipercaya dan masih terus berkeliling sepanjang makam kompleks Masjid Al-Ikhlas yang pertama kali dibangun oleh Almukaromah Kiai Marjuki sekitar tahun 1800-an. Sebagai salah satu sesepuh para Kiai yang ada di Babakan dan Kempek. Yang kemudian dipugar dengan bentuk modern oleh Kiai Tarmidi pada tahun 1930-an yang kala itu pada masa Jepang menjabat sebagai Kepala Kantor Agama Wilayah Cirebon yang membawahi Kuningan, Majalengka dan Indramayu. google terjemahan basa Jawa - kabebasan

Son Güncelleme: 2015-01-16
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

ASAL USUL DESA GALAGAMBA Pada sekitar tahun 1400-an disebuah kaki Gunung Kromong. Ada sebuah hutan belantara yang banyak dihuni oleh para dedemit dan berbagai binatang yang buas seperti macan, celeng dan sebagainya. Disuatu tempat yang disebut Rajagaluh ada Kasatria bernama Kiwinata yang mempunyai badan yang tegap dan penuh dengan sopan santun dan juga sangat sakti. Ki Winata kemudian membangun sebuah gubug dan dijadikannya sebagai tempat tinggal, tidak hanya itu beliau juga membuat balai dari kayu jati yang sangat besar sekali untuk tempat menjamu tamu. Semakin hari tempat tersebut menjadi sangat terkenal, kemudian semakin ramai. Ramainya tempat tersebut akhirnya mengundang perhatian dan Raja Pajajaran yang bernama Prabu Siliwangi. Akhirnya Raja Prabu Siliwangi tersebut datan dengan rombongan untuk mengunjungi tempat tersebut. Ketika tiba ditempat tersebut maka disambutlah sang raja. Prabu Siliwangi sangat terkagum dengan salah satu balai yang besar tersebut. Prabu Siliwangi kemudian bertanya kepada Ki Winata apa nama pedukuhan tersebut ? Maka dijawab oleh Ki Winata kalau pedukuhan tersebut belum diberi nama. Maka kemudian Sang Prabu memberi nama pedukuhan tersebut dengan nama “ GALAGAMBA ”. Gala artinya Balai sedangkan Amba adalah luas jadi “ GALAGAMBA ” Artinya adalah Balai yang luas atau besar. Selepas kepergian sang prabu, Ki Winata meninggal dunia, yang kemudian dikuburkan disuatu tempat yang bernama Raga Sawangan. Raga Sawangan dulunya ketika masyarakat menebang jati maka keesokan harinya jati itu tumbuh kembali. Maka Ki Winata merasa bertanggung jawab untuk membersihkan masalah tersebut yang kemudian menghadap Sunan Jati Purba. Maka sang Sunan dan Ki Winata merencanakan untuk menebang pohon tersebut dengan memulai berdoa. Maka dalam pandangan mata bathin beliau maka dilihatnya ada raga yang bersandar dipohon tersebut. Maka setelah raga tersebut diusir maka pohon tersebut dapat ditebang sehingga tempat tersebut dikenal dengan “ RAGA SAWANGAN ”. Tidak hanya di Blok Ragasawangan, di Blok Dukumire ada yang disebut dengan adanya Pustaka Lawang Gada yang banyak orang dapat memohon barokahnya. Dan salah satu yang menjadi terkenal adalah di Blok Nagrog dengan adanya Harimau Siliwangi Putih yang saat ini masih dipercaya dan masih terus berkeliling sepanjang makam kompleks Masjid Al-Ikhlas yang pertama kali dibangun oleh Almukaromah Kiai Marjuki sekitar tahun 1800-an. Sebagai salah satu sesepuh para Kiai yang ada di Babakan dan Kempek. Yang kemudian dipugar dengan bentuk modern oleh Kiai Tarmidi pada tahun 1930-an yang kala itu pada masa Jepang menjabat sebagai Kepala Kantor Agama Wilayah Cirebon yang membawahi Kuningan, Majalengka dan Indramayu. google terjemahan bahasa jawa--bebasan

Cavaca

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

Son Güncelleme: 2015-01-16
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Prabu Rama akhirnya memerintahkan kepada Anoman untuk melakukan perjalanan kenegeri Alengka.  Hal ini dilakukan oleh Prabu Rama mengingat berita yang simpang siur tentang keberadaan Dewi Sinta.Pertimbangan itu diambil karena Anoman  memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Sehingga apabila menghadapi musuh yang ditemuinya nanti dalam perjalanan, akan dapat diselesaikan dengan baik. Terlebih-lebih pula Anoman dapat terbang keangkasa, sehingga Prabu Rama dapat memperkirakan,  perjalanan Anoman akan lebih cepat dari pada para senapati lainnya. yang lewat daratan. Apalagi perjalanan ini akan melewati samudera, dan merupakan tugas pertama  menuju Alengka Anoman berpamitan kepada Prabu Rama,untuk segera melaksanakan tugas. Namun kemudian datanglah Anggada menghadap Prabu Rama. Anggada minta Prabu Rama untuk membatalkan niatnya untuk mengutus Anoman  ke Alengka. Akhirnya Anoman dan Anggada berkelahi memperebutkan tugas  ke Alangka. Prabu Rama melerai keduanya agar tidak berkelahi. Keduanya didudukkan bersama. Prabu Rama menguji kelebihan masing-masing. Prabu Rama menanyakan pada Anoman berapa lama waktu perjalanan yang ditempuh dalam melakukan tugas. Anoman menyangggupi 10 hari. Diperkirakan oleh Anoman, Kerajaan Alengka jauh letaknya, disamping itu ada kemungkinan  dalam perjalanan nanti akan menghadapi mata-mata Prabu Dasamuka, yang pasti akan menghambat perjalanan berikutnya. Sedangkan Anggada menyanggupi 7 hari. Kemudian keduanya tawar menawar. Anoman  menyanggupi 5 hari parjalanan menuju Alengka. Anggada tidak mau mengalah, ia menyanggupi 3 hari perjalanan menuju Alengka. Anoman akhirnya menyanggupi 1 hari. Kemudian Prabu Rama menunjuk Anoman untuk berangkat ke Alengka. Perjalanannya menuju Alengka  disertai Para Punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.. Untuk memudahkan perjalanan, para punakawan dimasukkan dalam kancing gelung Anoman. Dari penulis menginginkan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bisa terbang, mengikuti Anoman yang sedang terbang dalam perjalanannya ke Alengka, namun karena tidak lazim, ada Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bisa terbang, maka mereka saya masukkan saja dalam kancing gelung Anoman. Mereka sebenarnya bisa terbang, karena Semar adalah jelmaan Dewa, Gareng dan Petruk adalah gandarwa sedangkan Bagong adalah bayangan Semar. Pada hari pertama perjalanannya, Anoman pergi ke kahyangan, menemui  Batara Surya . Dimintanya Batara Surya mau mengikat matahari supaya  tidak bergeser ke Barat. Batara Surya keberatan,dan tidak bisa menyanggupi kemauan Anoman. Anoman memaksa Batara Surya untuk memenuhi permintaannya.Maka terjadilah perkelahian antara keduanya.  Semar segera melerai perkelahian mereka. Akhirnya Semar sendiri yang minta agar  Batara Surya mau menuruti kehendak Anomann. Akhirnya.Batara Surya memenuhi keinginan Anoman, mengingat Semar adalah Sanghyang Ismaya adalah ayahanda Batara Surya sendiri,.Anoman meminta Batara Surya tidak melepaskan matahari sampai Anoman kembali ke Pancawati.. Batara Surya menuruti permintaan Anoman.  Batara Surya mengikat matahari yang posisinya masih diatas kepala, sehingga negeri Pancawati akan mengalami siang yang berke panjang an selama Anoman dalam perjalanan. Ditengah perjalanan di angkasa menuju Alengka, Anoman kehilangan arah. Anoman sudah berada diatas lautan Hindia. Laut luas membiru. Anoman terkejut merasa ada kekuatan besar yang menyedot tubuhnya, Tiba-tiba saja  tubuh Anoman tertarik kebawah dan masuk dalam perut raksasa.Raksasa itu Wil Kataksini, yang bertugas menjaga lautan Alengka. Tubuh Anoman tidak berdaya dan berusaha keluar dari mulut raksasa Wil Kataksini. Anoman dengan sekuat tenaga menendang-nendang dan mencakar-cakar dalam perut Wil Kataksini. Kataksini merasa dalam perutnya perih dan geli. Anoman yang ada dalam perut itu di muntahkan kembali keluar mulutnya. Setelah itu tubuh Wil Kataksini menjadi limbung, dan roboh, Wil Kataksini  tewas. Sementara itu tubuh Anoman bagaikan dibanting, Anoman jatuh terpelanting di daerah  pegunungan. Anoman memperkira kan daerah Suwelagiri, sangat cocok untuk menghimpun pasukan dan menyusun pertahanan Prabu Rama dalam penyerangan ke istana Alengka atau tempat unntuk memata-matai Prajurit Alengka. Anoman sudah tidak bisa terbang lagi. Ia melanjutkan perjalanan lewat daratan dengan tertatih-tatih.  Setelah berjalan begitu lama, Anoman  tidak kuat lagi. Ia jatuh pingsan. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, segera keluar dari kancing gelung Anoman. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong membawa Anoman ketempat  berlindung. Tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah goa, yaitu Goa Windu tempat bersemayamnya seorang pertapa wanita bernama Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba adalah mantan istri Prabu Dasamuka. Ia seorang bidadari. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong yang memapah Anoman sudah sampai dihadapan Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba   segera menyambut kedatangan para tamunya.  Setelah beberapa hari dirawat di dalam goa, Anoman sadar dari pingsannya. Ia terkejut ketika  mengetahui dirinya berada di dalam istana yang megah, Anoman kagum ternyata di  dalam goa terdapat istana yang megah dan indah. Ia pun melihat ada seorang dewi  cantik berada dihadapannya. Anoman tertarik kecantikan Dewi Sayempraba. Selama dalam perawatan Dewi Sayempraba Anoman tidak tahu apa yang dilakukan pada dirinya. Kelihatannya Anoman terpedaya dengan kecantikan dewi Sayempraba. Anoman dan para punakawan dijamu dengan makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan. Anoman dan para punakawan makan dengan lahapnya.Anoman memang lapar. Sudah lama ia pingsan jadi sudah beberapa hari tidak makan. Selesai makan minum, Anoman berpamitan mau melanjutkan perjalanan menuju Alengka. Dewi Sayempraba menghalangi Anoman, agar tidak meninggalkan Goa Windu. Sayempraba menghendaki agar Anoman bersedia memperistrinya. Anoman menolak ajakan dewi Sayempraba. Kemudian  Anoman segera mengajak para punakawan meninggalkan istana Sayempraba. Sepeninggal Anoman, Dewi Sayempraba gundah gulana. Ia kecewa Anoman tidak menanggapi cintanya. Padahal Dewi Sayempraba sangat mencintainya. Namun Dewi Sayempraba percaya, kalau Anoman akan kembali ke Goa Windu pada suatu saat. Setelah beberapa lama berjalan meninggalkn goa. Tiba-tiba  kedua mata Anoman seakan akan melihat seberkas cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian pandangan  menjadi gelap, Anoman menjadi buta Anoman menjadi sedih, Ia merasa gagal melak sanakan tugas dari Prabu Rama. Para panakawan memapah Anoman dan mencarikan orang yang dapat mengobati sakitnya. Anoman kelihatannya masih beruntung, agaknya tangisannya didengar oleh seekor burung garuda, yang bernama Sempati. Sempati mencoba mengobati Anoman. Sebelumnya Burung Sempati  memohon dewa agar dapat menyembuhkan mata Anoman. Sempati mengobati kedua mata Anoman dengan meneteskan air liur dari paruhnya. Permohonan burung Sempati kepada dewa, agaknya dikabulkan Dewa, Anoman sembuh. Anoman sudah tidak buta lagi. Burung Sempati menceriterakan saudaranya, Burung Jatayu, yang tewas ketika melawan Prabu Dasamuka. Burung Jatayu sebenarnya mau menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik Prabu Dasamuka. Namun Jatayu gagal membawa Dewi Sinta ke Ayodya,  karena Prabu Dasamuka, membabat kedua sayapnya dan lehernya dari belakang, sehinga burung Jatayu  jatuh ke bumi.Sedangkan Dewi Sinta dapat direbut kembali oleh Prabu Dasamuka dan dibawa ke negerinya, Alengka. Beberapa saat kemudian, Jatayu pun tewas. Anoman mendengar cerita Burung Sempati menjadi semakin yakin, bahwa yang menculik Dewi Sinta adalah Prabu Dasamuka. Anoman dan para Punakawan mengucapkan terima kasih pada burung Sempati karena telah menyembuhkan Anoman dari kebutaannya. Anoman dan para Punakawan berpamitan kepada burung Sempati, untuk meneruskan perjalanannya ke negeri Alengka  Oleh Anoman para Punakawan dimasukkan kembali dalam kancing gelungnya. Kemudian Anoman  melesat jauh keangkasa menuju Istana Alengka. Perjalanan Anoman ke istana Alengka dirasa tidak terlalu lama lagi. Setelah beberapa saat kemudian sampailah Anoman ke Istana Alengka. Indrajid anak Prabu Dasamuka yang sedang berjaga di luar Istana melihat sekelebatan makhluk asing yang berlalu dihadapannya. Indrajid penasaran, ia segera mencari keseluruh penjuru Istana.  Anoman sekarang sudah berada di taman Asoka. Ia bersembunyi diatas pohon Nagasari yang rimbun daunnya. Sementara itu di Kaputren  taman Asoka, Prabu Dasamuka merasa kecewa, karena dewi Sinta belum mau diboyong ke dalam Istana. Prabu Dasamuka berniat memaksa dewi Sinta untuk melayani dirinya. Namun niat Prabu Dasamuka dapat diurungkan oleh Dewi Trijatha anak Wibisana, adik Prabu Dasamuka. Prabu Dasamuka meninggalkan taman Asoka dengan kecewa. Untuk menghilangkan gundah hati Dewi Sinta, Dewi Trijatha mengajak Dewi Sinta ke taman bunga yang letaknya dekat pohon Nagasari, dimana tempat  Anoman bersembunyi. Anoman segera meloncat dari pohon. Kedua wanita itu menjadi terkejut, ketika melihat makhluk asing didepannya. Anoman memperkenalkan diri bahwa ia utusan Prabu Rama. Anoman menyampaikan pesan Prabu Rama agar Dewi Sinta bersabar menunggu kedatangan Prabu Rama untuk menjemputnya.  Anoman menawarkan jasa, apabila Dewi Sinta menghendaki Anoman akan membawa pulang ketempat Prabu Rama. Anoman memberikan cincin dari Prabu Rama kepada Dewi Sinta. Dewi Sinta menerima pemberian cincin dari Prabu Rama, dan dipakai dijari manisnya. Namun sayang cincin itu menjadi  kebesaran, karena Dewi Sinta menjadi kurus kering, setelah tinggal di Alengka. Dewi Sinta menitipkan sebuah sisir yang sudah lama tak dipakai. Karena sejak di Alengka Dewi Sinta sudah tidak mau menyisir rambut dan merawat dirinya. Kelihatannya badan Dewi Sinta menjadi rusak. Dewi Sinta merasa tersiksa di negeri orang, jauh dari Prabu Rama. Dewi Sinta tidak bersedia dibawa Anoman pulang ke tempat Prabu Rama. Dewi Sinta menginginkan Prabu Rama sendiri yang menjemput pulang. Belum selesai mereka saling bicara, Indrajid dan pasukannya telah mengepung taman Asoka. Anoman sengaja tidak memberi perlawanan, agar mereka menangkap dirinya. Anoman bermaksud mengukur kekuatan pertahanan Alengka. Indrajid segera membawa Anoman ke tempat Prabu Dasamuka yang sedang mengadakan pertemuan agung, yang dihadiri Patih Prahasta, adik-adik Prabu Dasamuka, seperti Kumbakarna, Sarpakenaka, Wibisana, para putera Prabu Dasamuka serta raja-raja taklukan Kerajaan Alengka.  Setelah Anoman dibawa masuk ke dalam Istana, Indrajid menghadap Ayahandanya dan melaporkan semua kejadian yang baru terjadi. Mendengar itu muka  Prabu Dasamuka menjadi merah padam.Prabu Dasamuka marah bukan kepalang. Oleh Prabu Dasamuka, Indrajid disuruh mengikat Anoman di depan istana, dan dibakar hidup-hidup.Indrajid berangkat melaksanakan tugas. Anoman digelandang keluar istana dan di ikat di tiang depan istana. Anoman melihat beberapa orang perajurit membawa kayu bakar, dan menumpukkannya di sekeliling Anoman berdiri. Indrajid dan para perajuritnya masuk kembali ke istana, dan melaporkan kesiapannya untuk membakar Anoman . Sewaktu Indrajid dan perajurit-prajuritnya masuk istana, datanglah Togog, seorang Abdi Kerajaan Alengka jelmaan Sanghyang Antaga mendatangi Anoman. Dibawakannya Anoman sebuah kendi yang berisi air minum yang sejuk dan menyegarkan. Anoman memang sejak tadi merasakan kehausan, karena sejak kedatangannya di negeri Alengka belum minum sama sekali.Anoman segera menerima kendi itu dan meminumnya. Anoman merasakan tubuhnya menjadi segar kembali. Anoman berterima kasih kepada Togog dan berpesan, agar Togog memasang janur kuning diatap rumahnya. Tiada lama kemudian Indrajid bersama ayahandanya, Prabu Dasamuka beserta para adik dan putera-putera yang lainnya  mendekati Anoman. Wibisana, Adik Prabu Dasamuka meminta kakaknya bisa berbuat bijaksana. Dimintanya Prabu Dasamuka melepaskan Anoman dan menyuruhnya pulang ke Negara asalnya. Prabu Dasamuka tidak memperdulikan permintaan adiknya.  Prabu Dasamuka segera menyuruh Indrajid segera membakar Anoman. Dengan sekali sulut saja, terbakarlah seluruh tumpukan kayu disekeliling Anoman. Anoman kelihatan sudah terbakar dan sekarang yang nampak hanyalah nyala api yang membumbung tinggi. Api semakin  membesar dan menjilat-jilat sampai setinggi istana. Setelah ikatan Anoman terlepas, Anoman terbang dengan membawa api yang menyala ditubuhnya. Api tidak membakar Anoman. Anoman melemparkan api-api itu keseluruh bangunan istana. Istana Alengka terbakar.  Penghuninya lari pontang-panting.Seluruh bangunan istana habis terbakar. Untunglah masih ada satu tempat yang tidak terbakar, yaitu sebuah rumah gubug milik Tejamantri Togog. Prabu Dasamuka dan segenap keluarga dan perangkatnya mengungsi kerumah Togog. Selesai membakar istana Alengka, Anoman pun meninggalkan Alengka kembali ke negeri Pancawati.  Anoman  sekarang sudah kembali ke Negara Pancawati. Mataharipun mulai bergeser ke barat.Rupanya Bathara Surya telah mengetahui kepulangan Anoman ke Pancawati, sehingga tali pengikat matahari pun dilepas. Anoman  kemudian menceriterakan  semua kejadian yang dialami, khususnya pertemuan dengan Dewi Sinta.Kepada Rama, Anoman menyerahkan titipan Dewi Sinta berupa sisir yang sudah lama tidak dipakainya. Dewi Sinta tidak akan pergi dari Alengka kalau yang menjemput bukan Prabu Rama sendiri. Sehingga ajakan Anoman untuk memboyong Dewi Sintapun ditolak olehnya. Prabu Rama bersedih hati mendengar laporan Anoman, ia terharu mengetahui Dewi Sinta istrinya selalu setya padanya. Prabu Rama  berjanji akan segera menyusul Dewi Sinta ke Alengka, untuk memboyongnya pulang kenegeri Ayodya. Prabu Rama segera bersiap-siap menggelar perang melawan Prabu Dasamuka.Prabu Dasamuka nantinya hanya ada dua pilihan, memilih dengan cara damai yaitu Prabu Dasamuka mengembalikan  Dewi Sinta kepada Prabu Rama, ataukah dengan perang. Untuk  membawa pasukan ke negeri Alengka, Prabu Rama merenca nakan  membuat jembatan atau menambak air laut sehingga di laut ada jalan yang bisa dilewati   pasukan Prabu Rama, mulai dari Pantai Pancawati ke daratan Alengka.***

Cavaca

Basa Jawa nganti Indonesia

Son Güncelleme: 2015-01-11
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Biarkan saya tetap masuk Lupa kata sandi Anda? Mendaftar SEJARAH HIDUP PRESIDEN SOEKARNO 16 Agustus 2013 pukul 16:48 Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarnoyang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting. Beberapa bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar. Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno. Seperti yang dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail. Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan. Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi yang tidak berdaya. Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap, dan dingin. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati Presiden Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki pesona, sehingga dengan mudah menaklukkan wanita-wanita cantik yang diinginkannya. Sejarah mencatat Bung Karno sembilan kali menikah. Namun banyak yang tidak tahu wanita seperti apa yang dicintai Sang Putra Fajar itu. Untuk urusan kriteria ternyata Bung Karno bukanlah sosok pria neko-neko. Perhatian Bung Karno akan mudah tersedot jika melihat wanita sederhana yang berpakaian sopan. Lalu, bagaimana Bung Karno memandang wanita berpenampilan seksi? Pernah di satu kesempatan ketika sedang jalan berdua dengan Fatmawati, Bung Karno bercerita mengenai penilaiannya terhadap wanita. Kala itu Bung Karno benar-benar sedang jatuh hati pada Fatmawati. "Pada suatu sore ketika kami sedang berjalan-jalan berdua, Fatmawati bertanya padaku tentang jenis perempuan yang kusukai," ujar Soekaro dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antar Kota. Sesaat Bung Karno memandang sosok Fatmawati yang saat itu berpakaian sederhana dan sopan. Perasaan Bung Karno benar-benar bergejolak, dia sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. "Aku memandang kepada gadis desa ini yang berpakaian baju kurung merah dan berkerudung kuning diselubungkan dengan sopan. Kukatakan padanya, aku menyukai perempuan dengan keasliannya, bukan wanita modern yang pakai rok pendek, baju ketat dan gincu bibir yang menyilaukan," kata Soekarno. "Saya lebih menyukai wanita kolot yang setia menjaga suaminya dan senatiasa mengambilkan alas kakinya. Saya tidak menyukai wanita Amerika dari generasi baru, yang saya dengar menyuruh suaminya mencuci piring," tambahnya. Mungkin saat itu Fatmawati begitu terpesona mendengar jawaban Soekarno yang lugas. Sampai pada akhirnya jodoh mempertemukan keduanya. Soekarno menikah dengan Fatmawati pada tahun 1943, dan dikarunia 5 anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. "Saya menyukai perempuan yang merasa bahagia dengan anak banyak. Saya sangat mencintai anak-anak," katanya. Menurut pengakuan Ibu Fatmawati, dia dan Bung Karno tidak pernah merayakan ulang tahun perkawinan, Jangankan kawin perak atau kawin emas, ulang tahun pernikahan ke-1, ke-2 atau ke-3 saja tidak pernah. Sebabnya tak lain karena keduanya tidak pernah ingat kapan menikah. Ini bisa dimaklumi karena saat berlangsungnya pernikahan, zaman sedang dibalut perang. Saat itu Perang Dunia II sedang berkecamuk dan Jepang baru datang untuk menjajah Indonesia. "Kami tidak pernah merayakan kawin perak atau kawin emas. Sebab kami anggap itu soal remeh, sedangkan kami selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan besar yang hebat dan dahsyat," begitu cerita Ibu Fatmawati di buku Bung Karno Masa Muda, terbitan Pustaka Antar Kota, 1978. Kehidupan pernikahan Bung Karno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan. Tetapi ini belum selesai, justru saat itu perjuangan fisik mencapai puncaknya. Bung Karno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa. Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir pada saat Bung Karno sudah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Putra-putri Bung Karno dikenal memiliki bakat kesenian tinggi. Hal itu tak aneh mengingat Bung Karno adalah sosok pengagum karya seni, sementara Ibu Fatmawati sangat pandai menari. Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya. Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. "Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat," ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007. Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua. Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut. Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong. Setlah itu Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". Detik Detik Kematian Sang Presiden Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…” Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?” Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal. Isu di bunuh secara perlahan Banyak Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderit

Cavaca

google translation Javanese Indonesian

Son Güncelleme: 2014-11-21
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim
Uyarı: Görünmez HTML biçimlendirmesi içeriyor

Endonezce

Pemain: 1. Bawang Merah 2. Bawang Putih 3. Ibu Bawang Merah 4. Bapak Bawang Putih 5. Pangeran 6. Pengawal I, II, dan III B. SINOPSIS CERITA BAWANG MERAH BAWANG PUTIH Alkisah di sebuah desa hiduplah satu keluarga yang terdiri dari: Ibu, Bapak dan seorang anak perempuan yang bernama “Bawang Putih”, mereka hidup bahagia. Pada suatu hari musibah menimpa keluarga mereka, Ibu si Bawang Putih sakit parah. Ketika itu bapaknya sedang berdagang, Ibu si Bawang Putih tidak bisa diobati akhirnya meninggal dunia. Si Bawang Putih sangat sedih sekali karena ditinggalkan Ibunya, sedangkan Bapak yang disayangi menikah lagi dengan wanita lain yang telah mempunyai anak perempuan yang bernama “Bawang Merah”. Bawang Putih semakin hari semakin sedih dan menderita karena disiksa oleh Ibu dan saudara tirinya. Pada suatu hari lewatlah seorang pangeran yang tampan dia melihat Bawang Putih sedang mencuci baju di sungai, dia melihat kecantikannya dan kemudian jatuh hati padanya. Pangeran mengejar si Bawang Putih kerumahnya tetapi dihalangi oleh saudara tirinya, tapi karena kebaikan si Bawang Putih akhirnya dilamarlah oleh pangeran itu dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. C. NASKAH DRAMA Alkisah disebuah desa hiduplah satu keluarga yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih, yang dalam hidupnya Bawang Putih penuh dengan siksaan dan hinaan serta omelan, hingga suatu ketika si Bawang Merah memanggil Bawang Putih dengan penuh amarah. Babak I 1. Bawang Merah: Putih… Putih…!! kesini kamu. Kamu… harus membersihkan ruang tamu ini sampai bersih, jangan sampai ada debu-debu yang masih menempel. (sambil berkacak pinggang). Ingat ya! (menjitak kepala Bawang Putih) kalau sampai aku datang ruangan ini tidak bersih tahu sendiri nanti akibatnya! (mencebir dan membuang muka). 2. Bawang Putih : Baik, Bawang Merah! (merunduk dan pergi mangambil sapu). 3. Ibu & B. Putih : Lho, kok sepi. Bawang Putih kemana ya, kok ngak kelihatan! (sambil melihat kanan kiri) Putih… Putih… Putih…! kemana ya anak itu dipanggil-panggil gak nyaut! 4. Bapak & B. Putih: Ada apa sih bu…! (dengan perasaan tanda tanya). 5. Ibu & B. Merah : Eh…! Bapak, lho kapan Bapak yang datang kok Ibu nggak dengar Bapak ngetok-ngetok pintu. (sambil memegang tangannya). 6. Bapak dan B. Putih : E… tadi bu, memang Bapak sengaja nggak ngetok-ngetok pintu, soalnya bapak dengar Ibu berteriak-teriak memanggil-manggil Bawang Putih, Emangnya si Bawang Putih kemana bu? Dan kenapa dia? (dengan penuh keheranan). 7. Ibu & B. Merah : Oh tidak ada apa-apa pak (sambil mengelus-ngelus tangan suami) Ibu takut Bawang Putih kenapa-napa, e tak tahunya lagi istirahat dikamarnya, pak. (sambil merebah kepundaknya). 8. Bapak & B. Putih : Terima kasih ya bu, Bapak bangga sekali punya istri sebaik Ibu, dan saya sayang sekali sama Ibu juga anak kita berdua (mengelus rambut istri) kalau begitu Bapak berangkat berdagang lagi ya bu, paling disana saya 1 minggu. Ibu jaga diri baik-baik ya dan juga anak kita baik-baik, oh ya ini ada sedikit uang buat belanja (sambil menyodorkan uang). Baiklah bu Bapak berangkat dulu ya. (mengulurkan tangannya). Ibu B. Merah : Iya pak (sambil mencium tangan Bapak) hati-hati dijalan, da…! Hem… dasar suami bodoh, kamu kira saya betul-betul mencintai kamu apa! Tidak ya, saya hanya mencintai uang dan rumah kamu ini… ha… ha… ha… (sambil menepuk-nepuk uang). Putih… putih…putih… kesini kamu! (berkacak pinggang). 9. Bawang Putih : Ya… ya… bu, ada apa bu? 10. Ibu B. Putih : Kemana aja sih kamu ha… kaman aja? (sambil menarik dan mendorong Putih) dipanggil-panggil dari tai nggak ada jawaban, kamu tuli ya… (sambil membuang muka). 11. Bawang Putih : Baik bu…! (dengan nada ketakutan). 12. Ibu B. Merah : Ya bagus, (sambil mengangguk-ngangguk kepala) sekarang kamu cuci baju itu sampai bersih mengerti? Ingat Bawang Putih, sebelum Ibu datang cucian ini dan lantai ini sudah harus bersih! Dengar….! (nada keras membentak). Maka berangkatlah Bawang Putih ke sungai untuk mencuci baju itu, sambil menangis Bawang Putih Berkata! 13. Bawang Putih : Ya Allah, ampunilah dosa-dosa Ibu tiriku, berikanlah kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Ya Allah bukakanlah pintu hati Ibu tiriku dan saudara tiriku agar dia mau menyayangiku. (sambil menangis) 14. Pengawal I : Maaf tuan, e… lihat disana tuan, sepertinya ada seorang wanita. (sambil menunjuk). 15. Pengawal II : Ya benar tuan, sepertinya lagi mencuci pakaian tuan! (dengan penuh semangat). 16. Pangeran : Iya, betul-betul, tapi… sama siapa ya dia? Apa dia sendirian pengawal? (dengan penuh keheranan dan melihat kearah wanita itu, sambil berfikir) pengawal coba kalian lihat kesana…! (sambil menunjuk). 17. Pengawal I & II : Baik tuan…! (sambil mengangguk). 18. Pengawal I : Tuan, ternyata perempuan itu sendirian…! Pengawal II : Perempuan itu cantik tuan dan kelihatannya orang baik-baik! 19. Pangeran : (Sambil mengangguk-ngangguk) Mari pengawal kita kesana…! (sambil menunjuk). 20. Pengawal I & II : Baik tuan…! 21. Pangeran : E… e… nona! (dengan gugup dan malu). Kalau boleh saya tahu nama nona siapa? Dan nona berasal dari mana? Dan kenapa pula sendirian di sungai yang sangat sepi ini…? 22. Bawang Putih : Maaf… tuan…! (sambil menjinjing rok dan mau berlari pergi). 23. Pangeran : Jangan… jangan… nona, jangan lari, saya bermaksud baik, saya lihat nona sendirian, jadi saya memberanikan diri menghampiri nona! (dengan senyuman). 24. Bawang Putih : Nama saya Bawang Putih tuan, saya berasal dari desa seberang, e… tapi maaf tuan, saya tidak bisa berlama-lama disini, saya takut dimarahi Ibu saya tuan…! 25. Pangeran : Tunggu… tunggu…! tunggu nona…! (sambil berteriak) mari pengawal kita ikuti Bawang putih itu, dimana sebenarnya rumahnya! Kemudian berangkatlah Pangeran dan 2 pengawalnya untuk menuju rumah Bawang Putih, Pangeran merasa dialah wanita yang selalu diidam-idamkan, kemudian si Pangeran bergegas pergi ke rumah si Bawang Putih. 26. Ibu Bawang Merah : Anakku coba lihat disana, siapa itu yang datang? (dengan penuh keheranan). 27. Bawang Merah : Iya bu, sepertinya yang datang Pangeran. Aduh betapa gagahnya dan gangteng Pangeran itu. (dengan senyuman). 28. Ibu Bawang Merah : Tenang sayang, Ibu tahu kedatangan Pangeran itu ingin mencari permaisuri. (sambil memegang pundaknya). 29. Bawang Merah : Benarkah itu bu? Tolong saya bu, saya mau menjadi permaisuri Pangeran itu bu. (berloncat kegirangan). 30. Pangeran : Permisi…, permisi…! 31. Ibu Bawang Merah : Tuan…! (dengan terkejut) E… ada apa gerangan tuan datang kegubuk kami ini, apa tuan mau mempersunting anak kami, yang cantik dan manis ini tuan? (sambil memegang dagu Bawang Merah). 32. Pangeran : Tidak…! (dengan lantang) Saya kesini hanya untuk melamar anak ibu si Bawang Putih untuk menjadi permaisuriku. (dengan penuh senyuman). 33. Bawang Merah : Kenapa sih Pangeran lebih suka Bawang Putih dari pada saya, padahal Pangeran Bawang Putih orangnya licik sekali dan suka mempermainkan lelaki, tidak seperti saya yang baik, patuh dan setia. (sambil senyum gembira). Lagian Pangeran Bawang Putih itu orangnya jelek tidak seperti saya cantik, manis, dan menarik, ia kan Pangeran? 34. Pangeran : E… iya-ya betul, kamu juga cantik, manis dan menarik nona, tapi sayang hati saya sudah terpikat sama si Bawang Putih, saya mohon tolong panggilkan Bawang Putih segera…! 35. Bawang Merah : Huuuh…! Bawang Putih, Bawang Putih lagi, emangnya nggak ada orang lain selain Bawang Putih, huuuh… sebel…!! (sambil menghentakkan kaki). Putih…! Puith…!! 36. Bawang Putih : Iya, mbak…!!! 37. Bawang Merah : Kesini kamu lihat ini ada Pangeran mau mempersunting kamu menjadi istrinya. (dengan mimik yang sinis penuh kebencian). 38. Pangeran : Bawang Putih, maukah kamu menjadi permaisuriku? (memberikan senyuman). 39. Bawang Putih : (Merunduk penuh senyuman dan malu-malu, berarti dia mau). 40. Ibu Bawang Merah : Maaf tuan, itu berarti tandanya Bawang Putih setuju menjadi permaisuri tuan! 41. Pangeran : Mari kesini Bawang Putih, ikutlah kamu keistanamu kamu akan aku persunting menjadi permaisuriku! (mengulurkan tangan dan menggandeng Bawang Putih pergi). 42. Bawang Putih : Ibu…! (menghampiri Ibu dan memeluknya). Bawang Merah…! (menghampiri Bawang Merah dan memeluknya). 43. Pangeran : Baiklah bu, saya akan membawa Bawang Putih ke istanaku dan akan aku jadikan permaisuriku. (dengan senang hati). Kalau begitu kami berangkat dulu bu, permisi…! (berjalan keluar rumah). 44. Ibu Bawang Merah : Ya tuan…! Maka berangkatlah Pangeran dan Bawang Putih beserta pengawalnya untuk menuju istana kerajaan dan dijadikanlah Bawang Putih sebagai permaisuri, samapai akhirnya Pangeran dan Bawang Putih bahagia selamanya “Kejahatan tidak bisa mengalahkan kebaikan, dan manusia memang mahluk paling sempurna di muka bumi, namun karna kesempurnaan itu kadang mereka lalai pada apa yang membuat mereka menjadi sempurna”.

Cavaca

google agensi Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2014-11-17
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim
Uyarı: Görünmez HTML biçimlendirmesi içeriyor

Endonezce

AUTOBIOGRAFI ROHAYATI Nama saya Rohayati, biasa dipanggil roha. Tetapi kedua orang tua saya memanggil saya dengan panggilan yanti. Karena dulu waktu saya kecil saya diberikan nama Rohayanti oleh ayah saya. Tapi pada saat saya pembuatan akta kelahiran, nama yang tertulis ROHAYATI. Jadi dari saya SD sampai dengan sekarang orang-orang memanggil saya dengan nama roha, sedangkan orang rumah sendiri memanggil saya dengan nama panggilan yanti. Itu sekilas tentang nama saya. Saya lahir di indramayu pada hari senin jam 21.00 WIB tanggal 28 mei 1999. Nama ayah saya Rindam dan nama ibu saya Watini. Kakek saya bernama Kandeg dan Darus, nenek saya bernama Damini dan Witem. Ayah saya mempunyai dua orang adik satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah paman dan bibi saya yang bernama Sarkim dan Tarunah. Itu sekilas dari keluarga saya. Ayah saya bekerja sebagai petani dan seoang supir. Sedangkan ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saya merupakan anak pertama dari ayah dan ibu. Saya mempunyai satu adik laki-laki bernama Wahyuda. Adik saya masih duduk dibangku SD kelas 6 sekarang. Umur saya 15 tahun sekarang , selisih 4 tahun dengan adik saya. Hobby saya menulis, menggambar, mendengarkan lagu dan bermain volley. Nama sahabat yang selalu ada buat saya dari SMP sampai sekarang adalah Nur wulandari. Dia satu-satunya sahabat yang selalu ada disisi saya, walaupun sekarang kita beda sekolah tapi kita masih sering komunikasi. Saya alergi susu putih(bila terlalu banyak meminumnya) , alergi panas matahari, alergi debu. Makanan kesukaan saya tumis sawi kecap dan tumis kangkung. Minuman kesukaan juice melon. Warna kesukaan biru. Angka kesukaan 8 dan saya paling benci dengan angka 17. Binantang yang saya suka kelinci dan heamster. Riwayat sekolah, dulu saya sekolah di SD yang cukup dekat dengan rumah saya. saya langsung masuk ke SD tanpa TK terlebih dahulu. Karena saya sudah bisa membaca dan menghitung sendiri, jadi saya langsung masuk ke SD. SD saya di SDN JATISURA II, ketika masih SD saya sering diejek dan dibuli oleh teman-teman saya, karena badan saya kurus kecil dan pendek gara-gara sering diejek seperti itu saya sering makan biar saya nggak diejek kurus kecil dan pendek lagi. Dulu waktu saya kelas 1, saya pernah ikut lomba cerdas cermat tingkat kec. Cikedung dan mendapat juara II , kemudian mengikuti lomba lagi lomba Calistung (membaca , menulis, dan menghitung) di SDN CIKEDUNG LOR II, mendapat juara III. Ketika saya kelas 2 dan kelas 3 saya mengikuti lomba yang sama di SDN CIKEDUNG I tetapi saya cuma mendapat juara III, kemudian ada lagi lomba MIPA (matematika dan ipa) tingkat kec.cikedung pada saat saya kelas 4 tetapi pada lomba itu saya kalah. Waktu itu saya menangis, saya merasa sudah mengecewakan ayah dan ibu dan terutama guru saya. Rasa yang saya rasakan pada saat itu adalah sedih, kesal, dan menyesal. Kemudian selang beberapa bulan ada perlombaan kaligrafi, cerdas cermat, pidato, hafalan juz’ama, dll. Saya mengikuti 2 perlombaan karena tidak bentrok waktunya jam 07.00-09.00 WIB kaligrafi dan 09.30-10.10 lomba cerdas cermat lomba tersebut diadakan di SDN JAMBAK I. Saya cuma mendapat juara III, sedangkan cerdas cermat juara II. Itupun berkat bantuan adik kelas saya namanya sudur. Pada saat kelas 5 SD, ada perlombaan olahraga antara lain : lempar lembing, lempar cakram, lompat jauh, lari, bulu tangkis, tenis meja, catur dan volley (PA/PI). Siapa yang mengikuti lomba? Semua sudah ditentukan oleh guru olahraga. Erwanto mengikuti lomba catur, teguh saiful hamzah mengikuti tenis meja, iman lempar lembing, eka lempar cakram, castirah lari, team volley (PA) agus, rasadi, supri, solikin dan ahmad, team volley (PI) rasiti, rohayati, arwati, arlinah, devi, bulu tangkis iqbal sama safitri. Semuanya sudah ditentukan berhari-hari kami latihan, setiap sore kami pasti ke sekolah untuk latihan hingga pada saat waktu lomba tinggal menghitung hari saya dipindah oleh siti untuk mengikuti lomba bulu tangkis putri tunggal, saya merasa kaget dan terkejut. Saya berfikir kenapa saya dipindah mendadak begini? Sedangkan waktu untuk berlatih pun nggak ada hanya tinggal 3 hari saya harus siap menghadapi lomba. Saya bingung harus apa selain menerima kenyataan bahwa saya harus dipindah ke bulu tangkis cabang olahraga yang belum terlalu saya kusai, karena besik saya sudah divolley. Tapi saya bisa apa?? Ya udahlah bismillah ajah semoga saya bisa menjadi yang terbaik dan menjadi juara agar bisa mengharumkan nama baik sekolah. Saat yang sudah ditunggu-tunggu kini telah tiba. Kami serombongan berangkat ke cikedung. Kemudian karena tempat lomba terpisah jadi kami dipecah dan berpencar, yang ikut lomba volley, lempar cakram, lempar lembing, tenis meja, dan catur diSDN CIKEDUNG LOR II, sedangkan bulu tangkis di KUD cikedung. Dalam hati saya, saya berkata:”semangat teman-teman mari kita buktikan kepada mereka, bahwa kitalah yang akan juara. Bawa semua piala teman-teman, jangan lupa walau kita terpisah tapi semangat kita sama. Yaitu ingin mengharumkan nama SD kita. Teman-teman semangat jangat takut ok!!!” saya berharap akan menang meski saya mengikuti lomba ini tanpa persiapan. Selang beberapa menit kemudian tibalah giliran saya untuk bermain, ya allah bantu saya mengalahkan lawan-lawan saya Bismillah. Babak pertama saya menang tapi kemudian saya kalah dibabak kedua. Saya sedih, merasa kecewa.. tapi tak apa yang penting saya bisa dapat teman baru dan pengalaman baru. Teman saya itu berasal dari SDN JAMBAK I namanya sisi dan rio. Kata dia permainanku cukup baik, saya bilang alhamdulillah karena berarti saya juga ada bakat dipermainan ini. Kemudian saya pergi ke SDN CIKEDUNG LOR II untuk melihat teman-teman yang sudah menyelesaikan lombanya, kemudian kami berkumpul saling bertanya gimana lombanya menang nggak. Saya bilang nggak tau hasilnya akan dibagikan nanti. Singkat waktu kami pulang dan kembali kerumah masing-masing. Kemudian keesokan harinya kami berangkat sekolah, dan mendengar kabar bahwa yang menang dan mendapat hanya catur (juara III), lempar lembing (juara III), lempar cakram (juara III), lari (juara II), dan tenis meja (juara I). Alhamdulillah masih ada yang juara, setidaknya SDN JATISURA II bisa membawa pulang piala walau nggak semuanya. Semasa saya SD, saya selalu mendapat rangking 1. Bahkan pada saat hasil UN keluar nilai saya merupakan nilai yang terbaik di kelas. Selang beberapa waktu saya menerima surat kelulusan, saya begitu sedih saat melihat isi surat tersebut, kenapa? Karena saya lulus, dan berarti sayapun takan lagi bertemu dengan mereka. Takan bersama-sama dengan mereka lagi, takan bisa lagi bercanda dan tertawa bareng mereka. Tapi saya bersyukur serta berterimakasih kepada ibu/bapak guru yang telah membimbing dan mengajari saya. kemudian saya melanjutkan sekolah lagi ke SMPN 2 LELEA, salah satu SMP terfavorit didesa saya. saya berangkat dari rumah jam 5, kenapa? Karena rumah saya dengan SMP cukup jauh, sedangkan kendaraan yang saya gunakan hanya sepeda. Jadi saya berangkat harus pagi-pagi sekali mengingat rumah saya yang jauh dari sekolah. Kemudian sesampainya disana, saya mengikuti psikotest kemudian lulus, 2 hari mengikuti MOS sangat seru!!! Kemudian setelah mendapat pengumuman bahwa saya diterima di SMPN 2 LELEA, saya berhasil masuk ke kelas 7G, yang diwali kelasi oleh ibu Riche Rias Rustiah. Ibu riche adalah seorang guru bhs. Inggris orangnya sangat sabar, baik, dan penyayang. Saat saya kelas 7, saya mengikuti ekskul pramuka dan paskibra. Kemudian setelah dua bulan mengikuti ekskul paskibra, diadakan pelantikan dan seleksi calon dewan paskibra. Yang syaratnya harus meminum 3 botol susu putih, sedangkan saya alergi pada susu putih. Jadi saya memutuskan untuk tidak mengikutinya, dan kemudian berhenti dan keluar dari ekskul tersebut. Saat kelas 7 saya mendapat rangking 1 pada semester 1 dan 2, kemudian saat kenaikan kelas saya masuk 8A kelas yang siswa-siswinya terkenal pintar-pintar dan aktif semua. Selain pramuka saya juga mengikuti organisasi osis, dan menjabat sebagai seksi humas. Pernah mengikuti lomba pramuka diSMAN 1 LOHBENER mendapat juara harapan 1. Kemudian lomba pramuka di SMAN 1 SINDANG , lomba LKBB dan haking rally mendapat juara II LKBB. Kemudian mengikuti lomba lagi di SMKN 2 INDRAMAYU yang berupa haking rally mendapat juara umum 1. Kemudian mengikuti lomba lagi di SMPN 1 SUMEDANG berupa haking rally mendapat juara umum 1, juara harapan 1 putra, juara harapan 3 putri, dan mendapat juara terfavorit. Kemudian saya naik kekelas 9A karena saya merupakan salah satu anak-anak yang tergolong aktif dikegiatan organisasi baik dipramuka dan diOSIS. Nama angkatan pramuka saya ken arok dan kendedes sedangkan nama ambalanya adalah WIRAPANAWU atau lebih lengkapnya adalah Ki Wirapati dan Nyi mas Nawang Wulan. Kemudian selang beberapa minggu setelah menghadapi UN. Saya mendapat surat kelulusan dari sekolah dan setelah dibuka isinya bertuliskan LULUS. Alhamdulillah dan kemudian melanjutkan sekolah lagi di SMAN 1 INDRAMAYUdan diterima di Sayoe, setelah melewati psikotest kemudian diadakan MOS, ketika mos aku masuk gugus 8 dimentori sama mba lilis dan mba riris. Dan setelah beberapa hari ada pengumuman, ternyata aku masuk kelas X MIA 1 yang diwali kelasi oleh bapak sutjita. Saya juga ikut ekskul volley. Saya di Indramayu ngekost, sama mba lilis dan mba sumini. Kost saya dipekandang di Gang kesatuan. Saya berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Saya suka dengan puisi, kata-kata bijak, kata-kata motivasi, kritik, nasehat serta saran karena itu bisa membangun karakter saya. membuat saya bisa selangkah lebih maju dari sebelumnya. Pengalaman saya cukup berkesan dan memberikan pelajaran. Saya berasal dari keluarga yang tak mampu, ayah saya seorang petani dan supir. Sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga biasa. Tapi saya dan tekad saya akan membuktikan bahwa bukan hanya mereka yang diatas yang bisa sukses, tapi orang-orang kecil pun bisa!. Dan saya bisa sampai sekarang itu berkat ayah, ibu, serta guru-guru saya untuk itu saya ucapkan terima kasih untuk bimbangan serta ajakannya. Tanpa kalian saya bukanlah apa-apa, mungkin tanpa ibu/bapak guru saya tidak bisa baca tulis. Pengalaman yang selalu saya ingat dalam hidup adalah ketika ayah saya mengalami kecelakaan karena ditabrak oleh sepeda motor, akhirnya ayah saya mengalami patah tulang pada tulang pahanya dan mengalami retakan pada tulang lututnya. Betapa sedihnya saya hari itu, kemudian ayah dibawa kerumah sakit oleh keluarga saya dan di obati disana. Kemudian setelah itu ayah pulang kerumah sambil dipapah oleh paman saya, saya nggak tega melihat orang yang selama ini berjuang banting tulang menghidupi saya hanya bisa terbaring lemas ditempat tidurnya. Untuk pertama kalinya ayah menangis didepan saya, ayah bilang pada kakek saya tolong jaga anak-anakku jika esok umurku sudah tiada. Saya menangis didepan ayah, dalam hati “saya berjanji akan selalu patuh dengan apapun perintah ayah, karena ayah segalanya bagi saya”. 4 bulan ayah bertahan dan ibu mencari uang, dia berhutang sana sini untuk mengobati ayah. Akhirnya terkumpulah uang untuk pengobatan ayah, ayah di bawa kerumah sakit yang ada disolo namanya rumah sakit KUSTATI untuk melakukan operasi, agar ayah bisa berjalan dengan normal kaki ayah diPen. Selama 3 hari ayah disolo, setelah itu ayah pulang kerumah. Saya senang ayah akhirnya pulang , ayah keluar dari mobil dengan memakai tongkat saya tau sebenarnya ayah capek dan lelah, tapi dengan melihat saya dan adik saya yang masih sangat membutuhkan ayah. Ayah mulai bangkit dan bersemangat lagi, hingga pada suatu malam gara-gara ayah terlalu capek, jadi tabung penampung darah kotor yg bentuknya kaya infusan itu copot dan darahnya kemana-mana. Difikiran saya cuma mikir ya allah betapa sakitnya itu, jangan sampai ayah kenapa-napa ya allah. Saya takut, sangat takut.. kemudian ibu memanggil mantri untuk mengobati ayah, tapi ayah malah berfikir “aku sangat menyusahkan banyak orang”. Setelah berminggu-minggu akhirnya ayah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat, namun sekarang kaki ayah tidaklah sama kakinya pendek sebelah. Meskipun begitu bagi saya yang penting ayah bisa kembali normal walaupun sekarang ayah tidak boleh bekerja terlalu berat. Sudah 4 tahun ayah saya dipen bahkan sampai sekarang pen itu belum dicopot, ayah takut tulangnya masih belum menyatu. Jadi sampai sekarang ayah memakai pen. Dan aku ingin mencontoh ayah, sifat ayah yang nggak gampang menyerah. Tekad ayah meembuat saya lebih semangat untuk mengejar cita-cita saya . sungguh Ayah adalah moodbooster yang paling hebat dan kuat, karena dia mampu menguatkan saya. Ayah ibu Do’akan aku suatu saat akan mengangkat nama dan derajatmu amiiin .

Cavaca

google agensi Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2014-11-16
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Bertemu lagi dengan kami diacara lapasta spageti instan. Lapasta terdiri dari 2 farian rasa yaitu spacy barbeque dan cheese bolognese anda dapat memilih salah satu dari itu yang anda suka. Cara membuatnya mudah dan praktis :1. Masukkan spageti, minyak dan sayuran kering kedalam 500 ml air mendidih selama 4 menit2. Setelah matang keluarkan spageti dan sayuran kering dari air dan tiriskan3. Campurkan spageti dengan bumbu, aduk hingga merata, taburkan bawang merah pedas, hidangkan.Lapasta mengandung banyak vitamin A,B1H,B12, dan juga vitamin C. Lapasta quick and easy spageti mudah di sajikan hanya dalam 4 menit. Lapasta terbuat dari gandum pilihan "dilengkapi bumbu dan bahan yang kaya cita rasa".

Cavaca

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Son Güncelleme: 2014-11-16
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim
Uyarı: Görünmez HTML biçimlendirmesi içeriyor

Endonezce

Kantor itu dicat merah menyala, mencolok dibandingkan dengan kantor sejenis di komplek itu. Ketika kami masuk, kami melihat lobi kantor yang cukup berantakan. Meski berantakan, fasilitas di kantor itu lengkap. Masih ada sofa yang bisa dipakai duduk. Di belakang lobi ada ruangan tertutup dengan menyisakan lorong untuk masuk ke lantai atas. Di dinding lorong tertempel foto - foto kegiatan kantor serta beberapa piagam penghargaan.

Cavaca

google agensi nganti Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2014-11-14
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Bima berguru kepada pendeta Durna. Ia disuruh mencari air yang bisa menyucikan dirinya. Bima lalu ke Ngamarta, memberitahu dan pamitan kepada saudara-saudaranya. Yudisthira diminta oleh ketiga adiknya supaya menghalangi keinginan Bima. Bima tidak dapat dihalangi, lalu pergi berpamitan dan minta petunjuk kepada pendeta Durna. Bima menghadap pendeta Durna. Pendeta Durna memberitahu, bahwa air suci berada di hutan Tikbrasara. Bima lalu berpamitan kepada raja Doryudanan dan pendeta Durna. Bima meninggalkan kerajaan Ngastina, masuk ke hutan. Setelah melewati hutan dengan segala gangguannya, perjalanan Bima tiba di gunung Candramuka. Bima mencari air suci di dalam gua dan membongkari batu-batu. Tiba-tiba bertemu dengan dua raksasa bernama Rukmuka dan Rukmakala. Bima diserang. Ke dua raksasa mati dan musnah oleh Bima. Mereka berdua menjelma menjadi dewa Indra dan dewa Bayu. Kemudian terdengar suara, memberi tahu agar Bima kembali ke Ngastina. Di tempat itu tidak ada air suci. Bima segera kembali ke Ngastina. Bima tiba di Ngastina menemui pendeta Durna yang sedang dihadap oleh para Korawa. Mereka terkejut melihat kedatangan Bima. Semua yang hadir menyambut kedatangan Bima dengan ramah. Pendeta Durna menanyakan hasil kepergian Bima. Bima menjawab bahwa ia tidak menemukan air suci di gunung Candramuka. Ia hanya menemukan dua raksasa dan sekarang telah mati dibunuhnya. Pendeta Durna berkata, bahwa air suci telah berada di pusat dasar laut. Bima percaya dan akan mencarinya. Dengan basa-basi Duryodana memberi nasihat agar Bima berhati-hati. Bima berpamitan kepada pendeta Durna dan Doryudana. Bima menemui saudara-saudaranya di kerajaan Ngamarta, ia minta pamit pergi mencari air suci. Yudisthira dan adik-adiknya sangat sedih, lalu memberitahu kepada Prabu Kresna raja Dwarawati. Kresna datang di Ngamarta, memberi nasihat agar para Pandhawa tidak bersedih hati. Dewa akan melindungi Bima. Bima minta diri kepada Kresna dan keluarga Pandhawa. Banyak nasihat Kresna kepada Bima, tetapi Bima teguh pada keinginannya. Para Pandhawa mencoba menghalang-halanginya, tetapi tidak berhasil menahannya. Bima berjalan menelusuri hutan, kemudian tiba di tepi samodera. Bima mempunyai kesaktian berasal dari “aji sangara.” Dengan berani ia terjun ke dalam samodera. Tiba-tiba seekor naga mencegatnya. Naga membelit Bima, tetapi alhirnya naga mati ditusuk kuku Pancanaka. Bima tiba di pusat dasar samodera, bertemu dengan Dewa Ruci. Dewa Ruci dapat menjelaskan asal keturunannya Bima dan menyebut sanak saudaranya. Lagi pula Dewa Ruci tahu maksud kedatangan Bima di pusat dasar samodewa. Dewa Ruci memberi nasihat, orang jangan pergi bila tidak tahu tempat yang akan ditujunya. Jangan makan bila belum tahu rasa makanan yang akan dimakannya. Jangan mengenakan pakaian bila belum tahu nama pakaian yang akan dikenakannya. Barang siapa tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang telah tahu. Bima merasa hina, lalu minta berguru kepada Dewa Ruci. Bima disuruh masuk ke rongga perut Dewa Ruci. Bima heran mendengar perintah Dewa Ruci. Ia harus masuk melalui jalan mana, bukankah Dewa Ruci lebih kecil dari pada Bima. Dewa Ruci berkata, bahwa dunia seisinya bisa masuk ke rongga perutnya. Bima disuruh masuk lewat lubang telinga kiri. Tibalah Bima di dalam rongga perut Dewa Ruci. Ia melihat samodera besar lagi luas, tidak bertepi. Ketika ditanya, Bima menjawab, bahwa ia hanya melihat angkasa kosong jauh sekali, tidak mengerti arah utara selatan, timur barat dan atas bawah. Ia kebingungan. Tiba-tiba terang benderang, Bima merasa menghadap Dewa Ruci. ia tahu arah segala penjuru angin. Dewa Ruci bertanya tentang sesuatu yang dilihat oleh Bima. Bima menjawab, bahwa hanya warna hitam merah kuning dan putih yang dilihatnya. Dewa Ruci memberi wejangan kepada Bima. Setelah menerima wejangan, Bima merasa senang. Ia tidak merasa lapar, sakit dan kantuk. Ia ingin menetap tinggal di rongga perut Dewa Ruci. dewa Ruci melarang, Bima diwejang lagi tentang hakekat hidup manusia. Sempurnalah pengetahuan Bima tentang hidup dan kehidupan. Bima telah lepas dari rongga perut Dewa Ruci, lalu minta diri kembali menemui saudara-saudaranya di Ngamarta. Yudisthira mengadakan pesta bersama keluarga menyambut kepulangan Bima.

Cavaca

google agensi nganti Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2014-11-14
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

Cerita ini dimulai dari kisah sang Prabu Dasaratha yang berasal dari negeri Ayodya. Prabu Dasaratha mempunyai empat orang anak yangsemuanya laki-laki. Keempat anak itu diberi nama Rama, Bharata, Laksmana, dan Satrughna. Seorang resi atau Begawan yang bernama Wismawamitra mengajukan permohonan bantuan kepada sang Prabu Dasaratha.Resi Wismawamitra merasa ketakutan dan tidak mampu menghadapi gangguan para raksasa yang mengganggu daerah pertapaannya. Maka sang prabu Dasaratha memberi bantuan kepada resi Wismawamitra dengan mengutus puteranya Rama dan Laksmana untuk mengusir para raksasa tersebut.Sesuai dengan amanat ayahandanya, Rama dan Laksmana berhasil menghabisi para raksasa pengganggu area pertapaan itu. Setelah itu Rama dan Laksmana pergi ke negeri Mithila untuk mengikuti sayembara memanah berhadiah seorang putri raja yang bernama Sinta. Singkat cerita, Rama pun keluar sebagai pemenangdan memboyong putri raja pulang ke Ayodya.Alkisah karena ada solidaritas dendam para raksasa yang telah dibunuh oleh Rama, maka di kemudian hari kehidupan Rama danSinta diganggu oleh para raksasa Rahwana. Di dalam cerita juga Ramadan Sinta serta Laksmana pernah meninggalkan kerajaan dikarenakanuntuk memberi kesempatan kepada adiknya Bharata (adik lain ibu) untuk menjadi raja Ayodya.Kemudian di tengah hutan Rama dan Sinta diusik ketenangannya. Raksasa menculik istri Rama. Sinta sempat dibantu oleh Jatayu, namun akhirnya Jatayu mati. Jatayu adalah sahabat ayahandanya Prabu Dasaratha. Di dalam kondisi sekaratJatayu melapor ke Rama dan Laksmana bahwa Sinta dibawa Rahwana ke kerajaannya.Di dalam perjalannya Rama dan Laksmana bertemu kawanan kera putih yang siap membantu perjuangan Rama. Bala bantuan itu dipimpin oleh Hanoman. Karena dibantu oleh banyak pasukan maka mereka berhasil membunuh Rahwana. Akhirnya Rama bisa membebaskan istrinya Sinta dan kembali Ayodya. Selanjutnya Rama diangkat menjadi Raja Ayodya lagi.

Cavaca

google agensi nganti Jawa Indonesia

Son Güncelleme: 2014-11-13
Kullanım Sıklığı: 2
Kalite:

Referans: Anonim

Endonezce

pengolahan Tahu dan Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Bioteknologi Konvensional BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Industri tahu merupakan industri rakyat, yang sampai saat ini masih banyak yang berbentuk usaha perumahan atau industri rumah tangga. Walaupun sebagai industri rumah tangga dengan modal kecil, industri ini memberikan sumbangan perekonomian negara dan menyediakan banyak tenaga kerja. Namun pada sisi lain dihasilkan limbah cair yang sangat berpotensi merusak lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan oleh industri tahu merupakan limbah organik yang degradable atau mudah diuraikan oleh mikroorganisme secara alamiah. Namun karena sebagian besar pemrakarsa yang bergerak dalam industri tahu adalah orang-orang yang hanya mempunyai modal terbatas, maka perhatian terhadap pengolahan limbah industri tersebut sangat kecil, dan bahkan ada beberapa industri tahu yang tidak mengolah limbahnya sama sekali dan langsung dibuang ke lingkungan. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan dan harus mendapat perhatian yang serius. Pengolahan limbah cair industri tahu sampai saat sekarang kebanyakan hanya menampung limbah cair kemudian didiamkan beberapa saat lalu dibuang ke sungai. Cara ini memerlukan kapasitas penampungan limbah cair yang sangat besar. Terlebih lagi apabila kapasitas industri tahu cukup besar, maka dihasilkan limbah cair industri tahu yang sangat banyak. Penguaraian polutan tersebut dilakukan oleh mikroorganisme yang tidak memerlukan oksigen bebas atau secara anaerob. Memang hal tersebut dapat berjalan walaupun memerlukan waktu yang cukup lama. Supaya proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif, maka perlu dicari kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme dapat hidup dengan baik pada kondisi pH limbah cair sekitar 7 atau pada keadaan normal. Limbah cair industri tahu bersifat asam sehingga sebelum diolah perlu dinetralkan terlebih dahulu dengan kapur agar kerja mikroorganisme berlangsung dengan baik.Mengingat waktu yang cukup panjang dalam proses pengolahan limbah cair tahu secara anaerob, maka perlu dicari jalan ke luar untuk mendapatkan proses yang singkat namun biayanya tetap murah. 1.2 Rumusan Masalah a. Bagaimana cara pengolahan tahu ? b. Bagaimana cara memanfaatkan limbah tahu menjadi biogas ? c. Bagaimana kerja Metana Bacterium dalam memfermentasikan limbah tahu menjadi biogas ? 3.1 Pengolahan Produk Tahu Berdasarkan observasi yang kami lakukan di salah satu home industry tahu di Kabupaten Tegal , kami mendapatkan bahwa terdapat 4 macam jenis kedelai yaitu kedelai kuning, kedelai hitam, kedelai coklat dan kedelai hijau. Dalam pengolahan tahu ini , digunakan kedelai kuning karena dapat mengasilkan tahu yang berkualitas tinggi . Syarat mutu tahu kualitas utama yaitu : a. bebas dari sisa tanaman (kulit palang, potongan batang atau ranting, batu, kerikil, tanah atau biji-bijian) b. biji kedelai tidak luka atau bebas serangan hama dan penyakit c. biji kedelai tidak memar d. kulit biji kedelai tidak keriput , rasanya manis dan mengkilap . Alat yang dibutuhkan meliputi : 1. Ember besar 2. Tampah (nyiru) 3. Kain Saring atau kain blancu 4. Kain pengaduk 5. Cetakan 6. Keranjang 7. Rak bamboo 8. Tungku atau kompor 9. Alat penghancur (alu) 10. Mesin penggiling Bahan yang digunakan meliputi : 1. Kedelai 2. Air secukupnya 3. Kunir 4. Garam 5. Asam cuka sebagai penggumpal tahu Proses produksi Tahu Tahap dalam proses produksi tahu adalah sebagai berikut : 1. Kedele dipilih dengan penampi untuk memilih biji kedele besar. Kemudian di cuci serta direndam dalam air besar selama 6 jam. Tujuannya agar kedelai lebih lentur sehingga mudah digiling . 2. Setelah di rendam di cuci kembali sekitar 1/2 jam 3. Setelah di cuci bersih kedelai di bagi-bagi diletakkan dalam ebleg terbuat dari bambu atau plastik. 4. Selanjutnya kedele giling sampai halus, dan butir kedele mengalir dengan sendirinya kedalam tong penampung. 5. Selesai digiling langsung direbus selama 15 – 20 menit mempergunakan wajan dengan ukuran yang besar-besar . Sebaiknya jarak waktu antara selesai digiling dan dimasak jangan lebih dari 5 – 10 menit, supaya kualitas tahu menjadi baik. 6. Selesai di masak bubur kedele diangkat dari wajan ke bak/tong untuk disaring menggunakan kain belacu atau mori kasar yang telah di letakkan pada sangkar bambu. Agar bubur dapat di saring sekuat-kuatnya diletakkan sebuah papan kayu pada kain itu lalu ada satu orang naik di atasnya dan menggoyang-goyang, supaya terperas semua air yang masih ada pada bubur kedele. Limbah dari penyaringan berupa ampas tahu. Kalau perlu ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Pekerjaan penyaringan di lakukan berkali-kali hingga bubur kedele habis. 7. Air sampingan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih adalah bahan yang akan menjadi tahu. Air saringan di campur dengan asam cuka untuk menggumpalkan. Sebagai tambahan asam cuka dapat juga air kelapa atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah di eramkan maupun bubuk batu tahu (sulfat kapur) 8. Gumpalan atau jonjot putih yang mulai mengendap itulah yang nanti sesudah di cetak menjadi tahu. Air asam yang masih ada dipisahkan dari jonjot-jonjot tahu dan disimpan, sebab air asam cuka masih dapat digunakan lagi. Endapan tahu dituangkan dalam kotak ukuran misalnya 50 x 60 cm 2 dan sebagai alasnya di hamparkan kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pengempaan dilakukan sekitar 1 menit, adonan tahu terbentuk kotak, yang sudah padat, di potong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm 2, sebelum menjadi tahu siap di jual.

Cavaca

pengolahan Tahu dan Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Bioteknologi Konvensional BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Industri tahu merupakan industri rakyat, yang sampai saat ini masih banyak yang berbentuk usaha perumahan atau industri rumah tangga. Walaupun sebagai industri rumah tangga dengan modal kecil, industri ini memberikan sumbangan perekonomian negara dan menyediakan banyak tenaga kerja. Namun pada sisi lain dihasilkan limbah cair yang sangat berpotensi merusak lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan oleh industri tahu merupakan limbah organik yang degradable atau mudah diuraikan oleh mikroorganisme secara alamiah. Namun karena sebagian besar pemrakarsa yang bergerak dalam industri tahu adalah orang-orang yang hanya mempunyai modal terbatas, maka perhatian terhadap pengolahan limbah industri tersebut sangat kecil, dan bahkan ada beberapa industri tahu yang tidak mengolah limbahnya sama sekali dan langsung dibuang ke lingkungan. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan dan harus mendapat perhatian yang serius. Pengolahan limbah cair industri tahu sampai saat sekarang kebanyakan hanya menampung limbah cair kemudian didiamkan beberapa saat lalu dibuang ke sungai. Cara ini memerlukan kapasitas penampungan limbah cair yang sangat besar. Terlebih lagi apabila kapasitas industri tahu cukup besar, maka dihasilkan limbah cair industri tahu yang sangat banyak. Penguaraian polutan tersebut dilakukan oleh mikroorganisme yang tidak memerlukan oksigen bebas atau secara anaerob. Memang hal tersebut dapat berjalan walaupun memerlukan waktu yang cukup lama. Supaya proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif, maka perlu dicari kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme dapat hidup dengan baik pada kondisi pH limbah cair sekitar 7 atau pada keadaan normal. Limbah cair industri tahu bersifat asam sehingga sebelum diolah perlu dinetralkan terlebih dahulu dengan kapur agar kerja mikroorganisme berlangsung dengan baik.Mengingat waktu yang cukup panjang dalam proses pengolahan limbah cair tahu secara anaerob, maka perlu dicari jalan ke luar untuk mendapatkan proses yang singkat namun biayanya tetap murah. 1.2 Rumusan Masalah a. Bagaimana cara pengolahan tahu ? b. Bagaimana cara memanfaatkan limbah tahu menjadi biogas ? c. Bagaimana kerja Metana Bacterium dalam memfermentasikan limbah tahu menjadi biogas ? 3.1 Pengolahan Produk Tahu Berdasarkan observasi yang kami lakukan di salah satu home industry tahu di Kabupaten Tegal , kami mendapatkan bahwa terdapat 4 macam jenis kedelai yaitu kedelai kuning, kedelai hitam, kedelai coklat dan kedelai hijau. Dalam pengolahan tahu ini , digunakan kedelai kuning karena dapat mengasilkan tahu yang berkualitas tinggi . Syarat mutu tahu kualitas utama yaitu : a. bebas dari sisa tanaman (kulit palang, potongan batang atau ranting, batu, kerikil, tanah atau biji-bijian) b. biji kedelai tidak luka atau bebas serangan hama dan penyakit c. biji kedelai tidak memar d. kulit biji kedelai tidak keriput , rasanya manis dan mengkilap . Alat yang dibutuhkan meliputi : 1. Ember besar 2. Tampah (nyiru) 3. Kain Saring atau kain blancu 4. Kain pengaduk 5. Cetakan 6. Keranjang 7. Rak bamboo 8. Tungku atau kompor 9. Alat penghancur (alu) 10. Mesin penggiling Bahan yang digunakan meliputi : 1. Kedelai 2. Air secukupnya 3. Kunir 4. Garam 5. Asam cuka sebagai penggumpal tahu Proses produksi Tahu Tahap dalam proses produksi tahu adalah sebagai berikut : 1. Kedele dipilih dengan penampi untuk memilih biji kedele besar. Kemudian di cuci serta direndam dalam air besar selama 6 jam. Tujuannya agar kedelai lebih lentur sehingga mudah digiling . 2. Setelah di rendam di cuci kembali sekitar 1/2 jam 3. Setelah di cuci bersih kedelai di bagi-bagi diletakkan dalam ebleg terbuat dari bambu atau plastik. 4. Selanjutnya kedele giling sampai halus, dan butir kedele mengalir dengan sendirinya kedalam tong penampung. 5. Selesai digiling langsung direbus selama 15 – 20 menit mempergunakan wajan dengan ukuran yang besar-besar . Sebaiknya jarak waktu antara selesai digiling dan dimasak jangan lebih dari 5 – 10 menit, supaya kualitas tahu menjadi baik. 6. Selesai di masak bubur kedele diangkat dari wajan ke bak/tong untuk disaring menggunakan kain belacu atau mori kasar yang telah di letakkan pada sangkar bambu. Agar bubur dapat di saring sekuat-kuatnya diletakkan sebuah papan kayu pada kain itu lalu ada satu orang naik di atasnya dan menggoyang-goyang, supaya terperas semua air yang masih ada pada bubur kedele. Limbah dari penyaringan berupa ampas tahu. Kalau perlu ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Pekerjaan penyaringan di lakukan berkali-kali hingga bubur kedele habis. 7. Air sampingan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih adalah bahan yang akan menjadi tahu. Air saringan di campur dengan asam cuka untuk menggumpalkan. Sebagai tambahan asam cuka dapat juga air kelapa atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah di eramkan maupun bubuk batu tahu (sulfat kapur) 8. Gumpalan atau jonjot putih yang mulai mengendap itulah yang nanti sesudah di cetak menjadi tahu. Air asam yang masih ada dipisahkan dari jonjot-jonjot tahu dan disimpan, sebab air asam cuka masih dapat digunakan lagi. Endapan tahu dituangkan dalam kotak ukuran misalnya 50 x 60 cm 2 dan sebagai alasnya di hamparkan kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pengempaan dilakukan sekitar 1 menit, adonan tahu terbentuk kotak, yang sudah padat, di potong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm 2, sebelum menjadi tahu siap di jual.

Son Güncelleme: 2014-11-12
Kullanım Sıklığı: 1
Kalite:

Referans: Anonim

Daha iyi çeviri için
4,401,923,520 insan katkısından yararlanın

Kullanıcılar yardım istiyor:



Deneyiminizi iyileştirmek için çerezleri kullanıyoruz. Bu siteyi ziyaret etmeye devam ederek çerezleri kullanmamızı kabul etmiş oluyorsunuz. Daha fazla bilgi edinin. Tamam